Lompat ke isi

Tutur, Pasuruan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Tutur
Keramaian di pusat kecamatan,tampak Masjid An-Nur Nongkojajar (2011)
Keramaian di pusat kecamatan,
tampak Masjid An-Nur Nongkojajar (2011)
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenPasuruan
Pemerintahan
  CamatHendi Candrawijaya, S.KM., M.Kes
Populasi
 (2024)
  Total56.187 jiwa
Kode pos
67165
Kode Kemendagri35.14.02 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3514020 Suntingan nilai di Wikidata
Luas86,30 km²
Desa/kelurahan12
Peta
PetaKoordinat: 7°53′53″S 112°48′57″E / 7.89806°S 112.81583°E / -7.89806; 112.81583

Tutur (bahasa Jawa: ꦠꦸꦠꦸꦂ) juga sering disebut Nongkojajar (ꦤꦔ꧀ꦏꦗꦗꦂ), adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Pasuruan yang terletak di selatan. Tutur adalah salah satu akses utama menuju Gunung Bromo via Pasuruan. Jalur tersebut juga banyak dituju wisatawan dari arah Surabaya maupun Malang.[1] Tutur terletak di dataran tinggi yang hijau dan sejuk, serta memiliki banyak tempat wisata populer seperti Agrowisata Bhakti Alam, pendakian Gunung Tanggung, dan hutan pinus. Selain pariwisata, Tutur juga dikenal sebagai sentra susu sapi perah, durian, apel, kopi, bunga hias, dan berbagai sayur mayur.[2][3][4]

Tutur adalah salah satu kecamatan di Pasuruan yang dihuni oleh Suku Tengger, yaitu suku kecil yang menghuni kawasan Dataran Tinggi Tengger di lereng Gunung Bromo. Beberapa desa yang ditinggali oleh Orang Tengger diantaranya Andonosari dan Ngadirejo. Suku Tengger dominan beragama Hindu dan memiliki kebudayaan tradisional yang masih dipertahankan sampai sekarang. Hal tersebut membuat Tutur memiliki umat Hindu terbanyak kedua di Kabupaten Pasuruan setelah Tosari, yaitu lebih dari 2 ribu jiwa pada tahun 2023.[5][6]

Peta administrasi Kecamatan Tutur

Tutur adalah kecamatan yang terletak di Dataran Tinggi Tengger yang masih satu kawasan dengan Gunung Bromo dan Semeru. Kecamatan Tutur juga dikenal sebagai Nongkojajar. Nama Nongkojajar berasal dari pusat ekonomi kecamatan ini. Nongkojajar adalah sebuah dusun di Desa Wonosari yang memiliki pasar yang ramai di jalur wisata menuju Bromo. Jalur tersebut dapat diakses dari arah Surabaya melalui sebuah persimpangan di dekat Exit Tol Purwodadi. Sedangkan dari arah Malang, terdapat jalur alternatif yang menembus kawasan Gunung Tunggangan.[1][7]

Geografi Tutur berupa dataran tinggi yang banyak ditanami komoditas seperti perkebunan pinus, buah-buahan, hingga sayur mayur. Wilayahnya memanjang dari utara di Desa Ngembal hingga ke selatan di Desa Ngadirejo. Dari Ngadirejo kemudian melintasi Kecamatan Tosari terlebih dahulu sebelum memasuki kawasan Gunung Bromo.

Batas wilayah Kecamatan Tutur adalah sebagai berikut:[5]

UtaraKecamatan Purwodadi
TimurKecamatan Tosari, Kecamatan Puspo, dan Kecamatan Pasrepan
SelatanGunung Bromo
Barat Kabupaten Malang (Kecamatan Jabung)

Daftar desa dan dusun

[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Tutur terdiri dari 12 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan, yakni sebagai berikut:[8]

