Pengakuan Iman Kalsedon

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Pengakuan Khalsedon atau Kredo Khalsedon atau Definisi Khalsedon adalah sebuah kredo Kristen yang berisi pengakuan terlengkap mengenai Pribadi Kristus. Kredo ini disusun pada Konsili Khalsedon pada tahun 451.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 451 Masehi, Konsili Kalsedon mengubah isi dari doa Syahadat Nicea. Konsili ini kemudian menghilangkan kutukan yang diberikan kepada Arius akibat isi sebelumnya dari doa Syahadat Nicea. Setelah isinya berubah, doa Syahadat Nicea kemudian disebut sebagai Syahadat Kalsedon. Naskahnya berasal dari suatu konsili lokal yang diadakan di Konstantinopel pada tahun 381 Masehi. Pengubahan isi ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan kondisi zaman saat itu. Konsili ini menganggap bahwa syahadat yang ditetapkan pada tahun 325 Masehi sudah tidak memadai. Pengakuan iman Kalsedon ini dianggap sebagai penyempurnaan dari doa Syahadat Nicea tanpa menghilangkan konsepsi teologisnya.[1]

Isi[sunting | sunting sumber]

Dengan meneladani para Bapa suci, kami sepenuhnya mengajarkan dan mengakui sang Putera yang satu dan sama, Tuhan kita Yesus Kristus: yang sempurna dalam keilahian dan sempurna dalam kemanusiaan yang sama, yang adalah Allah sejati dan manusia sejati yang sama, yang terdiri atas tubuh dan jiwa yang rasional; yang sehakikat (konsubstansial) dengan Sang Bapa dalam keilahian-Nya dan sehakikat dengan kita dalam kemanusiaan-Nya; "sama seperti kita dalam segala hal kecuali dalam hal dosa." Ia keluar dari Sang Bapa sebelum segala zaman dan pada hari-hari terakhir ini, demi kita dan demi keselamatan kita, dilahirkan dalam kemanusiaan-Nya dari Perawan Maria, Bunda Allah.
Kami mengakui bahwa Kristus, Tuhan, dan Putera tunggal yang satu dan sama itu, dikenal dalam dua hakikat tanpa kekacauan, perubahan, pemilah-milahan, atau pemisahan. Perbedaan antar hakikat tidak dihilangkan oleh kebersatuannya, akan tetapi karakter masing-masing dari kedua hakikat itu terlestarikan karena keduanya berada dalam satu pribadi (prosopon) dan satu hypostasis.

Penambahan frasa[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar Gereja Kristen menetapkan pengakuan iman Kalsedon sebagai naskah pengakuan iman yang terpenting. Naskahnya disebut pula sebagai Syahadat dari Nicea dan Konstantinopel. Isi dari pengakuan iman ini mengalami penambahan frasa pada tahun 589 dalam Konsili Toledo III yang diadakan di Spanyol. Frasa yang ditambahkan adalah frasa "dan Putra" pada penggalan kalimat "dan akan Roh Kudus" dan "yang berasal dari Bapa". Tujuan penambahan ini untuk meningkatkan kesetaraan kedudukan ketuhanan antara Putra dan Bapa.[1]

Pengaruh[sunting | sunting sumber]

Naskah pengakuan iman Kalsedon yang telah memperoleh tambahan frasa awalnya ditolak oleh Paus. Namun, pada akhirnya Paus menerima dan mendukungnya. Di sisi lain, Gereja Ortodoks Timur menolak untuk menyetujuinya karena melanggar Konsili Efesus. Karena hal ini, pada abad ke-11 Masehi terjadilah Skisma Timur–Barat.[1]  

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c Husaini, Adian (2005). Wajah Peradaban Barat: Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi Sekuler Liberal. Jakarta: Gema Insani. hlm. 51. ISBN 978-602-250-517-4. 

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]