TransAsia Airways Penerbangan 235
| Ringkasan kecelakaan | |
|---|---|
| Tanggal | 4 Februari 2015 |
| Ringkasan | Kehilangan kendali dan kecelakaan akibat kesalahan pilot dalam mengenali mesin yang rusak |
| Lokasi | |
![]() | |
| Jumlah tewas | 43 |
| Jumlah cedera | 17 |
| Pesawat | |
B-22816, pesawat yang mengalami kecelakaan, difoto pada Januari 2015 | |
| Jenis pesawat | ATR 72-600 |
| Operator | TransAsia Airways |
| IATA | GE235G |
| ICAO | TNA235 |
| Kode panggil | TRANSASIA 235 |
| Registrasi | B-22816 |
| Asal | Bandar Udara Songshan Taipei, Songshan, Taipei, Taiwan |
| Tujuan | Bandar Udara Kinmen, Kinmen |
| Orang dalam pesawat | 58 |
| Penumpang | 53 |
| Awak | 5 |
| Tewas | 43 |
| Cedera | 15 |
| Selamat | 15 |
| Korban di darat | |
| Cedera di darat | 2 |
TransAsia Airways Penerbangan 235 merupakan penerbangan domestik dari Taipei menuju Kinmen, Taiwan. Pada 4 Februari 2015, pesawat yang melayani rute ini, sebuah ATR 72 berusia sekitar 10 bulan, jatuh ke Sungai Keelung sekitar 5 km (3,1 mi; 2,7 nmi) dari Bandar Udara Songshan Taipei, lokasi keberangkatannya beberapa saat sebelumnya. Di dalam pesawat terdapat 58 orang, dan 15 di antaranya selamat meskipun mengalami cedera.
Dua menit setelah lepas landas, para pilot melaporkan adanya kegagalan mesin. Setelah pesawat mencapai ketinggian sekitar 1.630 ft (500 m), mesin lainnya yang sebenarnya masih berfungsi normal justru dimatikan secara keliru oleh pilot. Pesawat kemudian kehilangan ketinggian, miring tajam ke kiri, dan sayapnya sempat menyenggol sebuah taksi yang melaju ke arah barat di Jembatan Layang Huandong (mengakibatkan dua orang tambahan mengalami luka), lalu membentur bagian jembatan tersebut sebelum akhirnya jatuh ke sungai di bawahnya.
Penerbangan 235 menjadi kecelakaan fatal kedua yang melibatkan pesawat ATR milik TransAsia Airways dalam kurun tujuh bulan. Sebelumnya, Penerbangan 222 jatuh pada 23 Juli 2014 dengan jumlah penumpang yang sama, yaitu 58 orang, di mana 48 di antaranya meninggal dunia.
Penerbangan
[sunting | sunting sumber]Penerbangan ini berangkat dari Bandar Udara Songshan Taipei pada pukul 10.52 waktu setempat menuju Bandar Udara Kinmen, membawa 53 penumpang dan 5 awak. Tidak lama setelah lepas landas, terjadi gangguan pada unit autofeather, yaitu sistem pesawat otomatis yang mengatur sudut baling-baling untuk mengurangi hambatan saat mesin kehilangan daya di mesin nomor dua, dan menyebabkan sistem kendali daya lepas landas otomatis mengaktifkan autofeather pada mesin tersebut. Awak pesawat salah mendiagnosis masalah ini dan justru mematikan mesin nomor satu yang masih berfungsi. Pesawat sempat mencapai ketinggian 1.630 ft (500 m) sebelum mulai turun hingga akhirnya jatuh. Komunikasi terakhir pilot kepada pengatur lalu lintas udara adalah, "Mayday, mayday, engine flameout". Pada pukul 10.55, pesawat jatuh ke Sungai Keelung, di perbatasan Distrik Nangang (Taipei) dan Distrik Xizhi (Taipei Baru).
