Taaruf

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Taaruf adalah kegiatan berkunjung ke rumah seseorang untuk berkenalan dengan penghuninya.[butuh rujukan] Taaruf dapat menjadi langkah awal untuk mengenalkan dua keluarga yang akan menjodohkan salah satu anggota keluarga.[1] Taaruf dapat pula dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke pernikahan.

Sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan, taaruf berbeda dengan pacaran. Taaruf secara syar'i diperintahkan oleh Nabi Muhammad bagi pasangan yang ingin menikah.[butuh rujukan] Perbedaan antara pacaran dengan taaruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Menurut Islam, pacaran dianggap sebagai kesenangan yang tidak berlangsung lama, dan dianggap jalan menuju perbuatan zina dan maksiat.

Berikut ini dua sumber yang mengartikan kata taaruf :

1. Kata Taaruf di Al Quran

Kata taaruf dalam Al Quran salah satunya terdapat dalam surat Al Hujurat ayat 13 ini :

"Yaa ayyuhannaasu innaa khalaqnaakum min dzakarin wa untsaa wa ja'alnaakum syu'uubaw wa qabaaila lita'aarafu. Inna akramakum 'indallahi atqaakum. Innallaha 'aliimun khabiir."

Artinya :

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."

2. Kata Taaruf di Kamus Besar Bahasa Indonesia

Arti kata taaruf menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bisa dicek di website KBBI Daring (dalam jaringan/online) berikut ini : http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/kbbi/index.php ; masukkan kata ‘taaruf’, atau bisa juga ditemukan di link ini : http://kbbi.web.id/taaruf.

Hasilnya : 

ta·a·ruf Ar n perkenalan: para peserta musabaqah yg datang dr berbagai negara sahabat dan peserta dr dl negeri mengadakan pawai -- keliling kota 

Kedua sumber tersebut  mengartikan taaruf dalam maksud yang sama, yaitu saling mengenal atau perkenalan, berkenalan dalam artian yang luas. Namun, belakangan ini makna taaruf semakin menyempit, banyak yang memaknainya sebagai ikhtiar perkenalan menuju pernikahan. Padahal, sekedar menanyakan nama seseorang pun sudah termasuk aktivitas taaruf, yaitu aktivitas mengenal nama orang tersebut.

Jadi, tinggal sesuaikan saja makna taaruf ini dengan konteks yang ada. Apabila digunakan dalam ‘pawai taaruf’ atau ‘pekan taaruf mahasiswa baru’, tentunya yang dimaksud adalah perkenalan dalam artian luas, bukan ajang perjodohan antar peserta pawai atau perjodohan antar mahasiswa baru. Sedangkan makna taaruf yang banyak digunakan masyarakat saat ini memang cenderung diartikan taaruf menuju pernikahan atau taaruf pranikah, ditulis taaruf saja untuk memudahkan penyebutan.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Taaruf, mencari pasangan hidup secara Islami". merdeka.com. Diakses tanggal 22 Januari 2017. 

2. http://kbbi.web.id/taaruf

Pranala luar[sunting | sunting sumber]