Perang Sembilan Tahun

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Perang Sembilan Tahun
Siege of Namur (1692).JPG
Pengepungan Namur, Juni 1692 oleh Jean-Baptiste Martin le vieux
Tanggal September 1688 – September 1697
Lokasi Eropa Daratan, Irlandia, Amerika Utara, Asia
Hasil Traktat Ryswick
Louis XIV mengakui William III dari Oranye sebagai Raja Inggris, Skotlandia, dan Irlandia.
Perubahan
wilayah
Perancis menguasai Alsace (termasuk Strasbourg) dan menyerahkan Freiburg, Breisach, dan Philippsburg kepada Kekaisaran Suci Romawi, memperoleh kembali Pondicherry (setelah membayar pagoda kepada Belanda) dan Nova Scotia, Spanyol memperoleh Katalonia dari Perancis, dan benteng Mons, Luxembourg, dan Kortrijk. Kadipaten Lorraine dikembalikan kepada Leopold Joseph dari Perancis.
Pihak yang terlibat
Aliansi Agung:
 Republik Belanda
 Inggris
 Kekaisaran Romawi Suci
 Spanyol
Savoie flag.svg Piedmont-Savoy
 Swedia (hingga 1691)
 Skotlandia
 Perancis
 Yakobit Irlandia
Komandan
Bendera Republik Belanda Bendera Kerajaan Inggris Bendera Skotlandia Raja William III/II
Bendera Republik Belanda Pangeran Waldeck
Bendera Kekaisaran Romawi Suci Adipati Lorraine
Bendera Kekaisaran Romawi Suci Elektor Bayern
Bendera Kekaisaran Romawi Suci Margrave Baden
Bendera Kekaisaran Romawi Suci Elektor Brandenburg
Bendera Kekaisaran Romawi Suci Eugene dari Savoy
Savoie flag.svg Adipati Savoy
Bendera Spanyol Marquis Gastañaga
Bendera Spanyol Adipati Villahermosa
Bendera Kerajaan Perancis Louis XIV
Bendera Kerajaan Perancis Duc de Luxembourg
Bendera Kerajaan Perancis Marquis de Vauban
Bendera Kerajaan Perancis Duc de Boufflers
Bendera Kerajaan Perancis Duc de Lorge
Bendera Kerajaan Perancis Nicolas Catinat
Bendera Kerajaan Perancis Duc de Noailles
Bendera Kerajaan Perancis Duc de Duras
Bendera Kerajaan Perancis Duc de Villeroi
Bendera Kerajaan Perancis Duc de Vendôme
James II dari Inggris
Earl Tyrconnell

Perang Sembilan Tahun (1688–97) – sering disebut Perang Aliansi Agung, Perang Suksesi Palatine, atau Perang Liga Augsburg adalah perang besar pada akhir abad ke-17 antara Raja Louis XIV dari Perancis melawan Aliansi Agung yang dipimpin oleh Stadtholder Belanda dan Raja Inggris William III, Kaisar Romawi Suci Leopold I, Raja Charles II dari Spanyol, Victor Amadeus II dari Savoy, dan pangeran-pangeran besar dan kecil dari Kekaisaran Romawi Suci. Perang Sembilan Tahun berkecamuk di Eropa daratan dan perairan sekitarnya, namun juga merambat ke Irlandia karena William III dan James II memperebutkan kekuasaan Kepulauan Britania. Selain itu, meletus pula kampanye militer kecil antara pemukim Inggris dan Perancis serta sekutu penduduk asli mereka di Amerika Utara (Perang Raja William).

Setelah Perang Perancis-Belanda pada tahun 1678, Louis XIV muncul sebagai raja terkuat di Eropa; namun, meskipun kekuasaannya telah meluas, sang 'Raja Matahari' masih belum puas. Dengan menggabungkan agresi, aneksasi, dan cara semi-legal, Louis XIV mencoba memperluas kekuasaannya untuk menstabilkan dan memperkuat perbatasan Perancis, yang mengakibatkan meletusnya Perang Reunion (1683–84). Gencatan Senjata Ratisbon menjamin perluasan perbatasan Perancis selama dua puluh tahun, namun tindakan Louis XIV yang selanjutnya - terutama pencabutan Maklumat Nantes pada tahun 1685, dan upayanya untuk memperkuat pengaruhnya di Rhineland Jerman - mengakibatkan kemunduran dominasi militer dan politiknya. Keputusan Louis XIV untuk menyeberang sungai Rhine dan mengepung Philippsburg pada September 1688 awalnya diupayakan untuk memaksa Kekaisaran Romawi Suci menerima klaim teritori dan dinasti Louis. Namun, ketika Kaisar Romawi Suci dan pangeran-pangeran Jerman menolak, dan saat William III menyeret Belanda dan Inggris ke dalam perang melawan Perancis, Louis XIV akhirnya menghadapi koalisi kuat yang berupaya menghentikan ambisinya.