Kecelakaan tersebut terekam oleh kamera dasbor (dashcam) dari beberapa kendaraan yang melaju di Jembatan Layang Huandong di samping sungai. Pesawat yang semula terbang mendatar sempat melewati sebuah gedung apartemen, kemudian tiba-tiba berputar dengan kemiringan hampir 90 derajat ke kiri. Saat terbang rendah di atas jembatan, ujung sayap kirinya menghantam bagian depan sebuah taksi Volkswagen Caddy, dan bagian luar sayap terlepas setelah membentur pagar pembatas beton di tepi jembatan. Pesawat terus berputar dan menghantam air dalam posisi terbalik, lalu terbelah menjadi dua bagian. Tabrakan dengan taksi dan jembatan ini terekam jelas, sementara serpihan sayap dan potongan pagar jembatan tersebar di permukaan jalan.[1] Dua orang di dalam taksi mengalami luka ringan.[1]
Pada saat kejadian, tidak terdapat kondisi cuaca buruk. Ketinggian dasar awan sekitar 1.500 ft (460 m), jarak pandang tidak terbatas, dan angin bertiup ringan dari timur dengan kecepatan sekitar 10 knot (19 km/h). Suhu udara tercatat 16 °C (61 °F).
Pesawat
[sunting | sunting sumber]Pesawat yang terlibat kecelakaan ini adalah ATR 72-600 turboprop ganda dengan nomor registrasi B-22816, MSN 1141. Pesawat ini pertama kali terbang tanggal 28 Maret 2014 dan diterima oleh TransAsia Airways pada 15 April 2014.[2]
Penumpang dan awak
[sunting | sunting sumber]Manifes penumpang terdiri dari 49 orang dewasa dan 4 anak-anak. Sebanyak 31 penumpang merupakan warga Tiongkok Daratan, banyak di antaranya adalah wisatawan dari Xiamen dalam tur enam hari di Taiwan. Sisanya, 22 penumpang, merupakan warga Taiwan.
Awak penerbangan terdiri dari dua pilot, keduanya berpangkat kapten. Kapten pesawat adalah Liao Chien-tsung (42 tahun) dengan total 4.914 jam terbang (termasuk 3.401 jam pada ATR 72), sedangkan kopilot Liu Tze-chung (45 tahun) memiliki 6.922 jam terbang, termasuk 6.481 jam pada ATR 72.[3][4]
Selain itu, terdapat seorang pengamat di kursi tambahan kokpit (jump seat), Hung Ping-chung (63 tahun), dengan total 16.121 jam terbang.[3] Dua pramugari bertugas di kabin. Seluruh awak merupakan warga Taiwan, meskipun kopilot juga memiliki kewarganegaraan ganda Selandia Baru–Taiwan.
| Kebangsaan | Penumpang | Awak | Total |
|---|---|---|---|
| 22 | 5 | 27 | |
| 31 | - | 31 | |
| Total | 53 | 5 | 58 |
Penyelamatan
[sunting | sunting sumber]Upaya penyelamatan segera dilakukan setelah puluhan laporan dari saksi mata diterima oleh polisi dan pemadam kebakaran Taipei. Tim penyelamat tiba dalam hitungan menit dan mencapai korban selamat sekitar 35 menit kemudian dengan perahu. Korban dievakuasi dari bagian belakang badan pesawat yang setengah tenggelam, sementara penyelam harus memotong sabuk pengaman penumpang yang meninggal. Sebagian besar penumpang berada di bagian depan pesawat, dalam kondisi keterlihatan yang sangat rendah.
Perekam data penerbangan dan perekam suara kokpit ditemukan pada sore hari. Bagian besar badan pesawat kemudian diangkat menggunakan derek pada malam harinya. Dari 58 orang di dalam pesawat, hanya 15 yang selamat, termasuk satu orang pramugari.
Investigasi
[sunting | sunting sumber]
Penyelidikan dipimpin oleh Dewan Keselamatan Penerbangan Taiwan dengan melibatkan berbagai pihak internasional.[6][7] Data dari perekam menunjukkan bahwa mesin kanan memicu peringatan hanya 37 detik setelah lepas landas. Namun, meskipun awak melaporkan mesin mati, data menunjukkan mesin tersebut sebenarnya masih berada pada daya rendah (idle).[8] Upaya menyalakan ulang mesin sudah dilakukan, tetapi pesawat jatuh 72 detik kemudian.[8]
Temuan awal mengungkap bahwa mesin kiri, yang sebenarnya tidak bermasalah, dimatikan secara manual oleh awak pesawat.[9][10][11] Laporan akhir menyimpulkan bahwa setelah sistem autofeather aktif pada mesin kanan, pilot justru mengurangi daya dan mematikan mesin kiri yang masih berfungsi. Awak gagal mengikuti prosedur identifikasi kegagalan mesin dan tidak mematuhi prosedur operasi standar, yang menyebabkan kebingungan dalam memahami masalah sebenarnya.
