Tati Saleh
| Raden Siti Hatijah | |
|---|---|
| Lahir | Raden Siti Hatijah 24 Juli 1944 Jakarta, Indonesia |
| Meninggal | 9 Februari 2006 (umur 61) Bandung, Jawa Barat, Indonesia |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Nama lain | Tati Saleh |
| Pekerjaan | |
| Dikenal atas | Tarian Sunda |
| Gaya |
|
| Suami/istri | Maman Sulaeman |
| Anak | 3 |
Raden Siti Hatijah (lebih dikenal dengan nama Tati Saleh; 24 Juli 1944 – 9 Februari 2006 adalah seorang penari jaipongan, penyanyi pop Sunda,[1] juru kawih, juru tembang, aktris dan penggubah tari asal Indonesia.[2]
Karir
[sunting | sunting sumber]Kiprah seninya
[sunting | sunting sumber]Pada usia belia, Tati sudah jadi bintang panggung. Sejak usia 5 tahun, Tati kecil senang mendengarkan lagu-lagu kawih maupun tembang yang dinyanyikan Upit Sarimanah, Titim Fatimah dan Ibu Saodah.
Pada 1959, ketika duduk di kelas I SMP, Ia sudah dipercaya membawakan kidung menyambut Ayub Khan, Presiden Pakistan yang berkunjung ke Bandung. Selepas SMP, oleh ayahnya, Tati tak dikirim ke sekolah umum, melainkan disuruh melanjutkan ke sekolah karawitan.[3]
Setelah melewati proses pematangan, jadilah Tati Saleh sebagai seniman serba bisa: penyanyi, penari, juga artis. Namanya dikenal tak hanya di lingkaran etnis Sunda, melainkan juga di tataran nasional. Sebagai penyanyi, dia punya karakter suara yang unik, bisa mencapai empat setengah oktaf, hal yang jarang dipunyai penyanyi lain.[3]
Selama sekolah di Kokar, Tati berguru kepada R. Enoch Atmadibrata dan Ono Lesmana. Selain itu, Ia juga berguru kepada Mang Koko, Apung S. Wiratmaja dan Mang Bakang Abubakar. Ia juga mempelajari seni tari dari tokoh tari Sunda, Raden Cece Somantri.
Ia seangkatan dengan Atik Sopandi dan juga Nano Suratno, yang mempopulerkan Seni Ibing Jaipongan bersama Euis Komariah dan Gugum Gumbira. Bersama mereka, Tati menggubah beberapa Seni Ibing Jaipongan seperti Lindeuk Japati, Rineka Sari, Mega Sutra serta beberapa kreasi Seni Ibing Jaipongan lainnya.
1960-an
[sunting | sunting sumber]Pada tahun 1960-an, ia juga, bersama Indrawati Lukman, Irawati Durban, Tien Sapartinah dan Bulantrisna Jelantik, dikenal sebagai penari istana.[1]
Pada tahun 1961, Tati belajar tari kepada tokoh Tari Sunda, R. Cece Somantri atau Raden Tjetje Somantri. Di tahun ini, Tati mendapat Juara II dalam Pasanggiri Tembang Sunda Cianjuran[4] yang diselenggarakan DAMAS.
Setelahnya, Ia mulai mencoba pop Sunda dengan mengeluarkan album. Tati memulai dengan duet bersama Zainal Combo dengan lagu “Hariring Kuring” dan “Sieuh-Sieuh” pada tahun 1970-an sampai Pop Sunda Country tahun 1987.[4]
Tati sempat bermain di sejumlah film antara lain Nyi Ronggeng, Biang Kerok, Si Kabayan, dan lain-lain.
Kehidupan pribadi
[sunting | sunting sumber]Keluarga
[sunting | sunting sumber]Ayahnya, Abdullah Saleh, adalah seorang seniman yang juga berprofesi sebagai Jawatan Kebudayaan Ciamis, Jawa Barat, sedangkan ibunya Tjarwita Djuariah adalah pengajar seni tari dan tembang.[1]
Tati menikah dengan Maman Sulaeman, dan memiliki iga orang anak yaitu Mutia Purnamawati, Budi Laksana dan Lia Mulyati Agustina.[5]
Pendidikan
[sunting | sunting sumber]Pendidikan formal Tati sewaktu SD dan SMP ditempuhnya di Ciamis. Sedangkan Sekolah Lanjutan Atas ditempuhnya di Konservatori Karawitan Bandung.[1] Tati masih ingat, pada waktu sekolah di KOKAR yang menjadi Kepala Sekolahnya adalah Daeng Soetigna.
