Partai Gerakan Rakyat Malaysia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Partai Gerakan Rakyat Malaysia
Nama dalam bahasa MelayuParti Gerakan Rakyat Malaysia
ڤرتي ڬرقن رعيت مليسيا
Nama dalam bahasa Mandarin馬來西亞民政運動
马来西亚民政运动
Mǎláixīyà mínzhèng yùndòng
Nama dalam bahasa Tamilமலேசிய மக்கள் இயக்கக் கட்சி
PresidenDominic Lau Hoe Chai
Sekretaris JenderalMak Kah Keong
Timbalan PresidenOh Tong Keong
Naib PresidenBaljit Singh Jigiri Singh
David Chong Vee Hing
Koo Shiaw Lee
Ranndy Yap Kim Heng
Michael Gan Peng Lam
Soo Kay Ping
Parameswaran Ganason
Ketua PemudaOoi Zhi Yi
Ketua WanitaJanice Wong Oi Foon
Dibentuk22 Maret 1968
Disahkan28 Mei 1968
Kantor pusat8, Jalan Pudu Ulu, Cheras, 56100 Kuala Lumpur, Malaysia
Think tankLembaga Penelitian dan Pembangunan Sosial-Ekonomi (SEDAR)
Sayap pemudaPemuda GERAKAN
IdeologiLiberalisme
Nasionalisme
Posisi politikSentrisme
Afiliasi nasionalBarisan Nasional (1973–2018)
Perikatan Nasional (2021–sekarang)
Gabungan Rakyat Sabah (2021–sekarang)
Afiliasi internasionalLiberal International (sebagai pengamat)[1]
Aliansi Demokrat
Dewan Liberal dan Demokrat Asia
SloganSatu Hati Gerak Bersama
Dewan Negara:
2 / 70
Dewan Rakyat:
0 / 222
Dewan Undangan Negeri:
0 / 607
Lambang pemilu
Logo Perikatan Nasional.svg
Bendera
Parti Gerakan Rakyat Malaysia Flag.svg
Situs web
www.gerakan.org.my

Partai Gerakan Rakyat Malaysia (disingkat: PGRM atau pada umumnya dikenal sebagai GERAKAN) adalah sebuah partai politik di Malaysia yang didirikan oleh seorang tokoh berketurunan Arab-Melayu, yaitu Syed Hussein Alatas bersama dengan para tokoh lainnya, di antaranya Tan Chee Khoon, J. B. A. Peter, Lim Chong Eu, Veerappen Veerathan, dan Wang Gungwu pada tanggal 24 Maret 1968. GERAKAN berhasil memperoleh kursi mayoritas di Dewan Undangan Negeri Pulau Pinang setelah pemilihan umum 1969, mengalahkan Partai Perikatan yang saat itu berkuasa. Partai ini bergabung dengan Partai Perikatan yang berubah nama menjadi Barisan Nasional (BN) pada 1973 dan mengumumkan keluar setelah kekalahan dalam pemilihan umum 2018. Pada 11 Februari 2021, GERAKAN secara resmi bergabung dengan Perikatan Nasional (PN) dan mendukung pemerintahan Muhyiddin Yassin sebagai Perdana Menteri Malaysia.[2]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada 27 Agustus 2005, GERAKAN mengadakan pemilihan partai. Lim Keng Yaik mencalonkan diri kembali sebagai Presiden GERAKAN dan melawan wakilnya, Kerk Choo Ting. Lim berhasil mempertahankan jabatannya setelah memperoleh 983 suara dan mengalahkan Kerk yang mendapatkan 628 suara dari seluruh anggota Partai GERAKAN. Sedangkan wakil presidennya adalah Koh Tsu Koon yang menang telak dikarenakan sebagai calon tunggal.[butuh rujukan]

Presiden Partai Progresif Penduduk, M. Kayveas pernah mengusulkan agar partainya tersebut dapat bergabung dengan GERAKAN pada November 2006.[3]

