Bareback (seks)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Istilah bareback merujuk pada tidak digunakannya pengaman seperti kondom (gambar) saat seks.

Bareback adalah istilah slang yang digunakan untuk menyebut aktivitas seksual fisik, terutama penetrasi, yang dilakukan tanpa menggunakan kondom.[1] Istilah ini paling banyak digunakan dalam pembahasan seks anal tanpa menggunakan kondom pada lelaki seks lelaki. Bareback cenderung dibedakan dari seks tanpa pengaman pada umumnya karena kondom memang secara sengaja tidak digunakan.[2][3] Kata bareback itu sendiri pada bahasa Inggris merupakan sebutan untuk kegiatan berkuda tanpa pelana.

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Tidak diketahui sejak kapan istilah bareback digunakan sebagai sebuah slang tentang seks. Sebagai slang, istilah ini pertama kali muncul dalam media cetak pada tahun 1968 dan ramai digunakan pada penghujung dekade 1960-an.[4] Istilah ini digunakan oleh para GI selama Perang Vietnam yang menyebut seks tanpa menggunakan kondom sebagai going in ("masuk") atau riding bareback ("berkuda tanpa pelana").[5] Istilah ini juga ditemukan dalam buku tahun 1972 berjudul Playboy's Book of Forbidden Words: A Liberated Dictionary of Improper English.[6]

Istilah ini kemudian muncul dalam konteks aktivitas seksual dan epidemi AIDS. Bareback tidak digunakan luas dalam budaya LGBT sebelum tahun 1997 ketika terdapat peningkatan diskusi tentang seks tanpa kondom pada terbitan cetak.[7]

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Kemunculan bareback seagai sebuah fenomena pada orang gay tahun 1990-an menjadi topik hangat dalam majalah-majalah seperti The Advocate, Genre, dan Out.[8] Banyak dari artikel yang mengkhawatirkan popularitas seks bareback dan menyebutnya sebagai perilaku yang tidak bertanggung jawab, walaupun terdapat kurang lebih sepertiga populasi pria gay yang melakukan seks bareback.[8] Sebuah artikel di The Body menyebutkan beberapa alasan mengapa barebacking semakin diterima pada kalangan orang gay seperti karena anggapan baru bahwa HIV/AIDS adalah penyakit yang dapat diobati, atau karena pengetahuan seks yang kurang, penggunaan narkoba saat seks, atau bareback sebagai sebuah fetis.[9] Diskusi tentang bareback kala itu kebanyakan membahas tentang seks tanpa kondom yang dilakukan antara dua laki-laki positif HIV. Hal tersebut tidak menimbulkan risiko menginfeksi orang negatif HIV (meskipun dapat menyebabkan infeksi jenis HIV baru).[10]

Tidak menggunakan kondom saat berhubungan seks membuat munculnya peluang infeksi penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS. Sebuah penelitian tahun 2005 menemukan bahwa peningkatan kepopuleran bareback menyebabkan peningkatan infeksi penyakit menular seksual di kalangan lelaki seks lelaki (LSL). Penelitian tersebut menemukan bahwa dari 448 pria, hampir separuhnya mengatakan bahwa mereka pernah melakukan seks bareback dalam tiga bulan terakhir. Dalam penelitian lain, jumlah pria yang pernah melakukan seks bareback lebih sedikit ketika aktivitas tersebut didefinisikan sebagai, "hubungan seks anal tanpa kondom bukan dengan pasangan utama". Dengan memakai definisi ini, hanya 14% dari 390 pria yang menyatakan pernah melakukan seks bareback dalam dua tahun terakhir. Ditemukan pula bahwa LSL positif HIV lebih sering berhubungan seks tanpa kondom dibandingkan dengan LSL negatif HIV.[11]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Partridge, Eric; Dalzell, Tom; Victor, Terry (2006), The New Partridge Dictionary of Slang and Unconventional English: A-I, Taylor & Francis, hlm. 92, ISBN 978-0-415-25937-8, Bareback - to engage in sex without a condom. 
  2. ^ Drescher, Jack; Halkitis, Perry; Wilton, Leo (2006). Barebacking: Psychosocial and Public Health Approaches. CRC Press. hlm. 150–151. ISBN 978-0789021748. 
  3. ^ Aggleton, P.; Parker, R. (2010). Routledge Handbook of Sexuality, Health and Rights. Routledge. hlm. 391–393. ISBN 978-1135272876. 
  4. ^ Rosenberg, Bernard; Bensman, Joseph (1968). "Sexual Patterns in Three Ethnic Subcultures of an American Underclass". The Annals of the American Academy of Political and Social Science (376): 70. Risk or no risk, boys are generally hostile to the idea of prophylaxis. One objection is phrased purely in terms of the pleasure principle, most colorfully by a Chicago boy who explains why he never uses anything like a rubber, ‘I tried it once. lt's like riding a horse with a saddle instead of bareback. 
  5. ^ Clark, Gregory R. (1990). Words of the Vietnam War: The Slang, Jargon, Abbreviations, Acronyms, Nomenclature, Nicknames, Pseudonyms, Slogans, Specs, Euphemisms, Double-talk, Chants, and Names and Places of the Era of United States Involvement in Vietnam. McFarland & Company. hlm. 66, 437. ISBN 978-0899504650. 
  6. ^ Wilson, Robert Anton (1972). Playboy's Book of Forbidden Words: A Liberated Dictionary of Improper English. Playboy Press. hlm. 20. BAREBACK - Intercourse without any form of contraception, as in "They went at it bareback." 
  7. ^ Peyser, Marc (1997-09-29). "A Deadly Dance: As AIDS Cases Decline Sharply, Some Gay Men Are Returning to Unsafe Sex. They Call It Barebacking". Newsweek. 130 (13): 136. 
  8. ^ a b Finlayson, Iain (1998-06-21). "The Human Condition: Johnny be good". The Independent. Whatever happened to that condom moment? 'Bareback', or unprotected, sex is still practiced by up to a third of gay men - because, despite the dangers, it feels liberated, sensuous and like one in the eye for 'sex police' 
  9. ^ Sowadsky, Rick (2009-06-19). "Barebacking in the Gay Community". The Body. 
  10. ^ Race, Kane (2010), "Engaging in a Culture of Barebacking: Gay Men and the Risk of HIV Prevention", HIV Treatment and Prevention Technologies in International Perspective, ISBN 978-0-230-23819-0 
  11. ^ "Barebacking: psychosocial and public health approaches". Gay and Lesbian Psychotherapy. 9 (3/4): 14–15. 2005. doi:10.1300/j236v09n03_01. ISBN 978-0-7890-2174-8.