Perilaku seksual berisiko

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Perilaku seksual berisiko adalah kegiatan seksual yang akan meningkatkan peluang seseorang yang melakukannya terkena atau menularkan penyakit menular seksual (PMS)[1] atau menyebabkan kehamilan. Perilaku seksual berisiko dapat berarti dua hal yaitu perilaku itu sendiri atau deskripsi perilaku dari pasangan. Perilaku tersebut dapat berupa hubungan seks melalui vagina, oral, atau anal. Pasangan yang dilibatkan dapat merupakan pasangan noneksklusif, positif HIV, atau pengguna narkoba suntikan.[2] Penggunaan narkoba itu sendiri juga memiliki kaitan dengan perilaku seksual berisiko.[3]

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Beberapa perilaku seksual berisiko di antaranya adalah:[4][5]

  • Seks tanpa menggunakan tanpa pengaman (seperti kondom)
  • Kontak antara mulut dan kelamin tanpa pengaman
  • Memulai aktivitas seksual pada usia muda
  • Bergonta-ganti pasangan seks
  • Seks anal tanpa pengaman
  • Berhubungan seks dengan pasangan yang pernah menggunakan narkoba suntik
  • Terlibat dalam pekerjaan seks
  • Memiliki pasangan yang melakukan perilaku seksual berisiko

Perilaku lainnya seperti penggunaan kondom yang tidak konsisten, penggunaan alkohol, penyalahgunaan narkoba, depresi, kurangnya dukungan sosial, status narapidana, tinggal bersama pasangan, serta pernah menjadi korban pelecehan seksual juga memiliki kaitan terhadap perilaku seksual berisiko. Akan tetapi, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah faktor-faktor tersebut memiliki hubungan sebab akibat dengan perilaku seksual berisiko atau tidak.[6][7] Selain itu, perilaku lainnya seperti penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang sangat meningkatkan risiko terhadap penyakit lain seperti gonorea, klamidia, trikomoniasis, hepatitis B, dan HIV/AIDS. Trauma dari seks anal juga telah diidentifikasi sebagai perilaku seksual berisiko.[8] Remaja dapat memiliki kehidupan seks yang aktif namun tanpa disertai pengetahuan yang cukup mengenai pencegahan penularan PMS atau kehamilan. Perilaku seksual berisiko juga dapat memunculkan risiko penyakit lain selain PMS seperti kanker serviks, kehamilan ektopik, hingga infertilitas.[2]

Intervensi[sunting | sunting sumber]

Pengurangan risiko kesehatan seksual dapat mencakup latihan motivasi, berbicara dengan tegas mengenai seks, serta pendidikan dan intervensi mengenai seks dan kesehatan reproduksi. Konseling dapat diterapkan bagi orang dengan kesehatan mental yang buruk untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, seta perilaku dalam berhubungan seks yang dapat berpengaruh terhadap pengurangan perilaku seksual berisiko.[5]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Dimbuene, Zacharie Tsala; Emina, Jacques B.O.; Sankoh, Osman (2014). "UNAIDS 'multiple sexual partners' core indicator: promoting sexual networks to reduce potential biases". Global Health Action. 7 (1): 23103. doi:10.3402/gha.v7.23103. ISSN 1654-9716. PMC 3955766alt=Dapat diakses gratis. PMID 24647127. 
  2. ^ a b Hall, Peter A.; Holmqvist, Maxine; Sherry, Simon B. (2004). "Risky Adolescent Sexual Behavior: A Psychological Perspective for Primary Care Clinicians". Topics in Advanced Practice Nursing eJournal. 
  3. ^ Frayer, Cheryl D; Hirsch, Rosemarie; et al. (2007). "Advance Data From Vital and Health Statistics, Drug Use and Sexual Behaviors Reported by Adults in the United States, 1999 – 2002" (PDF). Centers for Disease Control and Prevention, National Center for Health Statistics. Diakses tanggal 2017-04-21. 
  4. ^ "High Risk Sexual Behaviour". British Columbia, HealthLinkBC. May 27, 2016. Diakses tanggal April 21, 2017. 
  5. ^ a b Pandor, Abdullah; Kaltenthaler, Eva; Higgins, Agnes; Lorimer, Karen; Smith, Shubulade; Wylie, Kevan; Wong, Ruth (2015). "Sexual health risk reduction interventions for people with severe mental illness: a systematic review". BMC Public Health. 15 (1): 138. doi:10.1186/s12889-015-1448-4. PMC 4330652alt=Dapat diakses gratis. PMID 25886371. 
  6. ^ Engstrom, M, Winham, KM, & Gilbert, L. Types and characteristics of childhood sexual abuse: How do they matter in HIV sexual risk behaviors among women in methadone treatment in New York City? Substance Use & Misuse, 2016; 51:3, 277-294
  7. ^ Icard LD, Jemmott, John B., I., II, Teitelman A, O’Leary A, Heeren GA. Mediation effects of problem drinking and marijuana use on HIV sexual risk behaviors among childhood sexually abused South African heterosexual men. Child Abuse & Neglect, 2014; 38(2): 234-242
  8. ^ Potter, Patricia (2013). Fundamentals of nursing. St. Louis: Mosby Elsevier. hlm. 386. ISBN 9780323079334.