Setelah koalisi Barisan Nasional (BN) mengalami keterpurukan pada pemilihan umum 2018 membuat kesetiaan GERAKAN terhadap BN mulai memudar hingga pada puncaknya pada tanggal 23 Juni 2018, melalui musyawarah Pimpinan Pusat GERAKAN mengumumkan bahwa partai tersebut keluar dari BN dan tetap mengekalkan partai di pihak oposisi non koalisi.[4] Menyusul keputusan tersebut, Mah Siew Keong mengundurkan diri sebagai Presiden GERAKAN pada 16 September 2018 ketika Musyawarah Perwakilan GERAKAN Negeri Sembilan ke-43.[5]

GERAKAN pertama kali berpartisipasi dalam pemilihan umum pada 16 November 2019 ketika mengusung Wendy Subramaniam sebagai calon legislatif di Tanjung Piai menyusul kematian anggota legislatif petahana, Mohamed Farid Md Rafik dari Partai Pribumi Bersatu Malaysia (BERSATU).[6] GERAKAN menggunakan logo, bendera, dan nama, serta keputusan partainya sendiri, setelah lebih lima dekade menggunakan simbol BN dalam setiap pemilihan umum.

Pada 11 Februari 2021, GERAKAN memutuskan untuk bergabung dengan Perikatan Nasional (PN) dan keputusan tersebut disambut penuh oleh Dewan Tertinggi PN.[2] Muhyiddin Yassin selaku Ketua Umum PN secara langsung menyerahkan surat pernyataan penerimaan partai tersebut kepada Dominic Lau di Perdana Putra dan secara resmi GERAKAN menjadi anggota kelima sebagai komponen partai di PN.

Pimpinan[sunting | sunting sumber]

Presiden[sunting | sunting sumber]

Saat ini, Presiden Partai Gerakan Rakyat Malaysia adalah Dominic Lau Hoe Chai sejak 17 November 2018. Berikut adalah daftar Presiden Nasional Partai Gerakan Rakyat Malaysia.

No. Potret Presiden Awal Jabatan Akhir Jabatan Ket.
1 Professor Dato' Dr. Syed Hussein Alatas.jpg Syed Hussein Alatas 22 Maret 1968 1969
2 Tun Dr. Lim Chong Eu.jpg Lim Chong Eu 1969 1980
3 Tun Dr.Lim Keng Yaik.jpg Lim Keng Yaik 1980 27 Agustus 2005
27 Agustus 2005 8 April 2007
Tan Sri Dr. Koh Tsu Koon.jpg Koh Tsu Koon 8 April 2007 4 Oktober 2008 Pelaksana Tugas
4 4 Oktober 2008 16 Mei 2013 [7]
Tan Sri Dato' Chang Ko Youn.jpg Chang Ko Youn 16 Mei 2013 26 Oktober 2013 Pelaksana Tugas
5 Datuk Seri Mah Siew Keong.jpg Mah Siew Keong 26 Oktober 2013 16 September 2018 [5]
6 Datuk Dr Dominic Lau Hoe Chai.jpg Dominic Lau Hoe Chai 17 November 2018 Petahana

Sekretaris Jenderal[sunting | sunting sumber]

Berikut merupakan Sekretaris Jenderal Partai Gerakan Rakyat Malaysia.

