Pasir hitam

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Pasir Hitam (Black Sand) adalah pasir berwarna hitam yang dikenal juga sebagai mineral feromagnetik.[1] Pasir hitam dihasilkan dari aktivitas vulkanik yang membuat pasir ini tercampur dengan mineral berat, seperti magnetit dan hornblende. Pasir hitam biasanya ditemukan pada sungai yang pasirnya berasal dari aktivitas vulkanik yang terbawa dari hulu ke hilir atau pantai-pantai yang dekat dengan gunung vulkanik.

Pasir hitam bermanfaat untuk kebutuhan pembuatan perkakas, kebutuhan militer dan alat rumah tangga.

Karakteristik[sunting | sunting sumber]

Banyak jenis pasir hitam yang tersebar di berbagai belahan dunia. Salah satu jenis pasir hitam yang sering ditemui biasanya berkilau, bercampur dengan pasir halus, serta memiliki kandungan besi yang tinggi. Ini menyebabkan pasir berwarna hitam punya massa jenis yang berat dan menyerap cahaya dengan baik.[2] Jika kita berjalan di pasir hitam pada siang hari dan tanpa alas kaki, ada kemungkinan kaki panas bahkan hingga luka bakar.[3] Mengingat warna hitam merupakan warna yang menyerap seluruh cahaya dan mengubahnya menjadi panas.

Kandungan[sunting | sunting sumber]

Pasir hitam mengandung elemen-elemen, seperti emas, magnetit, hornblende, basal, zirkonium, titanium, torium, dan wolfram.[4]

Manfaat[sunting | sunting sumber]

Dengan kandungan elemen-elemen bumi yang berharga, membuat pasir hitam digemari para penambang emas di pinggiran sungai karena bisa mengindikasikan adanya emas, walaupun belum tentu jika ada pasir hitam, maka terdapat emas.[5] Kandungan besi yang tinggi juga di dimanfaatkan untuk bahan utama pembuatan baja. Dalam bidang kedokteran, mineral feromagnetik digunakan sebagai bahan baku dalam pengobatan kanker. Kandungan basal dalam pasir hitam juga dimanfaatkan pada industri beton.

Pantai Pasir Hitam di Indonesia[6][7][sunting | sunting sumber]

  • Pantai Licin, Malang
  • Pantai Nyanyi, Bali
  • Pantai Anoi Itam, Aceh
  • Pantai Goa Cemara, Bantul
  • Pantai Jolosutro, Blitar
  • Pantai Jonggring Saloko, Malang
  • Pantai Cikawung, Sukabumi
  • Pantai Parangtritis, Yogyakarta
  • Pantai Sulamadaha, Maluku Utara

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Widiaratih, Rikha. "Sebaran Mineral Feromagnetik di Perairan Delta Sungai Bodri, Kendal". 
  2. ^ Ibrahim Zaki, El-Saaid. "Black sands applications in Construction and Building". Multi-Knowledge Electronic Comprehensive Journal For Education And Science Publications ( MECSJ) ((22), August ( 2019 )). 
  3. ^ Williams, Kevin (2018-07-19). "Interesting Facts About Hawaii Sand". Boss Frog's Snorkel, Bike & Beach Rentals | Discount Activities (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-08-30. 
  4. ^ William. "Is Black Sand Worth Anything?". Prospectingplanet (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-08-30. 
  5. ^ "Can You Extract Gold from Black Sand?". Reclaim, Recycle, and Sell your Precious Metal Scrap (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-08-31. 
  6. ^ "Pantai Sulamadaha, Oasis Cantik Di Pinggiran Pulau Ternate". Indonesia Kaya. Diakses tanggal 2021-08-30. 
  7. ^ "Inilah 5 Pantai Berpasir Hitam nan Eksotis di Indonesia". Malang TIMES. Diakses tanggal 2021-08-30.