Puasa Sunnah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Ajaran Islam mengajarkan untuk menjalankan ibadah sunnah seperti puasa sunnah

Puasa sunnah menurut ajaran Islam merupakan salah satu bagian ibadah sunnah yang dilakukan untuk mendapatkan cinta atau kasih sayang Allah SWT.[1] Menurut ajaran Islam puasa sunnah merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan.[1] Menurut ajaran Islam dengan melaksanakan puasa sunnah seseorang dapat mendapatkan beberapa keuntungan yaitu keuntungan untuk menjadi orang-orang yang disayangi Allah.[1] Dengan puasa sunnah seseorang bisa sehat dan kuat.[1] Menurut Nabi Muhammad SAW, Allah mencintai orang beriman yang sehat dan kuat daripada daripada orang beriman yang lemah (HR Muslim dari Abu Hurairah ra).[1] Salah satu puasa sunnah yang dikenal dalam ajaran islam yaitu puasa senin kamis.[1] Dalam menjalankan puasa sunnah seperti puasa senin kamis harus memasang niat untuk mendapatkan kasih sayang Allah dan puasa sunnah yang dilakukannya juga atas dasar cinta kepada Allah.[1] Orang yang melaksanakan atau menjalankan puasanya sunnah merupakan atas dasar kehendak diri mereka sendiri jika ingin berpuasa dan jika tidak boleh dibatalkan walau pun tanpa halangan.[2]

Puasa sunnah terasa lebih berat dari pada puasa wajib, sebab kalau puasa wajib, kita merasa "terpaksa". Apalagi puasa sunnah yang kategorinya sebagai puasa "ikut", seperti puasa tarwiyah dan arafah. Disebut sebagai puasa "ikut", karena kita berpuasa tarwiyah dan arafah, berdasarkan pelaksanaan haji bagi orang Islam yang sedang berhaji. Ada juga puasa sunnah yang terasa seperti puasa wajib, sehingga pengamal merasa sebagai puasa wajib, merasa "terpaksa" harus menjalankannya. Puasa sunnah semacam ini, biasanya dilatarbelakangi keinginan tertertu, misalnya sebagai persyaratan ritual keilmuan tertentu.

Namun apapun bentuk puasa, wajib ataupun sunnah, seperti puasa tarwiyah dan arafah, semuanya akan dapat dijalankan. Puasa wajib ataupun sunnah dapat dilaksanakan oleh siapa saja atau semua orang. Ada dua syarat utama yang harus dipenuhi agar kita bisa dan mampu berpuasa. Yaitu; Pertama, adanya kemauan dan niat. Kedua, bersahur diakhir waktu.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g Asrar Mabrur Faza.2010.Mengapa Harus Puasa Senin Kamis?. Penerbit:Qultum Media.60-65
  2. ^ Adil Sa'di.2006.FIQHUN-NISA-SYIYAM-ZAKAT-HAJI. Penerbit:PT Mizan Publika.71