Potret Sekretaris Jenderal Awal Jabatan Akhir Jabatan Ket.
Chia Kwang Chye.jpg Chia Kwang Chye 12 Oktober 2008 [8]
Teng Chang Yeow.jpg Teng Chang Yeow 19 Oktober 2008 16 Mei 2013 [9][10]
Datuk liang profile photo.jpg Liang Teck Meng 26 Oktober 2013 17 November 2018
Sec Gen Mak Kah Keong.jpg Mak Kah Keong 17 November 2018 Petahana

Hasil pemilihan umum[sunting | sunting sumber]

Pemilihan Perolehan kursi Jumlah suara Persentase suara Hasil Pemimpin
1969
8 / 144
178,971 7.5% Penurunan1 kursi; Oposisi,
kemudian Pro-pemerintah
(Partai Perikatan)
Lim Chong Eu
1974
5 / 144
Penurunan3 kursi; Pro-pemerintah
(Barisan Nasional)
Lim Chong Eu
1978
4 / 154
Penurunan1 kursi; Pro-pemerintah
(Barisan Nasional)
Lim Chong Eu
1982
5 / 154
Kenaikan1 kursi; Pro-pemerintah
(Barisan Nasional)
Lim Keng Yaik
1986
5 / 177
Steady; Pro-pemerintah
(Barisan Nasional)
Lim Keng Yaik
1990
5 / 180
Steady; Pro-pemerintah
(Barisan Nasional)
Lim Keng Yaik
1995
7 / 192
Kenaikan2 kursi; Pro-pemerintah
(Barisan Nasional)
Lim Keng Yaik
1999
7 / 193
Steady; Pro-pemerintah
(Barisan Nasional)
Lim Keng Yaik
2004
10 / 219
257,763 3.7% Kenaikan3 kursi; Pro-pemerintah
(Barisan Nasional)
Lim Keng Yaik
2008
2 / 222
184,548 2.27% Penurunan8 kursi; Pro-pemerintah
(Barisan Nasional)
Koh Tsu Koon
2013
1 / 222
191,019 1.73% Penurunan1 kursi; Pro-pemerintah
(Barisan Nasional)
Koh Tsu Koon
2018
0 / 222
128,973 1.07% Penurunan1 kursi; Tidak ada perwakilan di parlemen Mah Siew Keong

Bacaan lebih lanjut[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Gerakan Rakyat Malaysia Party Diarsipkan 26 Oktober 2011 di Wayback Machine., Liberal Internasional, www.liberal-international.org. Diakses tanggal 17 November 2011.
  2. ^ a b Minderjeet Kaur (11 Februari 2021). "Gerakan joins PN" (dalam bahasa Inggris). Free Malaysia Today. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-02-11. Diakses tanggal 12 Februari 2021. 
  3. ^ K. Suthakar (20 November 2006). "PPP offers Gerakan merger" (dalam bahasa Inggris). The Star. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-03-11. Diakses tanggal 24 Desember 2021. 
  4. ^ "Gerakan leaves Barisan Nasional". New Straits Times. 23 Juni 2018. Diakses tanggal 23 Juni 2018. 
  5. ^ a b Raja Noraina Raja Rahim (16 September 2018). "Mah pula letak jawatan". www.hmetro.com.my (dalam bahasa Melayu). Diakses tanggal 24 Desember 2021. 
  6. ^ "Gerakan umum bertanding PRK Tanjung Piai". Sinar Harian (dalam bahasa Melayu). 12 Oktober 2019. Diakses tanggal 24 Desember 2021. 
  7. ^ Ram Anand (11 Mei 2013). "Koh Tsu Koon letak jawatan, Gerakan tak sertai kabinet". Bernama (dalam bahasa Melayu). Malaysiakini. Diakses tanggal 24 Desember 2021. 
  8. ^ "Chia Kwang Chye nafi mahu bersara dari politik" (dalam bahasa Melayu). Topeng Perak Unmasked. 30 September 2008. Diakses tanggal 24 Desember 2021. 
  9. ^ "Teng Chang Yeow Setiausaha Agung baru Gerakan". Bernama (dalam bahasa Melayu). Mstar. 19 Oktober 2008. Diakses tanggal 24 Desember 2021. 
  10. ^ "Teng umum letak jawatan SUA Gerakan". Bernama (dalam bahasa Melayu). Malaysiakini. 6 Mei 2013. Diakses tanggal 24 Desember 2021. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]