Lompat ke isi

Partai Kebebasan dan Demokrasi Rakyat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Partai Rakyat untuk Kebebasan dan Demokrasi
Volkspartij voor Vrijheid en Democratie
SingkatanVVD
PresidenDilan Yeşilgöz
Ketua umumEric Wetzels
Ketua fraksi di SenatTanja Klip-Martin
Ketua fraksi di DPRDilan Yeşilgöz
Ketua fraksi di Parlemen EropaMalik Azmani
Ketua SenatJan Anthonie Bruijn
Dibentuk24 Januari 1948
Digabungkan dariPartai Kebebasan dan Komite-Oud
Kantor pusatThorbeckehuis
Laan Copes van Cattenburch 52
Den Haag
Sayap pemudaOrganisasi Pemuda untuk Kebebasan dan Demokrasi
ThinktankTelders Foundation
IdeologiLiberalisme konservatif[1][2]
Posisi politikTengah-kanan
Afiliasi EropaAliansi Liberal dan Demokrat Eropa
Afiliasi internasionalLiberal International
Kelompok Parlemen EropaPerbarui Eropa (sejak 2019)
Warna  Lazuardi
  Oranye
Senat
10 / 75
Dewan Perwakilan Rakyat
24 / 150
States-Provincial
63 / 572
Parlemen Eropa
4 / 31
Komisaris Raja
3 / 12
Situs web
www.vvd.nl

Partai Rakyat untuk Kebebasan dan Demokrasi (bahasa Belanda: Volkspartij voor Vrijheid en Democratie, VVD), dapat juga dirujuk dalam media sebagai Liberal atau berdasarkan inisial resminya dalam bahasa Belanda,[3][4] adalah sebuah partai politik liberal-konservatif di Belanda. Sebagai penerus Partai Kebebasan, VVD merupakan partai sayap tengah-kanan yang berupaya mempromosikan usaha swasta dan liberalisme ekonomi[1][2][5][6][7][8][9][10][11]

Pendiri partai VVD, Dirk Stikker dan Pieter Oud, pada tahun 1949.

VVD didirikan pada 24 Januari 1948[12] melalui penggabungan dua kekuatan politik liberal - Partai Kebebasan pimpinan Dirk Stikker dan Komite-Oud pimpinan Pieter Oud. Kelahiran partai ini merepresentasikan upaya menyatukan sayap kanan dan kiri liberal yang sama-sama kecewa dengan partai politik arus utama saat itu. Di bawah kepemimpinan Oud (19481963), VVD memainkan peran sebagai mitra minor dalam pemerintahan koalisi Perdana Menteri Willem Drees yang membangun fondasi negara kesejahteraan[13] modern sekaligus memimpin proses dekolonisasi Indonesia.[14]

Era Toxopeus dan Geertsema (19631971) mencatat periode ketidakstabilan politik bagi VVD. Konflik internal yang terjadi memicu kelahiran partai baru D66 pada 1966, yang menarik banyak anggota sayap kiri VVD. Namun, partai menemukan momentum baru di bawah kepemimpinan karismatik Hans Wiegel (19711982) yang secara radikal mengubah platform partai menjadi lebih konservatif secara ekonomi. Kesuksesan elektoral mencapai puncaknya pada 1982 ketika VVD berhasil meraih 36 kursi di parlemen.

Periode 19942006 menjadi babak transformasi besar bagi VVD di bawah kepemimpinan Frits Bolkestein[15] dan Gerrit Zalm. VVD memimpin pemerintahan "ungu" pertama tanpa partai Kristen sejak 1918 bersama PvdA dan D66. Namun, bangkitnya fenomena Pim Fortuyn dan kontroversi seputar Rita Verdonk menyebabkan gejolak internal[16] yang berujung pada keluarnya Geert Wilders pada 2004 - sebuah peristiwa yang kemudian melahirkan Partai untuk Kebebasan (PVV).

Era Mark Rutte (20062023) menandai puncak kejayaan VVD dalam sejarah politik Belanda modern. Rutte berhasil membawa VVD menjadi partai terbesar pada 2010 dengan 31 kursi dan menjadi Perdana Menteri liberal pertama Belanda dalam 92 tahun.[17] Selama 13 tahun memimpin, Rutte menunjukkan ketangguhan politik yang luar biasa dengan berhasil mempertahankan posisi dominan VVD melalui empat periode pemerintahan berturut-turut, meskipun harus menghadapi berbagai tantangan berat termasuk skandal tunjangan anak, krisis koalisi berulang, dan tekanan politik dari partai-partai populis.[18]

Mark Rutte, pemimpin partai VVD dari tahun 2006 hingga 2023, dan Perdana Menteri Belanda dari tahun 2010 hingga 2024.