No. Nama Desa Nama Dusun atau Dukuh Ref
1 Andonosari Krajan I, Krajan II, Krajan III, Arjosari, Bekotong, Bendoro, Besuki, Payaman, Pulo, Sawahtalun, Siwil, Slorok, Sugro, Wadang, Wonokerso [8]
2 Blarang Krajan, Banyusari, Cemoro, Manggungan, Pronojiwo [8][9]
3 Gendro Krajan, Bangking, Dukutan, Gerdu, Tuban [8]
4 Kalipucang Cikur, Dodogan, Jelag, Kuntul Utara, Kuntul Selatan, Mucangan [8][10]
5 Kayu Kebek Karangrejo, Ledok, Ngaruh, Surorowo, Taman [8]
6 Ngadirejo Krajan, Cemoro Gading, Kebek, Kletak, Ledok Kepor, Wonokoyo [8]
7 Ngembal Krajan Barat, Krajan Timur, Alang-Alangan, Andong Timur, Andong Selatan, Andong Utara, Bandut, Garutan, Kelek, Kemangi, Ledok, Prodo, Pruten, Renes, Wadung [8]
8 Pungging Pungging, Cemoro, Wonorejo [8]
9 Sumberpitu Sumberpitu, Campal, Curah Buntung, Dempok, Tuyowono [8]
10 Tlogosari Tlogosari, Grontol, Gudang, Kumbo, Mbodo, Ngepring, Yitnan [8]
11 Tutur Krajan I, Krajan II, Babal, Gunung Petung, Gunungsari, Kadipaten, Karanglo, Karang Tengah, Pancut, Tutur Wetan [8]
12 Wonosari Wonosari Barat, Wonosari Tengah, Karanganyar, Mesagi, Ngadipuro, Nongkojajar, Putuk [8]

Tempat terkenal

[sunting | sunting sumber]
Hutan di Desa Kayu Kebek
  • Pasar Nongkojajar
  • Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan - salah satu produsen sapi perah terbesar di Nongkojajar
  • Agrowisata Bhakti Alam - obyek wisata dengan fasilitas lengkap seperti kolam renang, kebun buah, edukasi susu perah, dll.
  • Wisata Bukit Flora
  • Pendakian Gunung Tanggung dan Lawangan
  • Tutur Welang Bike Park - trek sepeda gunung di area hutan pinus
  • Wisata Hutan Pinus Nongkojajar
  • Air terjun Coban Waru
  • Puskesmas Nongkojajar
  • Puskesmas Sumberpitu

Galeri sejarah

[sunting | sunting sumber]

Sejak zaman kolonial, Nongkojajar sudah banyak dikunjungi warga Eropa untuk berlibur. Pada masa itu, di Nongkojajar banyak berdiri hotel hingga vila.

Galeri lainnya

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 "Rute Bromo Lewat Nongkojajar Pasuruan + Itinerary Bromo 2024". ERC TRANS. 2024-06-28.
  2. "Nongkojajar, Keindahan di Kaki Bromo". https://kominfo.jatimprov.go.id. Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 2015-02-23.
  3. Ziaul Haq (2025-11-15). "Produksi Susu Nongkojajar di Pasuruan Penyumbang Kebutuhan Susu Nasional, Ini Kata Gubernur Jatim". KabarBaik.co.
  4. Kholid Amrullah (2023-10-11). "Apel Batu Tergeser Apel Nongkojajar Pasuruan". RADAR MALANG.
  5. 1 2 Kabupaten Pasuruan Dalam Angka 2025. BPS Kabupaten Pasuruan. 2025-02-28.
  6. Petrus Riski (2018-12-18). "Suku Tengger Lestarikan Alam dan Budaya Lewat Kenduri dan Kirab". VOA INDONESIA.
  7. Darsono (2019-02-04). "Jalur Menuju Bromo Lewat Jabung, Kondisi Jalan Hancur". MALANG PAGI.
  8. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 "KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN PASURUAN NOMOR 1750 TAHUN 2024 TENTANG PEDOMAN TEKNIS PELAKSANAAN KAMPANYE PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI PASURUAN TAHUN 2024" (PDF).
  9. "Website Resmi Desa Blarang". desablarang.com. Diakses tanggal 2025-11-16.
  10. M. Daimul Abror, Roudotul Jannah (2021). "IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PARIWISATA DI DESA KALIPUCANG KECAMATAN TUTUR KABUPATEN PASURUAN". Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial. 5 (2). IAIN Kediri.