Pekutatan, Jembrana

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Koordinat: 8°25′00″S 114°49′23″E / 8.416736°S 114.823006°E / -8.416736; 114.823006

Pekutatan
Kecamatan
Locator Kecamatan Pekutatan di Kabupaten Jembrana.png
Peta lokasi Kecamatan Pekutatan
Negara Indonesia
ProvinsiBali
KabupatenJembrana
Pemerintahan
 • CamatDrs. I Komang Dhiyatmika[1]
Kodepos82262
Luas129,65 km²[2]
Kepadatan197 jiwa/km² (2010)
Desa/kelurahan8 Desa

Pekutatan adalah sebuah kecamatan di kabupaten Jembrana, provinsi Bali, Indonesia. Kecamatan ini berjarak sekitar 24 Km dari ibu kota Kabupaten Jembrana ke arah timur. Pusat pemerintahannya berada di Desa Pekutatan. Pekutatan merupakan kecamatan paling timur di Kabupaten Jembrana.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Desa pekutatan pertama kali dibuka oleh Nyoman Sapta alias Pan Derasning pada tahun 1904. Ketika itu, sudah ada penduduk muslim yg bernama Uwak Leman (kemungkinan bernama Sulaiman)yang bermukim di Hutan Madurgama yang banyak tumbuh pohon kutat yg sangat besar dan pohon paku (pakis).

Kemudian pada tahun 1916, datang rombongan dari Pergung yg rencananya akan dipekerjakan untuk membuka afdelling/perkebunan. Sayangnya rombongan pekerja ini ternyata tidak cukup kuat sehingga diganti dengan penduduk yang didatangkan dari Blambangan (Banyuwangi). Rombongan dari pergung ini datang atas seijin dari Bapak Daris selaku kepala desa Pulukan. Mereka mendapat bagian di sebelah utara jalan sedang penduduk muslim di selatan jalan (jalan yang dimaksud adalah jalan di Villa Jepang sekarang/bukan jalan Denpasar-Gilimanuk).

Pada bulan Januari 1917, terjadi gempa besar yang meluluhlantakkan sebagian besar Bali. di pekutatan penduduk yg baru datang dari pergung, rumah yg terbuat dari tanah roboh rata dengan tanah. Kemudian tahun 1926, datang masyarakat dari Desa Munggu dimana sebelumnya sekitar tahun 1912 sempat datang merabas hutan di Yeh Lebah tetapi tidak kuat akan penyakit malaria maka mereka ada yg kembali ke Munggu ada yg tinggal di Gumbrih ada pula yg Ke Yeh kuning Dlod Berawah. Hal ini diceritakan oleh Pan Derasning kepada kumpi nya yg bernama Wayan Erlambang (penulis).

Juli 1917 mulai diresmikan pembukaan Afdelling Pulukan. Pada tahun 1927 mulai dibuka jalan tanah tembus ke Yeh Leh kemudian sampai ke Soka. Tahun 1935, mulai ada jalan geladag, hampir bersamaan dengan kedatangan saudara dari Lebih Karang asem menuju ke Asah duren. Yang pertama kali membuka hutan Madurgama di pertigaan pekutatan sekarang adalah Pan Derasning bersama Uwak Leman, dari Mendoyo Dangin tukad. Pan Derasning adalah putra dari Guru Mudiasning (cucu dari Guru Mudiasta cicit dari Ki Wayahan Tegeh Pangkung) yg datang dari Pangkung Tibah Tabanan ke Jembrana pada tahun 1828 saat perang diponogoro sedang berlangsung. Ki Wayahan Tegeh Pangkung adalah trah dari Dalem Benculuk Tegeh Kuri.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Buleleng
Timur Kabupaten Tabanan
Selatan Samudera Hindia
Barat Kecamatan Mendoyo

Desa/ kelurahan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Pekutatan dibagi menjadi 8 desa sebagai berikut:

  1. Asahduren
  2. Gumbrih
  3. Manggissari
  4. Medewi
  5. Pangyangan
  6. Pekutatan
  7. Pengragoan
  8. Pulukan

Demografi[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan sensus BPS tahun 2010, jumlah penduduk kecamatan Pekutatan berjumlah 25.583 jiwa.[5] Berdasarkan proyeksi BPS tahun 2016, jumlah penduduk dapat mencapai 26.400 jiwa yang terdiri dari 13.020 laki-laki dan 13.380 perempuan. Sedangkan berdasarkan data Kemendagri sampai dengan tahun 2017, penduduk kecamatan Pekutatan sudah mencapai 26.270 jiwa.[6]

Sarana dan prasarana pendidikan yang ada di Pekutatan tahun 2016 meliputi TK 22 buah, SD 23 buah, SMP 3 Buah, dan SMA 2 buah. Di Pekutatan juga terdapat 1 Poliklinik, 1 Puskesmas, 8 Puskesmas Pembantu, dan 44 Posyandu.[7]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]