Lompat ke isi

Pandawara Group

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Pandawara)
Pandawara Group
Kelima Pandawara bersama Presiden Prabowo Subianto
Tanggal pendirianMei 5, 2022; 3 tahun lalu (2022-05-05)
Pendiri
Jenis
  • NGO (Komunitas lingkungan)
TujuanEdukasi dan aksi lingkungan, kampanye kebersihan sungai dan pantai
Kantor pusatBandung, Jawa Barat, Indonesia
Bahasa resmi
Indonesia
Jumlah sukarelawan
Terbuka untuk relawan
Situs webhttps://pandawara.group/

Pandawara Group adalah sebuah kelompok pemuda asal Bandung, Indonesia, yang dikenal karena aktivitasnya di bidang pelestarian lingkungan, khususnya dalam aksi bersih-bersih sungai dan pantai dari pencemaran sampah. Kelompok ini terdiri dari lima orang, yakni Muchamad Ikhsan Destian, Rafly Pasya, Mochamad Agung Permana, Gilang Rahma, dan Muhammad Rifqi Sadulloh. Mereka mulai dikenal luas setelah mengunggah video pembersihan sungai di media sosial, khususnya TikTok, sejak tahun 2022.[1]

Pandawara terbentuk dari inisiatif pribadi untuk merespons persoalan banjir yang kerap melanda daerah tempat tinggal mereka di Bandung. Setelah menelusuri akar permasalahan, mereka menemukan bahwa tumpukan sampah di aliran sungai menjadi penyebab utama banjir. Berbekal semangat kolektif, mereka mulai melakukan aksi bersih-bersih secara sukarela dan tanpa ekspektasi publikasi. Dokumentasi pertama mereka diunggah pada Agustus 2022 dan mendapat perhatian luas dari masyarakat.[2]

Sejarah dan awal pembentukan

[sunting | sunting sumber]

Pandawara Group didirikan pada 05 Mei 2022. Kelima anggotanya merupakan teman satu tongkrongan sejak SMA di kawasan Kopo, Bandung. Gagasan pembentukan Pandawara berangkat dari keprihatinan atas banjir yang kerap melanda daerah tempat tinggal mereka. Setelah menelusuri penyebabnya, mereka mendapati bahwa sampah di sungai menjadi pemicu utama banjir, sehingga memutuskan untuk terjun langsung melakukan pembersihan sungai.

Pada enam bulan pertama, kegiatan mereka tidak terdokumentasi. Baru setelah pertengahan 2022 mereka mulai mengunggah video aktivitas ke media sosial, yang kemudian mengangkat nama mereka ke tingkat nasional.

Etimologi

[sunting | sunting sumber]

Nama Pandawara merupakan gabungan dari kata “Pandawa”, yang merujuk pada lima tokoh bersaudara dalam kisah epos Mahabharata, serta kata “Wara” dari bahasa Sunda yang berarti “baik”. Nama ini dimaksudkan untuk merepresentasikan lima pemuda yang membawa kabar baik bagi lingkungan melalui aksi nyata mereka.[3]

Program dan inisiatif

[sunting | sunting sumber]

Untuk memperluas dampak sosial dan lingkungan, Pandawara Group mengembangkan lima pilar program utama:

  • Pancaranta: Edukasi tentang pantai-pantai tercemar dan penyebab rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.
  • Manahrasa: Program peningkatan fasilitas kebersihan, pengelolaan sampah, dan kolaborasi komunitas lokal untuk membangun sistem yang berkelanjutan.
  • Jaganadara: Dukungan terhadap pendidikan melalui pembangunan infrastruktur sekolah, pelatihan guru, dan kegiatan edukasi lingkungan.
  • Ajaraksa: Program literasi lingkungan berbasis sekolah dan perguruan tinggi dengan pendekatan interaktif dan kegiatan lapangan.
  • Jaga Bhumi (River Adopt): Inisiatif konservasi sungai yang mencakup adopsi daerah aliran sungai, pemasangan alat pemblokir sampah (trash barrier), pembentukan tim relawan muda, dan kampanye lingkungan di daerah-daerah rawan pencemaran.

