Ratik Tagak

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Tradisi ratik tagak.

Ratik tagak adalah tradisi keagamaan masyarakat Minangkabau di Pariangan, Tanah Datar, Sumatra Barat. Tradisi ini dirayakan setelah menjalankan Puasa Sunnah selama enam hari setelah hari raya Idul Fitri. Mereka berziarah ke makam leluhur sambil memanjatkan doa dan berzikir bersama.[1] Dalam bahasa Indonesia, ratik tagak berarti zikir berdiri, karena dalam tradisi ini, warga melakukan zikir sambil berdiri dan menggoyang-goyangkan badan.[2]

Selain di Sumatra Barat, tradisi ini juga ditemukan pada masyarakat Minangkabau perantauan di Kerinci, Jambi, dan Rokan Hulu, Riau.[3] Pada tahun 2018, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud menetapkan tradisi ini sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.[4]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Ratik Tagak, Tradisi Warga Sikaladi Pariangan". Liputan 6. 26 Oktober 2007. Diakses tanggal 24 Februari 2019. 
  2. ^ "TRADISI MANDOA KATOMPAT DAN RATIK TAGAK ..." Universitas Riau. 21 Juni 2017. Diakses tanggal 24 Februari 2019. 
  3. ^ "Mengenal Tradisi Ratik Tagak yang Jadi Viral di Medsos". Detik News. Juni 2018. Diakses tanggal 24 Februari 2019. 
  4. ^ "Ratik Bosa/ Ratik Tagak". Kemdikbud.go.id. Mei 2018. Diakses tanggal 24 Februari 2019.