Lompat ke isi

Ubedilah Badrun

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ubedilah Badrun
Lahir15 Maret 1972 (umur 54)
Indramayu, Jawa Barat, Indonesia
AlmamaterUniversitas Negeri Jakarta
Universitas Indonesia
PekerjaanDosen, aktivis mahasiswa, pengamat politik
Masa aktif1990–sekarang
Dikenal karenaAktivisme mahasiswa, kritik sosial-politik, pengajar sosiologi politik

Ubedilah Badrun (lahir 15 Maret 1972) adalah seorang dosen, aktivis, dan pengamat politik Indonesia. Ia merupakan akademisi di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) serta dikenal sebagai analis sosial-politik yang aktif menyuarakan kritik terhadap isu-isu sosial dan pemerintahan di Indonesia.

Kehidupan awal dan pendidikan

[sunting | sunting sumber]

Ubedilah lahir di Desa Sendang, Kecamatan Karangampel, Indramayu, Jawa Barat. Ia menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Ilmu Sosial (dahulu IKIP Jakarta, kini UNJ) dan meraih gelar magister Ilmu Politik dari Universitas Indonesia.[1]

Ubedilah mulai dikenal sejak era 1990-an sebagai aktivis mahasiswa. Ia merupakan salah satu pendiri Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jakarta (FKSMJ) pada 1996, sebuah jaringan organisasi mahasiswa yang turut berperan dalam gerakan mahasiswa menjelang Reformasi 1998.[1]

Sebagai akademisi, Ubedilah menjadi dosen tetap di Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta. Bidang pengajaran dan penelitian yang digelutinya meliputi sosiologi politik, gerakan sosial, serta sistem politik Indonesia.[2]

Pemikiran dan penelitian

[sunting | sunting sumber]

Sebagai pengajar dan peneliti, Ubedilah aktif dalam kajian sosiologi politik dan gerakan sosial. Ia pernah menulis sejumlah artikel ilmiah, termasuk:

  • “Social Movement Based on Religiosity as a New Model of Social Movements in Jakarta (The 212 Social Movement in Jakarta 2016)”.
  • “Radikalisasi Gerakan Mahasiswa: Studi Kasus HMI MPO” (2006).[3]

Selain tulisan akademik, Ubedilah juga menulis beberapa buku populer, di antaranya:

  • Menjadi Aktivis Kampus Jaman Now – Jakarta: Bumi Aksara.
  • Sistem Politik Indonesia: Kritik dan Solusi Sistem Politik Efektif (2016) – Jakarta: Bumi Aksara.

Kritik sosial-politik

[sunting | sunting sumber]

Ubedilah kerap tampil sebagai pengamat di media massa nasional dan dikenal dengan pandangan kritis terhadap praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme di Indonesia. Pada Januari 2022, ia melaporkan dua anak Presiden Joko Widodo, yakni Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan pelanggaran etika bisnis dan KKN.[4]

Ia juga beberapa kali mengkritik kebijakan politik nasional, termasuk soal netralitas birokrasi dan dinasti politik di Indonesia. Pandangannya sering dikutip dalam diskusi publik, media televisi, dan kolom opini.

Kontroversi

[sunting | sunting sumber]

Pada Januari 2025, Ubedilah diberhentikan dari jabatannya sebagai Koordinator Program Studi Sosiologi UNJ sebelum masa jabatannya berakhir. Sejumlah media mengaitkan pencopotan tersebut dengan sikap kritisnya terhadap pemerintah, meskipun pihak kampus tidak menjelaskan alasan spesifik atas kebijakan tersebut.[5]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 "Profil Ubedilah Badrun". Tirto.id. Diakses tanggal 6 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Profil Dosen: Ubedilah Badrun, M.Si". fis.unj.ac.id. Diakses tanggal 6 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Publikasi Ilmiah – Ubedilah Badrun". fis.unj.ac.id. Diakses tanggal 6 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Sosok Ubedilah Badrun yang Laporkan Gibran dan Kaesang ke KPK". Detik.com. 10 Januari 2022. Diakses tanggal 6 November 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Ubedilah Badrun Dicopot dari Jabatan Koordinator Program Studi UNJ". RMOL.id. 30 Januari 2025. Diakses tanggal 6 November 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]