Selain itu, ditemukan bahwa sambungan solder pada unit autofeather mengalami kerusakan, yang menjadi masalah awal pada mesin.[12] Awak juga tidak menghentikan lepas landas meskipun terdapat indikasi sistem yang tidak normal, dan tidak merespons peringatan kehilangan gaya angkat secara tepat waktu.[12] Koordinasi dan komunikasi antarawak dinilai tidak efektif, sehingga kondisi darurat tidak tertangani dengan baik.[12]
Setelah kecelakaan, seluruh pilot ATR TransAsia diwajibkan menjalani uji ulang kompetensi, yang menyebabkan pembatalan lebih dari 100 penerbangan.[13] Sejumlah pilot diskors karena gagal atau tidak mengikuti tes.[14] Pemerintah Taiwan juga memerintahkan seluruh maskapai untuk meninjau ulang prosedur keselamatan mereka.[15]
Tanggapan
[sunting | sunting sumber]Aviation Consultants International
[sunting | sunting sumber]Rekaman video yang memperlihatkan bahwa awak pesawat terus berupaya menyelamatkan pesawat hingga detik-detik terakhir. Pilot dan kopilot, yang jenazahnya ditemukan di kokpit, mendapat pujian atas apa yang tampak sebagai upaya terakhir untuk mengarahkan pesawat menjauh dari kawasan padat penduduk. "Dari apa yang dapat saya simpulkan, para pilot menunjukkan keterampilan dan keberanian luar biasa dalam upaya mencegah pesawat menabrak bangunan atau area terbangun," ujar Hugh Ritchie, kepala eksekutif Aviation Consultants International.[9]
Ia menjelaskan bahwa meskipun terjadi flameout (mati mesin secara tiba-tiba), diikuti hilangnya daya angkat dan kendali arah yang signifikan, awak pesawat tetap mampu memastikan pesawat tidak menghantam bangunan. Ia menilai bahwa mereka tampaknya berusaha melakukan pendaratan darurat tanpa roda (belly landing) di Sungai Keelung.[9] Ritchie juga menambahkan bahwa situasi tersebut kemungkinan disebabkan oleh burung yang menabrak mesin. Ia menjelaskan bahwa Bandar Udara Songshan dikenal rawan kejadian tabrakan burung (bird strike), dengan banyak burung yang bersarang di tanah di sekitar landasan pacu.[9]
Wali Kota Taipei
[sunting | sunting sumber]Pilot Penerbangan 235 yang jatuh dipuji sebagai pahlawan karena berhasil menghindari bangunan dan mengarahkan pesawat ke sungai, sehingga kemungkinan mencegah bencana yang lebih besar. Wali Kota Taipei, Ko Wen-je, mengatakan, "Ia benar-benar mencoba segala yang ia bisa."[4]
Lain-lain
[sunting | sunting sumber]Chris Lin, saudara salah satu penyintas, mengatakan, "Reaksi cepat pilot menyelamatkan banyak orang." Ia menambahkan bahwa sebagai seorang pilot, ia memahami tindakan yang diperlukan dalam situasi seperti itu.[4]
Pascakecelakaan
[sunting | sunting sumber]TransAsia menawarkan kompensasi sebesar 14,9 juta Dolar Taiwan kepada keluarga setiap korban meninggal. Taksi yang tertabrak pesawat kemudian dipreservasi dan dipamerkan di Museum Taksi di Su'ao, Kabupaten Yilan.[1]
Dua kecelakaan dalam waktu berdekatan ini secara signifikan merusak citra TransAsia Airways. Maskapai tersebut akhirnya menghentikan seluruh operasinya secara permanen pada 22 November 2016.[16]
Dramatisasi media
[sunting | sunting sumber]Peristiwa kecelakaan ini diangkat dalam seri dokumenter televisi Mayday (dikenal sebagai Air Crash Investigation), dalam episode berjudul "Caught on Tape" yang pertama kali ditayangkan pada 19 September 2017 di Australia.[17]
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]- Air Florida Penerbangan 90, pesawat terbang selama 30 detik sebelum menyerempet jembatan dan jatuh ke Sungai Potomac
- TransAsia Airways Penerbangan 222, kecelakaan sebelumnya yang melibatkan ATR-72 dan TransAsia Airways
- US Airways Penerbangan 1549, mendarat di Sungai Hudson setelah mesin mati akibat mengisap burung pascalepas landas
Catatan
[sunting | sunting sumber]- ↑ Termasuk 1 warga Taiwan-Hong Kong.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 Saul, Heather (5 Februari 2015). "Pictures show taxi driver hit by plane walking away" [Foto-foto memperlihatkan seorang sopir taksi yang tertabrak pesawat berjalan pergi]. The Independent (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 26 April 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "ATR 42/72 - MSN 1141 - B-22816". Diakses tanggal 4 Februari 2015.