Pesawat angkut militer

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Pesawat angkut militer Antonov An-124 droping barang ke truk YA DAF 4440/4442

Pesawat angkut militer adalah pesawat angkut yang umumnya digunakan untuk mengangkut barang keperluan militer, kendaraan perang, ataupun senjata, juga mengangkut personel tentara.

Pesawat Angkut yang dikenal untuk kalangan militer misalnya C 130 Hercules, C 17 Globemaster III, C 5 Galaxy, dan C 141 Starlifter. Pesawat angkut sipil yang dibuat untuk versi militer misalnya An 124 dan An 225, Il 76.

Pada umumnya pesawat angkut versi militer sering dimodifikasi menjadi pesawat tanker untuk keperluan pengisian bahan bakar di udara, pesawat ataupun pesawat peringatan dini (AWACS) dengan menambahkan peralatan peralatan yang diperlukan.

Berbagai pesawat pengangkut militer[sunting | sunting sumber]

Pesawat pengisi bahan bakar di udara[sunting | sunting sumber]

Pesawat Airbus A310 MRTT milik Angkatan Udara Jerman yang akan melakukan pengisian bahan bakar di udara.

Helikopter angkut[sunting | sunting sumber]

Helikopter angkut militer adalah jenis helikopter untuk melakukan transportasi barang maupun personel, maupun kombinasi dari keduanya.

Helikopter angkut militer digunakan di tempat-tempat di mana penggunaan pesawat konvensional tidak mungkin dilakukan. Helikopter dapat memudahkan manuver pasukan khusus, seperti abseiling dan roping. Helikopter juga memiliki kemampuan melayang-layang, dan juga sangat baik untuk beroperasi di daerah padat pemukiman, maupun di daerah hutan.

Tidak semua militer mampu mengoperasikan berbagai helikopter angkut sehingga jenis transportasi menengah sebagai kompromi yang paling berguna mungkin adalah yang paling umum jenis spesialis transportasi. Helikopter transportasi umumnya mampu menggerakan sampai ke satu peleton infanteri dan mampu mampu mengangkut artileri derek atau kendaraan ringan baik secara internal maupun sebagai peran di perut dari helikopter. Berbeda dengan helikopter serbu mereka biasanya tidak diharapkan untuk mendarat langsung di zona pertempuran, tetapi digunakan untuk memperkuat dan memasok gelombang serangan awal. Contohnya termasuk versi bersenjata dari Mil Mi-8, Super Puma, dan CH-46 Sea Knight.