Paenungulata

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Paenungulata
Rentang fosil: Paleocene - sekarang, 58.7–0 Jtl
Elephant near ndutu.jpg
Gajah adalah hewan darat terbesar
Klasifikasi ilmiah e
Kerajaan: Animalia
Phylum: Chordata
Klad: Synapsida
Kelas: Mammalia
Superordo: Afrotheria
klad: Paenungulata
Subkelompok

Paenungulata adalah klad yang mengelompokkan tiga ordo mamalia: Proboscidea (termasuk gajah), Sirenia (sapi laut, termasuk dugong dan lembu laut), dan Hyracoidea (hyrax). Terdapat dua ordo lain yang hanya ada dalam bentuk fosil, yaitu Embrithopoda dan Desmostylia (namun, Desmostylia telah dimasukkan ke dalam ordo Perissodactyla berdasarkan analisis kladistik pada tahun 2014[1]). Masing-masing dari ordo yang telah punah ini memiliki keunikan tersendiri. Embrithopoda adalah mamalia herbivora yang mirip badak dengan kaki plantigrad, sementara Desmostylia adalah hewan yang mirip kuda nil. Cara berjalan dan makanan mereka telah menjadi objek spekulasi, tetapi gigi yang ditemukan menunjukkan bahwa Desmostylia memakan tumbuhan dan memiliki postur yang mirip dengan hewan berkuku lainnya.[2]

Ordo Sierania, Desmostylia dan gajah berhubungan erat secara genetik, sehingga ketiganya dikelompokkan sebagai Tethytheria karena nenek moyang mereka hidup di pesisir Laut Tethys pada masa prasejarah; namun, penelitian mioglobin terkini menunjukkan bahwa Hyracoidea juga memiliki nenek moyang yang hidup di perairan.[3]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Cooper, L. N.; Seiffert, E. R.; Clementz, M.; Madar, S. I.; Bajpai, S.; Hussain, S. T.; Thewissen, J. G. M. (2014-10-08). "Anthracobunids from the Middle Eocene of India and Pakistan Are Stem Perissodactyls". PLoS ONE. 9 (10): e109232. doi:10.1371/journal.pone.0109232. PMID 25295875. 
  2. ^ Kleinschmidt, Traute; Czelusniak, John; Goodman, Morris; Braunitzer, Gerhard (1986). "Paenungulata: A Comparison of the Hemoglobin Sequences from Elephant, Hyrax, and Manatee" (PDF). Mol. Biol. Evol. 3 (5): 427–435. PMID 3444412. Diakses tanggal 2010-07-24. 
  3. ^ One Protein Shows Elephants and Moles Had Aquatic Ancestors 

Bacaan lanjut[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]