Satrio Arismunandar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Satrio Arismunandar (lahir di Semarang, 11 April 1961; umur 56 tahun) adalah aktivis gerakan mahasiswa dan pendiri Aliansi Jurnalis Independen (AJI) pada tahun 1994. Sebuah organisasi pers yang melakukan perlawanan terhadap rezim Soeharto. Di AJI inilah ia berjuang untuk tegaknya kebebasan pers, menolak pembredelan dan menentang represi rezim Soeharto. Keterlibatannya di AJI dan dunia perburuhan mengakibatkan dirinya dipaksa mundur dari Harian Kompas pada tahun 1995.[1]

Pendidikan dan Aktivitas Kemahasiswaan[sunting | sunting sumber]

Satrio Arismunandar adalah anak pertama dari enam bersaudara Keluarga Wiharto Arismunandar. Lulus dari SMAN 14, Jakarta Timur tahun 1980, dan lulus dari Jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) tahun 1989. Ayahnya, yang perwira menengah TNI Angkatan Udara, meninggal dunia karena sakit hanya sekitar 10 hari sejak Satrio lulus dari UI. Aktivitas Satrio sebagai mahasiswa sangat beragam. Pernah menjadi anggota Badan Perwakilan Mahasiswa FTUI, pengurus Ikatan Mahasiswa Elektro, pencinta alam Kamuka Parwata FTUI, Resimen Mahasiswa Batalyon UI, redaksi Suratkabar Kampus Warta UI, dan pengurus Masjid Arief Rachman Hakim UI di Salemba. Pernah separuh mengikuti masa penerimaan calon anggota (HMI) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) 1981 dan menjadi anggota ISAFIS (The Indonesian Student Association for International Studies), meski akhirnya ia lebih memusatkan diri pada aktivitas pers kampus.

Sesudah sekian lama berkarier sebagai jurnalis (1986-1995), ia melanjutkan studi S-2 di Program Studi Pengkajian Ketahanan Nasional (PKN) UI dan lulus Agustus 2000. Tesisnya "Peran Pers Mahasiswa dalam Gerakan Mahasiswa 1998: Studi Kasus Buletin Bergerak! Menjelang Berhentinya Presiden Soeharto" dijadikan bahan bagi penulisan buku ini.

Pengalaman Jurnalistik[sunting | sunting sumber]

Sejak masih kuliah, Satrio sudah berkarier sebagai penulis freelance (1981-1986), wartawan Harian Pelita (1986-1988), Harian Kompas (1988-1995), Majalah D&R (1997-Maret 2000), dan Asisten Ketua Litbang Media Indonesia (Maret 2000 – Maret 2001). Sebagai wartawan Kompas, ia pernah menjadi "spesialis politik Timur Tengah dan konflik internasional" sejak meliput Perang Teluk di Irak dan konflik di Bosnia-Herzegovina.

Dia sekarang bekerja di televisi [2]

Negara yang pernah ia kunjungi dalam tugas jurnalistik adalah: Jepang (1990), Hong Kong (1990), Mesir (1990, 1991, 1992, 1993), Yordania (1990, 1991, 1993), Irak (1991), Israel/Palestina (1990, 1993), India (1991), Sri Lanka (1991), Singapura (1991), Amerika Serikat (1991), Iran (1992), Slovenia (1992), Libya (1992), Austria (1992), Rusia (1993), Kroasia (1992, 1994), Bosnia-Herzegovina (1994), Jerman (1994), Swedia (1995), Swiss (1995), Spanyol (1997), dan Filipina (1999).

Perlawanan di AJI dan SBSI[sunting | sunting sumber]

Satrio dipaksa mundur dari Harian Kompas –yang mendapat tekanan dari Departemen Penerangan dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)-- tahun 1995, karena keterlibatannya dalam aksi memprotes pembreidelan DeTik, Editor, dan Tempo (21 Juni 1994). Penyebab lain, yang membuat namanya dimasukkan dalam "daftar hitam" rezim Soeharto dan membuatnya sulit bekerja di media massa adalah perannya dalam ikut mendirikan organisasi perlawanan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) pada 7 Agustus 1994 dan keterlibatannya sebagai aktivis buruh di Sektor Pers, Penerangan dan Grafika (PPG) Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI). Satrio mengisi penuh waktunya dengan menjadi Sekjen AJI (1995-97) dan pernah menjadi salah satu Ketua DPP SBSI, ketika Ketua Umum DPP SBSI Muchtar Pakpahan masuk penjara. Ia mendirikan Yayasan Jurnalis Independen (YJI) bersama sejumlah pendiri AJI pada tahun 2000, yang menerbitkan buletin media watch Telisik. Sementara kariernya di Media Indonesia tidak berlanjut, karena ia dituding sebagai "aktor intelektual' di balik upaya mendirikan serikat pekerja pers di grup penerbitan tersebut.

Di dunia akademis, Satrio pernah menjadi Dosen Tamu di Jurusan Hubungan Internasional, FISIP-UI (1993), dan terlibat dalam penelitian Polisi yang Profesional dan Mandiri bersama Forum Wacana UI (1999-2000). Terakhir menjadi dosen Public Relations di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Kawula Indonesia (Stiakin), Jakarta Timur (2001).

Buku dan karya tulis lain[sunting | sunting sumber]

Karya berupa buku yang pernah diterbitkan: Megawati, Usaha Taklukkan Badai (Ditulis bersama Agus Harimulyana, Penerbit Mboro Kinasih, Jakarta, 1999); Di Bawah Langit Jerusalem (Penerbit Yayasan Abu Dzarr al-Giffari, Jakarta, 1995); Catatan Harian dari Baghdad (Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1991).

Kontributor tulisan untuk buku : Panduan Parlemen Indonesia (Penerbit Yayasan API, Jakarta, 2001); Indonesia Masa Transisi: Persepsi Media Indonesia & Australia (Australian Studies Centre Publishing, Jakarta, 2001); Pers dalam “Revolusi Mei”: Runtuhnya Sebuah Hegemoni (PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2000); 5 th Aliansi Jurnalis Independen: Tetap Independen! (Aliansi Jurnalis Independen, Jakarta, 1999); 48 Profil Ketua Umum Parpol RI (PT Kreasi Karya Wiguna dan Penerbit Nias, Jakarta, 1999); Suara Mahasiswa Universitas Indonesia: Menyelamatkan Indonesia (Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 1999); Broadcasting in Asia (The Alliance of Independent Journalists & Institute for The Studies on Free Flow of Information, Jakarta, 1997); Perubahan Tanpa Gejolak: Menuju Sidang Umum MPR-RI (Upaya Warga Negara, Jakarta, 1997); Kebebasan Cendekiawan, Refleksi Kaum Muda (Yayasan Bentang Budaya dan Pustaka Republika, Yogyakarta, 1996); Issue dan Igauan dari Salemba II (Badan Otonom Economica FEUI, Jakarta, 1995); Agama, Demokrasi, & Keadilan (PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1993); Palestina: Solidaritas Islam dan Tata Politik Dunia Baru (Pustaka Hidayah, Jakarta, 1992); Menegakkan Demokrasi: Pandangan Sejumlah Tokoh dan Kaum Muda Mengenai Demokrasi di Indonesia (Yayasan Studi Indonesia, Jakarta, 1989); Kesaksian Kaum Muda (Yayasan Studi Indonesia, Jakarta, 1988).

Referensi[sunting | sunting sumber]