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 Green, Patricia (1 Maret 2024). "TransAsia Airways Flight 235 - A Cabin Crew Perspective" [TransAsia Airways Penerbangan 235 - Dari Sudut Pandang Awak Kabin]. Simple Flying (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 26 April 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 "'Hero' pilots steered plane away from higher casualties" [Para pilot ‘pahlawan’ itu mengarahkan pesawat agar terhindar dari korban jiwa yang lebih banyak]. South China Morning Post (dalam bahasa Inggris). 6 Februari 2015. Diakses tanggal 26 April 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Chung, Lawrence (4 Februari 2015). "Search for survivors after Taiwan plane crashes into river; 24 confirmed dead". South China Morning Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 4 Februari 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Taiwan TransAsia plane crashes into river" [Pesawat TransAsia Taiwan jatuh ke sungai]. BBC News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 26 April 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "TransAsia Plane Hits Taxi Before Plunging Into River; 25 Killed" [Pesawat TransAsia Menabrak Taksi Sebelum Terjun ke Sungai; 25 Orang Tewas]. Bloomberg.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 26 April 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 "TransAsia GE235: Taiwan crash plane 'lost engine power'" [TransAsia GE235: Pesawat yang jatuh di Taiwan 'kehilangan tenaga mesin']. BBC News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 26 April 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 4 Domínguez, Gabriel. "Was it pilot error?" [Apakah itu adalah kesalahan pilot?]. Deutsche Welle (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 26 April 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Pilots in Crash May Have Shut Wrong Engine, Finding Suggests" [Pilot dalam Kecelakaan itu Mungkin Telah Mematikan Mesin yang Salah, Berdasarkan Temuan]. The New York Times (dalam bahasa Inggris). 6 Februari 2015. Diakses tanggal 26 April 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Accident investigators say main cause of Taipei air crash was engine failure" [Tim investigasi kecelakaan menyatakan bahwa penyebab utama kecelakaan pesawat di Taipei adalah kegagalan mesin]. South China Morning Post (dalam bahasa Inggris). 6 Februari 2015. Diakses tanggal 26 April 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 "Aviation Safety Council Aviation Occurrence Report ASC-AOR-16-06-001 TransAsia Airways Flight GE235 ATR72-212A" [Laporan Kejadian Penerbangan Dewan Keselamatan Penerbangan ASC-AOR-16-06-001 Penerbangan TransAsia Airways GE235 ATR72-212A] (PDF). Dewan Keselamatan Penerbangan. 30 Juni 2016. ASC-AOR-16-06-001. Diakses tanggal 6 Juli 2017.
- ↑ "Crash: Transasia AT72 at Taipei on Feb 4th 2015, right engine failed, left engine shut down, aircraft rolled sharply and lost height shortly after takeoff" [Kecelakaan: Pesawat Transasia AT72 di Taipei pada 4 Februari 2015; mesin kanan mengalami kegagalan, mesin kiri dimatikan, pesawat miring tajam dan kehilangan ketinggian tak lama setelah lepas landas]. The Aviation Herald (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 26 April 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Many Pilots Fail Safety Test at TransAsia" [Banyak Pilot Gagal dalam Uji Keselamatan di TransAsia]. The New York Times (dalam bahasa Inggris). 11 Februari 2015. Diakses tanggal 26 April 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Taiwan orders all airlines review safety after bad test results" [Taiwan memerintahkan semua maskapai penerbangan untuk meninjau kembali aspek keselamatan setelah hasil uji coba yang buruk]. Reuters (dalam bahasa Inggris). 11 Februari 2015. Diakses tanggal 26 April 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Transasia: Taiwan airline shuts after crashes" [Transasia: Maskapai penerbangan Taiwan tutup setelah terjadi kecelakaan]. BBC News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 26 April 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Mayday S17E07 - "Caught on Tape"". TV Tropes (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 26 April 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- TransAsia Airways
- "復興航空說明稿 Diarsipkan 2014-07-26 di Wayback Machine." (Tionghoa Taiwan)
- "復興航空說明稿 2014.07.23( Diarsipkan 2014-07-28 di Wayback Machine.) (Tionghoa Taiwan)
- Notice.html( Diarsipkan 2014-07-25 di Wayback Machine.) (Tionghoa Taiwan)