Pada 2023, setelah jatuhnya kabinet Rute keempat karena perselisihan kebijakan migrasi, Rutte akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri.[19] Dilan Yeşilgöz, politisi keturunan Turki, mengambil alih kepemimpinan partai[20] dan memimpin VVD dalam koalisi kanan baru bersama PVV, NSC, dan BBB - sebuah perkembangan yang mengejutkan mengingat sejarah panjang permusuhan antara VVD dengan PVV.[21] Meskipun hanya meraih 24 kursi dalam pemilu 2023, VVD tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu kekuatan politik utama Belanda.

Ideologi dan kebijakan

[sunting | sunting sumber]

VVD digambarkan sebagai liberal-konservatif,[22] konservatif-liberal,[23] dan konservatif.[24] Beberapa sumber antara tahun 2006-2012 juga menyebutnya sebagai liberal klasik[25] dan libertarian.[26]

Partai ini mendefinisikan diri sebagai partai yang berlandaskan filosofi liberal.[27] Secara tradisional, VVD merupakan pendukung paling vokal "pasar bebas" di antara semua partai Belanda, dengan mempromosikan liberalisme politik, liberalisme ekonomi, liberalisme klasik, dan liberalisme budaya. Namun di sisi lain, partai ini turut membangun negara kesejahteraan sejak 1945.[28] Setelah tahun 1971, VVD mulai menunjukkan ciri-ciri yang lebih populis, meskipun tetap mempertahankan beberapa unsur liberal-konservatif.[29]

Manifesto Liberal

[sunting | sunting sumber]

Prinsip-prinsip Partai Rakyat untuk Kebebasan dan Demokrasi (VVD) dirumuskan dalam "Manifesto Liberal" (Liberaal Manifest) dan kemudian dalam program-program pemilu. Manifesto Liberal merupakan pandangan umum tentang arah yang ingin diambil partai, sekaligus perluasan dari prinsip-prinsip dasar pendirian partai. Sementara itu, program pemilu lebih berorientasi pada politik praktis, seperti memenangkan pemilu pada hari-H dengan berbagai cara yang memungkinkan. Manifesto Liberal terakhir VVD diterbitkan pada September 2005. Dokumen tersebut mengembangkan garis besar seputar tema demokrasi, keamanan, kebebasan, dan kewarganegaraan, serta visi tentang struktur internal partai di masa depan. Berikut beberapa poin utama dari Manifesto tersebut:[30]

Demokrasi

[sunting | sunting sumber]
  • Manifesto tersebut menyerukan Perdana Menteri yang dipilih secara langsung, yang memungkinkan rakyat untuk menyatakan pilihan mereka dalam surat suara.
  • Gagasan referendum (konsultatif) tidak didukung oleh partai.
  • Wali kota harus dipilih langsung oleh rakyat.
  • Komitmen terhadap empat kebebasan Pasar Tunggal Eropa.
  • Diperlukan kebijakan bersama mengenai pertahanan dan keamanan di Uni Eropa.

Kebebasan

[sunting | sunting sumber]
  • Prinsip non-diskriminasi harus lebih diutamakan daripada pelaksanaan agama.
  • "Hak-hak sosial" harus dilanjutkan. Ini bukan sekadar hak, tetapi juga menciptakan kewajiban.
  • Eutanasia adalah bagian dari hak seseorang untuk menentukan nasibnya sendiri.
  • Komitmen terhadap ekonomi terbuka, dengan "pasar bebas yang diatur", termasuk paten.
  • Dukungan terhadap kebebasan berkontrak. Tidak ada hak bagi pekerja untuk menandatangani perjanjian perundingan bersama yang mengikat secara nasional.

Kewarganegaraan

[sunting | sunting sumber]
  • Minimalkan opsi kewarganegaraan ganda.
  • Jaminan sosial seharusnya hanya terbuka sepenuhnya untuk warga negara Belanda. Para migran harus berintegrasi untuk menjadi warga negara.

VVD mendukung pergerakan bebas barang dan orang di pasar tunggal Eropa, dan secara historis menentang pembatasan buruh migran. Sejak awal tahun 2020-an, partai ini telah berargumen untuk mengurangi ketergantungan ekonomi Belanda pada tenaga kerja asing yang tidak terampil.[31]

Pencapaian di pemilihan umum

[sunting | sunting sumber]

