Kelenteng Pao Sian Lin Kong
| Klenteng Pao Sian Lin Kong | |
|---|---|
保善靈宮 / 保善灵宫 | |
Bagian depan Klenteng Pao Sian Lin Kong | |
| Agama | |
| Afiliasi | Tridharma |
| Dewa | Tian Siang Sing Bo, Hok Tek Ceng Sin, Kong Tek Cun Ong, Kwan She Im Phosat |
| Festival | Imlek, Cap Go Meh, dll |
| Lokasi | |
| Lokasi | Jl. Slamet Riyadi No. 27, Ds. Pabian, Kec. Kota Sumenep, Kab. Sumenep, Prov. Jawa Timur – 69417 |
| Negara | Indonesia |
| Arsitektur | |
| Tipe | Klenteng |
| Gaya | Tiongkok |
| Didirikan | Abad ke-18 M |
| Nama Tionghoa | |||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Hanzi tradisional: | 保善靈宮 | ||||||||||
| Hanzi sederhana: | 保善灵宫 | ||||||||||
| Makna harfiah: | "Kuil Roh Baik" | ||||||||||
| |||||||||||
| Nama Indonesia | |||||||||||
| Indonesia: | Pao Sian Lin Kong | ||||||||||
Klenteng Pao Sian Lin Kong (Hanzi: 保善靈宮 / 保善灵宫) adalah sebuah klenteng yang menganut ajaran tridharma. Klenteng ini merupakan salah satu klenteng beraliran tridharma yang tertua di pulau Madura. Klenteng Pao Sian Lin Kong berlokasi di Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep dan berjarak 2,5 km dari pusat alun-alun kota.
Sejarah
[sunting | sunting sumber]
Klenteng Pao Sian Lin Kong sendiri diperkirakan telah didirikan pada akhir abad ke-18 Masehi, meski patung tertua di dalamnya berasal dari tahun 1851. Sebagaimana diyakini oleh pengurus klenteng tentang adanya tulisan di Kimsin atau rupang Makco Tian Siang Sing Bo dalam kompleks tersebut. Kimsin dewi pelindung para pelaut itu dibawa langsung oleh para perantau asal Fujian di Tiongkok selatan ke Sumenep.
Klenteng ini oleh masyarakat Tionghoa Sumenep merupakan wujud ungkapan syukur para perantau Hokkien yang berhasil dalam usaha perdagangan di Desa Marengan, Kecamatan Kalianget. Pada era kolonial Hindia Belanda, kawasan Marengan yang berada di dekat pantai selat Madura dikenal sebagai pusat perdagangan di pulau Madura.
Sejak masa lampau, rumah pemujaan untuk Makco ini menjadi jujugan orang Tionghoa di Sumenep dan sekitarnya untuk sembahyang serta melestarikan adat istiadat Tionghoa. Karena para pemeluk Tionghoa semakin banyak, maka klenteng ini mengalami relokasi ke daerah Pabian oleh seorang kapiten Tionghoa. Sebelumnya, Klenteng Pao Sian Lin Kong ini berdiri di daerah Marengan. Pada tahun 1963, klenteng ini mengalami renovasi untuk pertama kalinya.
Arsitektur
[sunting | sunting sumber]Berdiri di atas lahan seluas 2.685 m2, Klenteng Pao Sian Lin Kong ini mempunyai halaman yang luas di antara pintu gerbang dan bangunan utama. Di atas pintu utama sebelah kanan dan kiri terdapat kaligrafi dalam aksara Tionghoa (shufa). tulisan itu mempunyai makna: "keramatnya mendunia" serta "negara dan lautan tenang". Kaligrafi tersebut masih asli, sekaligus menjadi bukti bahwa klenteng ini sudah berusia ratusan tahun.
Pada bangunan Klenteng Pao Sian Lin Kong ini terdapat tiga altar, antara lain Kongco Hok Tek Ceng Sin, Makco Tian Siang Sing Bo, dan Kongco Kong Tek Cun Ong. Yang menarik perhatian di Klenteng Pao Sian Lin Kong ini adalah adanya patung Dewi Kwan Im atau Dewi Welas Asih. Patung ini berada di sebuah bangunan bercat merah, tepatnya di belakang ruang utama.[1]
Pustaka
[sunting | sunting sumber]- Panduan Wisata Kabupaten Sumenep, 2010, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumenep
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-03-03. Diakses tanggal 2012-07-13.

