Lompat ke isi

Ngimin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ngimin
Periode Triassic - Kini
Spondylus Suntingan nilai di Wikidata
Taksonomi
SuperkerajaanHolozoa
KerajaanAnimalia
FilumMollusca
KelasBivalvia
OrdoPectinida
FamiliSpondylidae
SubfamiliSpondylinae
GenusSpondylus Suntingan nilai di Wikidata
Linnaeus, 1758
Tata nama
Sinonim takson
  • Carallospondylus Monterosato, 1917
  • Eleutherospondylos Dunker, 1882
  • Eltopera Iredale, 1939
  • Lanilda Iredale, 1939
  • Spondylus (Rimaespondylus) Damarco, 2015
  • Sponvola Iredale, 1939[1]
Species
See text

Spondylus atau secara lokal dikenal dengan nama ngimin atau tiram duri adalah genus moluska bivalvia yang juga merupakan satu-satunya genus dalam famili Spondylidae.

Sejarah evolusi

[sunting | sunting sumber]

Genus Spondylus pertama kali muncul pada era Mesozoikum. Terdapat sekitar 40 spesies Spondylus punah yang telah ditemukan.[2]

Karakteristik

[sunting | sunting sumber]

Spondylus merupakan hewan penyaring. Hewan dewasa menempel di substrat yang keras, dilindungi oleh duri-duri tajam, dan dapat menghasilkan mutiara.[3] Jenis substrat yang ditempeli oleh hewan ini berbeda-beda tergantung spesiesnya: banyak yang menempel ke terumbu karang, sementara yang lain (khususnya S. spinosus) dapat dengan mudah beradaptasi di struktur buatan manusia.

Bukti arkeologis menunjukkan bahwa orang-orang yang tinggal di Eropa pada masa Neolitikum memperdagangkan cangkang S. gaederopus untuk membuat gelang dan ornamen-ornamen lainnya.[4] Cangkang ini terutama digunakan pada periode 5350 hingga 4200 SM.[4] Sementara itu, S. crassisquama dapat ditemui di pesisir Kolombia dan Ekuador dan merupakan objek yang penting bagi peradaban-peradaban di Andes pada zaman Pra-Kolumbus; cangkang hewan tersebut dijadikan persembahan untuk Pachamama dan mata uang.[5] Cangkang ini diperdagangkan hingga ke wilayah Meksiko di utara dan wilayah Andes tengah di selatan.[6]

Daftar spesies

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. MolluscaBase (2019). MolluscaBase. Spondylus Linnaeus, 1758. Accessed through: World Register of Marine Species at: http://www.marinespecies.org/aphia.php?p=taxdetails&id=138518 on 2019-03-04
  2. "Fossilworks: Spondylus". fossilworks.org. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-11-15. Diakses tanggal 4 March 2019.
  3. WingYan Ho, Joyce; Zhou, Chunhui. "Natural Pearls Reportedly from a Spondylus Species ("Thorny" Oyster)". GIA. Gemological Institute of America. Diakses tanggal 24 February 2018.
  4. 1 2 Gardelková-Vrtelová, Anna; Golej, Marián (2013). "The necklace from the Strážnice site in the Hodonín district (Czech Republic). A contribution on the subject of Spondylus jewelry in the Neolithic". Documenta Praehistorica. 40. Znanstvena založba Filozofske fakultete Univerze v Ljubljani: 265–277. doi:10.4312/dp.40.21.publikasi akses terbuka - bebas untuk dibuka
  5. Carter, Benjamin. "Spondylus in South American Prehistory" in Spondylus in Prehistory: New Data and Approaches. Ed. Fotis Ifantidis and Marianna Nikolaidou. BAR International Series 2216. Oxford: Archaeopress, 2011: 63-89.
  6. Shimada, Izumi. “Evolution of Andean Diversity: Regional Formations (500 B.C.E-C.E. 600). The Cambridge History of the Native People of the Americas. Vol. III, pt. 1. Ed. Frank Salomon & Stuart B. Schwartz. Cambridge: Cambridge University Press, 1999: 350-517, terutama. "Mesoamerican-Northwest South American Connections", hlm. 430-436.