Dewan Perwakilan Rakyat

[sunting | sunting sumber]
Pemilu Kandidat utama Suara % Kursi +/– Status koalisi
1948 Pieter Oud 391.908 7,9 Baru Pemerintah
1952 470.820 8,8 Kenaikan 1 Oposisi
1956 502.325 8,7 Steady Oposisi
Kenaikan 4 Oposisi
1959 732.658 12,2 Kenaikan 6 Pemerintah
1963 Edzo Toxopeus 643.839 10,2 Penurunan 3 Pemerintah
1967 738.202 10,7 Kenaikan 1 Pemerintah
1971 Molly Geertsema 653.092 10,3 Penurunan 1 Pemerintah
1972 Hans Wiegel 1.068.375 14,4 Kenaikan 6 Oposisi
1977 1.492.689 17,0 Kenaikan 6 Pemerintah
1981 1.504.293 17,3 Penurunan 2 Oposisi
1982 Ed Nijpels 1.897.986 23,1 Kenaikan 10 Pemerintah
1986 1.595.377 17,4 Penurunan 9 Pemerintah
1989 Joris Voorhoeve 1.295.402 14,6 Penurunan 5 Oposisi
1994 Frits Bolkestein 1.792.401 20,0 Kenaikan 9 Pemerintah
1998 2.124.971 24,7 Kenaikan 7 Pemerintah
2002 Hans Dijkstal 1.466.722 15,4 Penurunan 14 Pemerintah
2003 Gerrit Zalm 1.728.707 17,9 Kenaikan 4 Pemerintah
2006 Mark Rutte 1.443.312 14,7 Penurunan 6 Oposisi
2010 1.929.575 20,5 Kenaikan 9 Pemerintah
2012 2.504.948 26,6 Kenaikan 10 Pemerintah
2017 2.238.351 21,3 Penurunan 8 Pemerintah
2021 2.276.514 21,9 Kenaikan 1 Pemerintah
2023 Dilan Yeşilgöz 1,589,519 15.2 Penurunan 10 Pemerintah
Pemilu Kandidat utama Suara Berat % Kursi +/–
1948 Baru
1951 Kenaikan 1
1952 Steady
1955 Steady
Apr 1956 Steady
Oct 1956 Kenaikan 3
1960 Kenaikan 1
1963 Penurunan 1
1966 Kenaikan 1
1969 Steady
1971 Steady
1974 Kenaikan 4
1977 Kenaikan 3
1980 Penurunan 2
1981 Penurunan 1
1983 Guus Zoutendijk Kenaikan 5
1986 Penurunan 1
1987 David Luteijn Penurunan 4
1991 Steady
1995 Frits Korthals Altes Kenaikan 11
1999 Nicoline van den Broek-Laman Trip 39.809 25,3 Penurunan 4
2003 31.026 19,2 Penurunan 4
2007 Uri Rosenthal 31.360 19,2 Penurunan 1
2011 Loek Hermans 111 34.590 20,83 Kenaikan 2
2015 90 28.523 16,87 Penurunan 3
2019 Annemarie Jorritsma 78 26.157 15,11 Penurunan 1
2023 Edith Schippers 67 22.194 12,40 Penurunan 2

Parlemen Eropa

[sunting | sunting sumber]
Pemilu Suara % Kursi +/– Grup PE
1979 914.787 16,14 Baru LD
1984 1.002.685 18,93 Kenaikan 1 LDR
1989 714.745 13,63 Penurunan 2
1994 740.443 17,91 Kenaikan 3 ELDR
1999 698.050 19,69 Steady 0
2004 629.198 13,20 Penurunan 2 ALDE
2009 518.643 11,39 Penurunan 1
Steady 0
2014 571.176 12,02 Steady 0
2019 805.100 14,64 Kenaikan 1 RE
Kenaikan 1
2024 707.141 11,35 Penurunan 1
  1. Pieter Oud (1948–1963)
  2. Edzo Toxopeus (1963–1969)
  3. Molly Geertsema (1969–1971)
  4. Hans Wiegel (1971–1982)
  5. Ed Nijpels (1982–1986)
  6. Rudolf de Korte (1986)
  7. Joris Voorhoeve (1986–1990)
  8. Frits Bolkestein (1990–1998)
  9. Hans Dijkstal (1998–2002)
  10. Gerrit Zalm (2002–2004)
  11. Jozias van Aartsen (2004–2006)
  12. Mark Rutte (2006–2023)
  13. Dilan Yeşilgöz (2023–)

