Ringhal

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Ringhal
Elapidae - Hemachatus haemachatus.JPG
Hemachatus haemachatus
Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Subfilum: Vertebrata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Elapidae
Subfamili: Elapinae
Genus: Hemachatus
Fleming, 1822
Nama binomial
Hemachatus haemachatus
(Bonnaterre, 1790)
Sinonim

Ringhal adalah sejenis ular sendok suku Elapidae. Ular ini terdapat di Afrika bagian selatan. Ular ini berkerabat dekat dengan ular sendok dari genus Naja spp..[3]

Pengenalan[sunting | sunting sumber]

Tubuh ular ini berwarna hitam kecokelatan dengan belang-belang kecil berwarna cokelat pucat melintang. Panjang tubuhnya antara 90 - 110 cm.[3] Perbedaan ringhal dengan ular sendok sejati adalah penampang badannya yang berlunas. Susunan sisik pada tubuhnya sebagai berikut:[4]

Ringhal dari Afrika Selatan
  • sisik punggung (dorsal) berlunas[5]
  • 17–19 baris sisik dorsal di tubuh bagian tengah
  • 116–150 sisi ventral
  • sisik anal saling bersinggungan
  • 30–47 sisik subkaudal
  • 7 sisik labial atas
  • labial atas terdapat 3-4 sisik yang melalui mata
  • 1 sisik preokular (seringkali berjumlah 3)
  • 3 sisik postokular
  • 8–9 sisik labial bawah

Kebiasaan[sunting | sunting sumber]

Ketika merasa terganggu

Ular ini memiliki banyak mangsa, biasanya memburu bangkong, namun juga mamalia kecil, amfibia, dan reptilia lain.[6] Jika terganggu, ular ini akan mengangkat kepala, mengembangkan lehernya dan menyemburkan bisa ke arah mata pengganggunya. Bisa ular ini menyebabkan kebutaan dan dapat membahayakan jika tidak segera diobati.

Reproduksi[sunting | sunting sumber]

Ringhal berkembangbiak dengan melahirkan (ovovivipar). Jumlah bayi yang lahir biasanya antara 20-35 ekor, namun pernah ditemukan jumlah ular muda sampai 65 ekor.[3][4]

Penyebaran[sunting | sunting sumber]

Ular ini tersebar di Afrika Selatan, di daerah Provinsi Tanjung dan populasi yang kecil di Zimbabwe dan Mozambik.[3]

Habitat dan populasi[sunting | sunting sumber]

Habitat ular ini adalah padang rumput (sabana) dan tanah terbuka di dalam hutan. Meskipun terkadang ditemui juga di tempat basah. Ular ini adalah satu-satunya jenis dari marga Hemachatus, sejauh ini belum diketahui adanya jenis baru ataupun anak jenis. Populasi ular ini sudah mulai langka, karena banyak orang yang merusak habitatnya dan memburunya untuk diambil daging dan bisanya.[6][4]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Boulenger, G.A. 1896. Catalogue of the Snakes in the British Museum (Natural History). Volume III., Containing the Colubridæ (Opisthoglyphæ and Proteroglyphæ)... Trustees of the British Museum (Natural History). London. p. 389.
  2. ^ The Reptile Database. www.reptile-database.org.
  3. ^ a b c d S. Hunter (2000). "Venomous Reptiles". 
  4. ^ a b c R. Mastenbroek (2002). "Rinkhals". 
  5. ^ Branch, Bill. 2004. Field Guide to Snakes and Other Reptiles of Southern Africa, Third Revised edition, Second impression. Ralph Curtis Books. Sanibel Island, Florida. 400 pp. ISBN 0-88359-042-5.
  6. ^ a b B. Branch (1988). Field Guide to the Snakes and Other Reptiles of southern Africa. Struik, Cape Town. 

Informasi lainnya[sunting | sunting sumber]