Kolaborasi regional dan internasional

[sunting | sunting sumber]

Pandawara Group juga memperluas jangkauan gerakan mereka melalui kerja sama lintas negara. Pada tahun 2024, mereka menjalankan kampanye regional bertajuk Creator Contribution yang melibatkan kolaborasi dengan komunitas konten kreator di Asia Tenggara, seperti Sài Gòn Xanh dari Vietnam dan LKP EMPIRE dari Malaysia. Kampanye ini bertujuan memperkuat kesadaran akan isu lingkungan di tingkat ASEAN melalui forum diskusi, panduan teknis pembersihan pantai dan sungai, serta aksi nyata di lokasi terdampak. Dalam pelaksanaannya, Pandawara sempat melakukan aksi bersih-bersih di Sungai Saigon, Vietnam, dan Pantai Batu Rakit di Kuala Terengganu, Malaysia.

Selain itu, Pandawara menjalin kerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Denmark dalam pengembangan program Material Recovery Facility (MRF). Program ini merupakan upaya pengelolaan sampah lanjutan, dimulai dari skala kecil dengan kapasitas pengolahan 10 ton sampah per hari. Diharapkan model ini dapat diadaptasi dan diimplementasikan di kota-kota besar di Indonesia sebagai solusi pengolahan sampah perkotaan yang berkelanjutan.[4]

Pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto

[sunting | sunting sumber]
Pandawara bersama Presiden Prabowo Subianto

Pada 11 Maret 2025, Pandawara Group diundang secara resmi ke Istana Kepresidenan Jakarta oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Pertemuan tersebut menjadi momen penting dalam kiprah Pandawara sebagai komunitas pegiat lingkungan, menandakan pengakuan tingkat nasional atas upaya mereka dalam menangani persoalan sampah dan pencemaran sungai.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu anggota Pandawara, Gilang Rahma, menyampaikan bahwa diskusi bersama Presiden Prabowo difokuskan pada isu pengelolaan sampah dan lingkungan di Indonesia. Gilang mengungkapkan harapan agar hasil pertemuan tersebut dapat mendorong terbentuknya kebijakan yang lebih progresif dalam pengelolaan lingkungan dan membuka peluang kolaborasi antara komunitas akar rumput dan pemerintah pusat.

Presiden Prabowo menyampaikan apresiasinya terhadap langkah nyata yang dilakukan Pandawara Group dan menyebut gerakan mereka sebagai inspirasi bagi generasi muda untuk turut serta menjaga kelestarian lingkungan. Pertemuan ini juga menjadi simbol meningkatnya perhatian negara terhadap partisipasi publik dalam agenda keberlanjutan.[5]

Pencapaian dan dampak

[sunting | sunting sumber]

Sejak awal kiprahnya, Pandawara Group telah melakukan aksi bersih-bersih di lebih dari 221 lokasi sungai dan pantai di seluruh Indonesia.[6] Total sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai lebih dari 1,3 juta kilogram. Aksi mereka juga melibatkan ribuan relawan dari berbagai daerah, dan secara aktif mendorong partisipasi publik melalui kampanye komunitas seperti One Day One Trash Bag, yang mendorong masyarakat untuk mengumpulkan setidaknya satu kantong sampah setiap hari.[7]

Dampak aksi Pandawara tidak hanya bersifat fisik terhadap lingkungan, tetapi juga kultural dan edukatif. Penelitian akademik dari berbagai jurnal menunjukkan bahwa pendekatan visual dan interaktif yang digunakan Pandawara berhasil membentuk model baru dalam aktivisme digital berbasis komunitas.[8] Mereka dianggap efektif membangkitkan kesadaran generasi muda terhadap isu lingkungan, serta menginspirasi gerakan serupa di daerah lain.[9]

Pengakuan dan penghargaan

[sunting | sunting sumber]

Pandawara Group telah menerima berbagai penghargaan nasional dan internasional sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi mereka dalam pelestarian lingkungan, antara lain:

  • TikTok Local Heroes dalam ajang Year on TikTok 2022.
  • Indonesia Green Awards 2023 oleh La Tofi School of Social Responsibility dalam kategori The Best Green Communication.
  • Anugerah Konservasi dari Universitas Negeri Semarang (UNNES).
  • detikJabar Awards 2023 dalam kategori Inovasi Pegiat Perlindungan dan Pelestarian Lingkungan Hidup.
  • TikTok Awards Indonesia 2023 dengan tiga penghargaan: Creator of the Year, Rising Star of the Year, dan Changemakers of the Year.
  • Gatra Awards 2023 untuk kategori lingkungan.

