Tao
| Bagian dari seri tulisan mengenai |
| Taoisme |
|---|
| Portal Taoisme |
Tao atau Dao (Hanzi: 道; Pinyin: Dào; harfiah: 'Jalan') adalah cara alami alam semesta, terutama sebagaimana dipahami dalam filosofi dan agama Asia Timur, khususnya sebagaimana dirumuskan dalam ajaran Taoisme, di mana Tao melambangkan sumber asal, pola, dan jalannya seluruh keberadaan.[1] Konsep ini diwakili oleh karakter Tionghoa 道, yang memiliki arti 'cara' atau 'jalan', terkadang juga diartikan sebagai 'doktrin' atau 'prinsip',[2] yang sebenarnya juga bukan definisi yang pas karena sifatnya yang sulit dijelaskan dan holistik sebagai sifat kealamian serta proses di mana kosmos berkembang tanpa paksaan.[1]
Dalam Tao Te Ching, ada sebanyak 74 kali huruf Tao digunakan.[3] Laozi menjelaskan bahwa Tao adalah sesuatu yang tidak terlukiskan, tidak berbentuk, abadi, tidak memiliki nama, melainkan sumber dari segalanya dan semacam tatanan atau kekuatan atau hukum yang mendasari bekerjanya alam semesta yang esensi utamanya sulit untuk dibatasi karena bersifat non-konseptual tetapi terbukti dalam keberadaan segala fenomena dan mahluk yang hidup.[4][5][6] Tao adalah "tak bernama secara abadi" dan harus dibedakan dari hal-hal bernama yang tak terhitung jumlahnya yang dianggap sebagai manifestasinya, realitas-realitas kehidupan sebelum dideskripsikan tentangnya.
Deskripsi dan konsep
[sunting | sunting sumber]Livia Kohn mendeskripsikan Tao sebagai “kekuatan kosmik yang mendasari alam semesta, yang menciptakan alam semesta, mendukung budaya dan negara, menyelamatkan yang baik dan menghukum yang jahat. Secara harfiah berarti 'jalan', Tao mengacu pada cara segala sesuatu berkembang secara alami, cara alam bergerak, dan makhluk hidup tumbuh dan menurun sesuai dengan hukum kosmik."[7] Tao pada akhirnya tak terlukiskan dan melampaui semua analisis dan definisi. Oleh karena itu, Tao Te Ching dimulai dengan: “Tao yang dapat diceritakan bukanlah Tao yang abadi."[7] Demikian juga, Louis Komjathy menulis bahwa para penganut Tao menggambarkan Tao sebagai ‘gelap’ (玄), ‘tidak jelas’ (惚), ‘kabur’ (恍), dan ‘sunyi’ (寞).[8]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 Chad, Hansen,. "Daoism". plato.stanford.edu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-12. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
- ↑ Zai, J (2015). Taoism and Science: Cosmology, Evolution, Morality, Health and more. Ultravisum. ISBN 978-0-9808425-5-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Wang 2010, hlm. 9.
- ↑ Tertulis dalam Ultra Supreme Elder Lord's Ultra Plainness Scripture :
Tao itu luas tak berbatas dan tanpa bentuk, tersembunyi dan tanpa nama. Di luar Langit dan Bumi, ia dalam dan tak terlihat. Di dalam Langit dan Bumi, ia melimpah dan penuh daya. Jalan itu hadir di mana-mana di antara Langit dan Bumi. - ↑ Tertulis dalam The Wonderful Scripture on the Constant Purity and Tranquility, Spoken by the Ultra Supreme Elder Lord :
Tao Agung, karena tak berbentuk, menciptakan langit dan bumi;
Tao Agung, karena tanpa emosi, mengatur matahari dan bulan;
Tao Agung, karena tak bernama, selamanya memelihara semua makhluk.
Aku tidak tahu namanya, dan dengan terpaksa menyebutnya "Tao". - ↑ Bab 34 Tao Teh Ching mengatakan :
Maha Tao mengalir, mengalir ke kiri ataupun ke kanan.
Segala makhluk bergantung padanya untuk hidup, dan tidak menolaknya; ketika tugasnya selesai.
Ia tidak mengklaim kepemilikan atas keberhasilan itu.
Ia menyelimuti dan memelihara semua makhluk, tetapi tidak menjadi tuan atas mereka. - 1 2 Kohn 2008, hlm. 20.
- ↑ Komjathy 2014, hlm. 2.
Daftar Pustaka
[sunting | sunting sumber]- Wang, Andri (2010), Dao De Jing: The Wisdom of Lao Zi, Gramedia Pustaka Utama (dipublikasikan 1 Juni 2010), ASIN B0D7PDKZ7C, ISBN 9786020333250
- Kohn, Livia (2008), Introducing Daoism, New York: Routledge, ISBN 9780415439985
- Komjathy, Louis (2014), Daoism: A guide for the Perplexed, Bloomsbury, ISBN 1441148159