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 Andeweg, R. and G. Irwin Politics and Governance in the Netherlands, Basingstoke (Palgrave) p.49
  2. 1 2 Parties and Elections in Europe: The database about parliamentary elections and political parties in Europe, by Wolfram Nordsieck
  3. "Dutch Liberals claim election win". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-09-16. Diakses tanggal 2012-09-19.
  4. Liberal and Labour Politicians expected for form fractious coalition
  5. Rudy W Andeweg; Lieven De Winter; Patrick Dumont (5 April 2011). Government Formation. Taylor & Francis. hlm. 147–. ISBN 978-1-134-23972-6. Diakses tanggal 17 August 2012.
  6. Jochen Clasen; Daniel Clegg (27 October 2011). Regulating the Risk of Unemployment: National Adaptations to Post-Industrial Labour Markets in Europe. Oxford University Press. hlm. 76–. ISBN 978-0-19-959229-6. Diakses tanggal 17 August 2012.
  7. Hans Slomp (30 September 2011). Europe, A Political Profile: An American Companion to European Politics: An American Companion to European Politics. ABC-CLIO. hlm. 459–. ISBN 978-0-313-39182-8. Diakses tanggal 17 August 2012.
  8. David Hanley (16 June 1998). CHRISTIAN DEMOCRACY IN EUROPE. Continuum International Publishing Group. hlm. 67–. ISBN 978-1-85567-382-3. Diakses tanggal 17 August 2012.
  9. Ricky Van Oers; Eva Ersbøll; Dora Kostakopoulou (30 June 2010). A Re-Definition of Belonging?: Language and Integration Tests in Europe. BRILL. hlm. 60–. ISBN 978-90-04-17506-8. Diakses tanggal 17 August 2012.
  10. David Broughton (4 January 1999). Changing Party Systems in Western Europe. Continuum International Publishing Group. hlm. 178–. ISBN 978-1-85567-328-1. Diakses tanggal 20 August 2012.
  11. Thomas Poguntke; Paul Webb (21 June 2007). The Presidentialization of Politics: A Comparative Study of Modern Democracies. Oxford University Press. hlm. 158–. ISBN 978-0-19-921849-3. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-01-03. Diakses tanggal 24 August 2012.
  12. Documentatiecentrum Nederlandse politieke partijen. "Geschiedenis 1948" (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 2 October 2024.
  13. Cox, Robert H. (1993). The Development of the Dutch Welfare State: From Workers' Insurance to Universal Entitlement. University of Pittsburgh Press. doi:10.2307/jj.3385968. ISBN 978-0-8229-3760-9.
  14. De Jong, Wim (2022-11-02). "Decolonizing citizenship: democracy, citizenship and education in the Netherlands, 1960–2020". European Review of History: Revue européenne d'histoire. 29 (6): 1002–1023. doi:10.1080/13507486.2022.2131507. ISSN 1350-7486.
  15. https://decorrespondent.nl/14344/deze-politicoloog-ziet-de-kiezer-is-klaar-met-allemansvrienden/2c3961ba-9a91-0c6d-3961-2442ea1ef979
  16. "Verdonk wil onderzoek naar leiderschap VVD" (dalam bahasa Belanda). Elsevier. 28 November 2006. Diarsipkan dari asli tanggal 30 September 2007.
  17. "Dutch government unravels over Brussels budget rules". EUobserver. 22 April 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 April 2012. Diakses tanggal 23 April 2012.
  18. "Dutch election: PM Mark Rutte claims victory and fourth term". BBC News. 18 March 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 April 2021. Diakses tanggal 20 April 2022.
  19. "Rutte stopt als partijleider VVD en kondigt vertrek aan uit politiek". nos.nl (dalam bahasa Belanda). 10 July 2023. Diakses tanggal 2 December 2023.
  20. "Dilan Yesilgöz officieel lijsttrekker voor de VVD, geen tegenkandidaten". nos.nl (dalam bahasa Belanda). 14 August 2023. Diakses tanggal 2 December 2023.
  21. De Koning, Petra; Valk, Guus (25 May 2024). "Weinig blijdschap, veel bange stilte in de VVD" [Not much joy, lots of anxious silence within the VVD]. NRC (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 25 May 2024.
  22. Multiple sources:
  23. Multiple sources:
  24. Multiple sources:
  25. Kenneth Benoit; Michael Laver (2006). Party Policy in Modern Democracies. Routledge. hlm. 112. ISBN 1-134-20618-6. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 April 2022. Diakses tanggal 4 May 2021.
  26. Multiple sources:
  27. "VVD's Official page - Liberale Beginselen". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 August 2011. Diakses tanggal 12 May 2011.
  28. "Wat is de VVD?".
  29. Andeweg R.B. and G.A. Irwin, Government & Politics in the Netherlands (2002), Palgrave, p. 48
  30. "Om de vrijheid. Liberaal Manifest" (PDF) (dalam bahasa Belanda). September 2005.
  31. Verkerk, Jorit (26 August 2024). "VVD bepleit 'slimmere' arbeidsmigratie in visiestuk, dreigt met fiscale ingrepen" [VVD argues for 'smarter' labor migration in white paper, threatens with changes in taxation]. NRC (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 31 August 2024.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]