Pada tahun 2025, Pandawara Group masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia dalam kategori Social Media, Marketing & Advertising. Mereka diakui atas pengaruh signifikan dalam menggerakkan perubahan sosial melalui konten media sosial dan aksi langsung di lapangan.[10]

Pengaruh sosial dan akademik

[sunting | sunting sumber]

Aktivitas Pandawara telah menjadi objek studi dalam berbagai riset ilmiah yang menyoroti efektivitas aktivisme digital.[11] Dalam sejumlah jurnal, pendekatan mereka dipandang sebagai model partisipatif yang menggabungkan antara konten visual, aksi langsung, dan pemberdayaan komunitas. Keberhasilan mereka dalam membangun basis dukungan melalui media sosial dianggap relevan dalam konteks komunikasi lingkungan modern dan edukasi publik.[12]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Muhammad, Fahmy Fauzy. "Profil dan Awal Terbentuknya Pandawara Group". detikjabar. Diakses tanggal 2025-08-05.
  2. "Profil Pandawara Group, Berhasil Ajak Ribuan Orang Bersih-bersih Pantai Terkotor". suara.com. 2023-07-11. Diakses tanggal 2023-07-16.
  3. SohIB. "Pandawara Group Gerakan Anak Muda Tangguh Melawan Sampah". SohIB. Diakses tanggal 2023-07-16.
  4. Rahman, Nazhmi Fadhil; Ramadhan, Aqshal Ilham; Armadhani, Annisa Andien; Nastiti, Nadya Putri Ayu; Sinambela, Anabela Maria Lucia; Siahaya, James Arthur (2025-01-03). "Towards Environmental Sustainability: Pandawara Group-Denmark Collaboration Through Transnational Advocacy Network". PROIROFONIC (dalam bahasa Inggris). 1 (1): 89–99. ISSN 2807-1255.
  5. Nuraisya, Syifa (2025-03-11). "Presiden Prabowo Subianto Apresiasi Pandawara Group: "Terus Berjalan, Jangan Lelah"". Presiden RI. Diakses tanggal 2025-08-05.
  6. Media, Kompas Cyber (2023-01-16). "Pandawara Group Sudah Bersihkan 80 Titik Sampah dalam Satu Tahun Terakhir". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2023-07-16.
  7. A, Khairunnisa Fauzatul. "Pandawara Group Soal Juluki Pantai di Banten 'Terkotor di Indonesia': Bukan Hinaan". www.pikiran-rakyat.com. Diakses tanggal 2023-07-16.
  8. Rajudin, Abdullah Aziz; Hadi, Sigit Pramono (2024-01-04). "Pengaruh Konten Tiktok Pandawara Group terhadap Sikap Peduli Lingkungan Gen Z". Al-DYAS (dalam bahasa Inggris). 3 (1): 123–144. doi:10.58578/aldyas.v3i1.2457. ISSN 2964-4984.
  9. Liputan6.com (2023-07-11). "Wajah Terkini Pantai Sukaraja di Lampung Usai Pandawara Ajak Ribuan Warga Kerja Bakti". liputan6.com. Diakses tanggal 2023-07-16. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  10. "Pandawara Group". Forbes (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-05.
  11. Wicaksono, Satrio; Febriana, Poppy (2025-03-19). "Analysis of Online Identity of Public Figures: A Case Study of Pandawara Group : Analisis Identitas Online Tokoh Publik: Studi Kasus Pandawara Group". Procedia of Social Sciences and Humanities (dalam bahasa Inggris). 8: 119–123. doi:10.21070/pssh.v8i.790. ISSN 2722-0672.
  12. Subangkit, Sapta Hari; Riyantini, Rini (2025-07-10). "The Pandawara Group's Participatory Communication in Environmental Activism via Social Media". PERSPEKTIF (dalam bahasa Inggris). 14 (3): 576–582. doi:10.31289/perspektif.v14i3.14565. ISSN 2684-9305.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]