Meninggal
[sunting | sunting sumber]Tati Saleh meninggal dunia pada 9 Februari 2006 dalam usia 61 tahun di RS Immanuel Bandung karena penyakit komplikasi luka lambung, vertigo dan terdeteksi penyakit diabetes. Ia dimakamkandi taman pemakaman keluarga di Ciamis.[5]
Filmografi
[sunting | sunting sumber]| Tahun | Judul | Peran | Catatan | Ref |
|---|---|---|---|---|
| 1973 | Biang Kerok Beruntung | [6] | ||
| 1977 | Dukun Beranak | [7] | ||
| 1980 | Bukan sandiwara | Taty Saleh | [8] | |
| 1981 | Gadis Marathon | [9] |
Diskografi
[sunting | sunting sumber]Album
[sunting | sunting sumber]| Tahun | Judul | Tipe | Catatan | Label |
|---|---|---|---|---|
| 1975 | Japin Sunda Pop | Album, Kaset | SM Recording | |
| 1977 | Dareuda Pop | Nova Recordings | ||
| Torotot Heong | ||||
| 1965 | Ke Alam Priangan | LP | ft Euis Komariah | Melody Records |
| Tati Saleh | Remaco Record | |||
| Si Kabayan Jadi Raja | Album, Kaset | Gemini Records | ||
| Degung Tamperan Ka Heman | bersama Degung Gentra Madya | SP Records | ||
| Sur-Ser | bersama Degung Gentra Madya | |||
| Kacapi Kroncon - Duh Indung / Tauco Cianjur | bersama Tadjudin Nirwan | |||
| Rasa Deudeuh | bersama Degung Gentra Madya | |||
| 1994 | Lindeuk Japati - Ronggeng Longser | |||
| Jaipongan Anyar - Kapaut Imut | ||||
| Genjlong Jaipong Vol. 1 | Kaset | |||
| Pop Country Sunda | Album, Kaset | |||
| Degung Naon Lepatna | bersama Degung Gentra Madya | |||
| Jaipongan Special Vol. 2 - Enjing Deui |
EP
[sunting | sunting sumber]- Tati Saleh (1966)[10]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 4 Amiril, Ferri (2023-04-10). "Mengenang Tati Saleh, Seniman yang Melegenda dari Zaman Presiden Soekarno". Tribunpriangan.com. Diakses tanggal 2026-01-22.
- ↑ Redaksi (2022-11-24). "Mengenang Tati Saleh, Srikandi Jaipong Sunda Era 70-an - Koropak.Co.ID". Diakses tanggal 2026-01-22.
- 1 2 "Bintang Panggung: Biografi Tati Saleh". Cintabuku.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-04-19. Diakses tanggal 2023-05-26.
- 1 2 Kautsar, Nurul (2024-01-19). "Mengenal Sosok Tati Saleh, Musisi Perempuan Legendaris Pelopor Musik Pop Sunda – Country". merdeka.com. Diakses tanggal 2026-01-22.
- 1 2 "Tati Saleh, Mantan Penari Istana Telah Tiada". Pikiran Rakyat. 10 Februari 2006. Diakses tanggal 2016-04-08.
- ↑ Biang Kerok Beruntung (The Lucky Trouble Maker), diakses tanggal 2026-01-22
- ↑ "Daftar lengkap pemeran dan kru Dukun Beranak". filmindonesia.or.id. Diakses tanggal 2026-01-22.
- ↑ "Bukan sandiwara Full cast & crew". www.imdb.com. Diakses tanggal 2026-01-22.
- ↑ "Gadis marathon". www.imdb.com. Diakses tanggal 2026-01-22.
- ↑ Tati Saleh in Discogs (dalam bahasa Inggris), 1966, diakses tanggal 2026-01-22
Bacaan lanjut
[sunting | sunting sumber]- Amilia, Aam (2001). Bintang Panggung: Biografi Tati Saleh. Bandung: Granesia.