Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Tanjung Benoa
Kelurahan
Negara  Indonesia
Provinsi Bali
Kabupaten Badung
Kecamatan Kuta Selatan
Pemerintahan
 • Lurah I Wayan Kembar, S.Sos.[1]
Kodepos 80361
Luas 2,39 km²
Jumlah penduduk

5.698 jiwa (2016)[2]

6.767 jiwa (2010)[3]
Kepadatan 2.832 jiwa/km²(2010)
Jumlah KK 1.303 KK
Situs web http://www.kutaselatan.badungkab.go.id/index.php/arsip-pariwisata/44/Kelurahan-Tanjung-Benoa
Suasana permainan wahana air di Tanjung Benoa.

Tanjung Benoa adalah sebuah kelurahan di wilayah Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, provinsi Bali, Indonesia.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Tanjung Benoa merupakan tempat wisata di Bali yang terkenal akan pantainya. Tempat ini juga merupakan surganya wahana air seperti banana boat, scuba diving, parasailing, rolling donut, seawalker, flying fish, snorkeling dll. Selain itu, terdapat pelayaran menuju Pulau Penyu tempat hidup dan penangkaran seekor kura-kura, ular, jalak bali, dan sebagainya.[4] Sehingga tidak salah kalau Tanjung Benoa dikenal sebagai pusat wisata bahari di Bali.

Aktifitas wahana air sangat tergantung dari kondisi pasang surut air laut yang dikenal istilah pasang purnama dan pasang tilem. Jika kena pengaruh bulan mati (tilem), atraksi wisata laut baru bisa dilangsungkan di atas pukul 11.00 hingga sore. Sebaliknya, kalau terkena pengaruh pasang purnama (bulan penuh), wisatawan bisa memulai aktivitas wisata tirta sejak pagi hari, sekitar pukul 09.00 hingga sore hari biasanya sampai jam 4 sore. Bibir pantai Tanjung Benoa memiliki laut yang aman, nyaman dan indah. Karang lautnya masih lestari, sehingga ombak akan pecah di luar, sebelum menyentuh bibir pantai. Karena itu, di pantai Tanjung Benoa dikenal istilah laut dangkal dan laut dalam.[5]

Pesisir pantai Tanjung Benoa mencakup tujuh lingkungan/banjar, enam di antaranya masuk wilayah Kelurahan Tanjung Benoa (Banjar Kerta Pascima, Anyar, Tengah, Purwa Santi, Panca Bhineka, dan Banjar Tengkulung), sedangkan Banjar Terora masuk wilayah Kelurahan Benoa. Luas keseluruhannya 400,39 hektar, 226,64 hektar di antaranya adalah luar wilayah Banjar Terora. Dengan demikian luas wilayah Tanjung Benoa hanya 173,75 hektar.[6]

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Penduduk kelurahan Tanjung Benoa sampai dengan tahun 2016, sebanyak 5.698 jiwa terdiri dari 2.858 laki-laki dan 2.840 perempuan dengan sex rasio 100. Tingkat kelahiran selama tahun 2016 sebanyak 91 jiwa dan kematian 37 jiwa. Tingkat migrasi tahun 2016 tercatat, 92 orang pindah dan 60 orang pendatang baru.[7]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]