Sebagian besar pertempuran meletus di sekitar perbatasan Perancis: di Belanda Spanyol; Rhineland; Kadipaten Savoy; dan Katalonia. Dalam peperangan ini, pengepungan lebih banyak dilakukan, terutama di Mons, Namur, Charleroi, dan Barcelona. Pertempuran terbuka seperti di Fleurus dan Marsaglia lebih jarang. Pertempuran-pertempuran tersebut umumnya menguntungkan angkatan bersenjata Louis XIV; namun, pada tahun 1696, Perancis dililit oleh krisis ekonomi. Kekuatan Maritim (Inggris dan Republik Belanda) juga dananya sudah habis, dan setelah Savoy berkhianat, Aliansi Agung setuju untuk bernegosiasi. Traktat Ryswick ditandatangani pada tanggal 20 September 1697, dan berdasarkan perjanjian damai tersebut, Louis tetap menguasai Alsace, namun harus mengembalikan Lorraine ke pemiliknya; ia juga harus menyerahkan daerah yang ia rebut di tepi kanan sungai Rhine. Louis XIV setuju untuk mengakui William III sebagai Raja Inggris, sementara Belanda memperkuat benteng di Belanda Spanyol untuk menjaga perbatasannya. Namun, dengan kematian Charles II dari Spanyol yang tak memiliki keturunan, konflik baru yang berkaitan dengan penerus Kekaisaran Spanyol, yaitu Perang Suksesi Spanyol, akan segera meletus.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Aubrey, Philip (1979). The Defeat of James Stuart's Armada 1692. Leicester University Press. ISBN 0-7185-1168-9
  • Bromley, J. S. (ed.) (1971). The New Cambridge Modern History VI: The Rise of Great Britain and Russia 1688–1725. Cambridge University Press. ISBN 0-521-07524-6
  • Chandler, David G (1990). The Art of Warfare in the Age of Marlborough. Spellmount Limited. ISBN 0-946771-42-1
  • Childs, John (1991). The Nine Years' War and the British Army. Manchester University Press. ISBN 0-7190-3461-2
  • Childs, John (2003). Warfare in the Seventeenth Century. Cassell. ISBN 0-304-36373-1
  • Doyle, William (2001). Short Oxford History of France – Old Regime France. Oxford University Press. ISBN 0-19-873129-9
  • Elson, Henry William (1908). History of the United States of America, Volume 1. The MacMillan Company
  • Kinross, John (1998). The Boyne and Aughrim: The War of the Two Kings. The Windrush Press. ISBN 1-900624-07-9
  • Lovejoy, David (1987). The Glorious Revolution in America. Middletown, CT: Wesleyan University Press. ISBN 978-0-8195-6177-0. OCLC 14212813. 
  • Lynn, John A (1999). The Wars of Louis XIV: 1667–1714. Longman. ISBN 0-582-05629-2
  • McKay, Derek (1977). Prince Eugene of Savoy. Thames and Hudson Ltd. ISBN 0-500-87007-1
  • McKay, Derek & Scott, H. M (1984). The Rise of the Great Powers: 1648–1815. Longman. ISBN 0-582-48554-1
  • Miller, John (2000). James II. Yale University Press. ISBN 0-300-08728-4
  • Rodger N.A.M (2006). The Command of the Ocean: A Naval History of Britain 1649–1815, Penguin. ISBN 0-14-102690-1
  • Rowlands, Guy (2000). Louis XIV, Vittorio Amedeo II and French Military Failure in Italy, 1689–96. The English Historical Review 115(462): 534–69
  • Simms, Brendan (2008). Three Victories and a Defeat: The Rise and Fall of the First British Empire. Penguin. ISBN 978-0-14-028984-8
  • Spielman, John (1977). Leopold I of Austria. Thames and Hudson Ltd. ISBN 0-500-87005-5
  • Storrs, Christopher (1999). War, Diplomacy and the Rise of Savoy, 1690–1720. Cambridge University Press. ISBN 0-521-55146-3
  • Symcox, Geoffrey (ed.) (1973). War, Diplomacy, and Imperialism: 1618–1763. Harper & Row. ISBN 061395005
  • Taylor, Alan (2002). American Colonies: The Settling of North America. Penguin. ISBN 0-14-200210-0
  • Wolf, John B (1962). The Emergence of the Great Powers: 1685–1715. Harper & Row. ISBN 0-06-139750-9
  • Wolf, John B. (1970). Louis XIV. Panther Books. ISBN 0-586-03332-7