Pustaka Rajya Rajya i Bhumi Nusantara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Sampul buku terbitan Departemen P dan K, Bandung.

Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara, adalah sebuah karya sastra dalam bahasa Jawa Kuno yang berasal dari Cirebon. Konon karya sastra ini merupakan bagian dari Naskah Wangsakerta yang diprakarsai oleh Panitia Pangeran Wangsakerta.

Isi buku[sunting | sunting sumber]

Isi buku ini terutama mengenai sejarah, dan terutama sejarah kerajaan-kerajaan di bumi Nusantara, seperti disebut dalam judulnya.

Pustaka Rajya Rajya i Bhumi Nusantara dibagi ke dalam lima "parwa" (bab), yang masing-masing berjudul tersendiri:

  1. Pustaka Kathosana Rajyarajya i Bhumi Nusantara
  2. Pustaka Rajyawarnana Rajyarajya i Bhumi Nusantara
  3. Pustaka Kertajaya Rajyarajya i Bhumi NUsantara
  4. Pustaka Rajakawasa Rajyarajya i Bhumi Nusantara
  5. Pustaka Nanaprakara Rajyarajya i Bhumi Nusantara

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1970-an, para ahli sejarah dan arkeologi terkejut dengan penemuan Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara yang merupakan bagian dari Naskah Wangsakerta. Lantaran, isinya yang begitu jelas dan terperinci menceritakan sejarah Nusantara, dari peradaban purba hingga masa kerajaan Islam.

Sehubungan dengan paparan mengenai tokoh Pangeran Wangsakerta dan karyanya, ada beberapa catatan yang mungkin cukup mendasar dan karenanya patut dikemukakan, terutama yang berkenaan dengan kegiatan Pangeran Wangsakerta dalam penyusunan dan penulisan naskah Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara.

Naskah ini sempat mengejutkan para peneliti sejarah dan arkeologi. Hal ini dikarenakan dalam naskah tersebut disebutkan adanya pembagian zaman yang dimulai dari pencatatan era purba, sampai masa era mereka. Mereka menulis meliputi masa dari 1.000.000 tahun sebelum Śaka, kemudian disambung dengan masa awal sejarah Nusantara lewat pembagian yuga (babak).

Pada masa 1.000.000 hingga 600.000 sebelum Śaka, Nusantara berisi makhluk manusia yang menyerupai setengah hewan. Di waktu yang sama, ada juga makhluk yang menyerupai kera tingal di pepohonan, gua, gunung, dan pinggir sungai, yang suka membunuh sesama tanpa senjata. Dari naskah ini dapat diketahu penjelasan mengenai manusia yang menyerupai kera telah ditulis pada abad ke-17 akhir. Mengingat pengetahuan manusia setengah kera, seperti itu baru mulai diungkap lewat Teori Evolusi oleh Charles Darwin dari Inggris, dua abad setelahnya.

Pada yuga kelima terjadi perpindahan bangsa dari utara dalam beberapa gelombang. Panitia Wangsakerta menanggalinya dari 10.000 hingga 200 sebelum Śaka. mereka datang dengan alasan yang bermacam-macam, mulai dari lari dari perang, hingga mencari pekerjaan dan tanah subur untuk kehidupan.

Naskah ini juga membuat peradaban kerajaan Nusantara lebih awal daripada yang diperkirakan para ahli sebelumnya. Dalam naskah itu menyebutkan beberapa keberadaan kerajaan sebelum Kerajaan Kutai dan Tarumanagara, dan menyebut adanya Kerajaan Salakanagara yang didirikan di abad pertama masehi oleh Dewawarman seorang pedagang yang datang dari India. Di samping adanya masalah-masalah yang berkaitan dengan penyusunan naskah tersebut. Penelitian akan naskah ini masih berjalan hingga kini.

Rujukan[sunting | sunting sumber]