Petrus Canisius Mandagi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Mgr. Petrus Canisius Mandagi M.S.C.
Uskup Amboina
Mgr. Petrus Canisius Mandagi.jpg
Gereja Gereja Katolik Roma
Keuskupan Amboina
Ditunjuk 10 Juni 1994
(22 tahun, 78 hari)
Pendahulu Andreas Peter Cornelius Sol, M.S.C.
Penugasan
Penahbisan 18 Desember 1975[1]
(40 tahun, 253 hari)
Konsekrasi 18 September 1994
(21 tahun, 344 hari)
oleh Andreas Peter Cornelius Sol, M.S.C.
Data diri
Nama lahir Petrus Canisius Mandagi
Lahir 27 April 1949 (umur 67)
Bendera Indonesia Kamangta, Tombulu, Minahasa, Sulawesi Utara, Indonesia
Kewarganegaraan  Indonesia
Denominasi Katolik Roma
Kediaman Keuskupan Amboina
Posisi sebelumnya
  • Provinsial MSC Indonesia (1990–1994)
Moto Nil Nisi Christum (Galatia 2:20)
(Tidak ada apapun selain Kristus)
Lambang {{{coat_of_arms_alt}}}

Mgr. Petrus Canisius Mandagi, M.S.C. (lahir di Kamangta, Tombulu, Minahasa, Sulawesi Utara, 27 April 1949; umur 67 tahun) adalah Uskup Petahana Keuskupan Amboina yang telah menjabat sejak terpilih pada 10 Juni 1994.

Latar belakang dan pendidikan[sunting | sunting sumber]

Mandagi menjalani pendidikan sekolah dasar di SD Katolik Kamangta sejak tahun 1954 hingga tamat 1960. Setelah lulus, ia meneruskan pendidikan di Seminari Menengah Kakaskasen, Tomohon hingga tahun 1967, dilanjutkan dengan pendidikan filsafat dan teologi di Seminari Tinggi Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara hingga tahun 1975.

Karya[sunting | sunting sumber]

Ia ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 18 Desember 1975 di Manado. Setelah tahbisan, ia diangkat menjadi socius sekaligus pembina para calon anggota tarekat MSC di Karanganyar sejak 1976 hingga 1977. Ia kemudian ditugaskan Pastor Paroki Gereja Bunda Hati Kudus, Kemakmuran, Jakarta hingga tahun 1978.

Ia kembali menjalani studi, kali ini di Leuven, Belgia sejak tahun 1978 hingga 1981, dan meraih gelar MA dalam Religios Studies pada tahun 1979 dan Lisensiat dalam Teologi Dogmatik pada tahun 1981. Sekembalinya ke Indonesia, ia ditugaskan menjadi dosen dogmatik di Seminari Tinggi Pineleng hingga tahun 1990. Antara tahun 1981 hingga 1982, ia juga kembali bertugas sebagai socius sekaligus pembina calon imam MSC, dan pada tahun 1982 hingga 1990 ia menjadi superior pembina Skolastikat MSC.

Sejak 1990 hingga 1994, ia menjadi Provinsial Provinsi MSC Indonesia. Pada 10 Juni 1994, Mgr. Mandagi ditunjuk oleh Paus Yohanes Paulus II untuk meneruskan kepemimpinan Mgr. Andreas Peter Cornelius Sol, M.S.C. di Keuskupan Amboina. Mgr. Sol kemudian menjadi Penahbis Utama baginya, dengan didampingi oleh Uskup Auksilier Amboina bergelar Uskup Tituler Apisa Maius, Mgr. Josephus Tethool, M.S.C. dan Uskup Auksiler Ujung Pandang bergelar Uskup Tituler Amantia, Mgr. Johannes Liku Ada'.[2]

Ia menjalankan kepemimpinan dengan langsung turun ke lapangan dalam menanggapi berbagai masalah yang ada.[3] Ia menaruh juga fokus perhatian pada pendidikan calon imam, serta pendidikan pada umumnya termasuk juga pendidikan umat. Selian itu, ia juga menempatkan kesehatan sebagai masalah utama umat dan masyarakat. Ia juga melihat betapa pentingnya Gereja terlibat dalam kehidupan dan pendidikan politik.[4]

Dalam kapasitasnya sebagai Anggota KWI, ia pernah duduk sebagai Ketua Komisi Kateketik (1997–2003), Anggota Presidium KWI (2000–2003), Ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian dan Pastoral Perantau (2003–2009), dan Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan sekaligus Anggota Presidium KWI (2009–2015).[5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Jabatan Gereja Katolik
Didahului oleh:
Andreas Peter Cornelius Sol, M.S.C.
Uskup Amboina
10 Juni 1994kini
Petahana