Myers-Briggs Type Indicator

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sebuah diagram yang menjelaskan tipe kepribadian berdasarkan MBTI

Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) adalah psikotes yang dirancang untuk mengukur preferensi dasar murni psikologis seseorang dalam melihat dunia dan membuat keputusan.[1] Psikotes ini berisi pertanyaan tentang bagaimana perasaan atau tindakan yang biasanya dirasakan atau dilakukan dalam situasi tertentu.[2] MBTI dikembangkan oleh Isabel Briggs Myers pada sejak 1940.[3] Psikotes ini dirancang untuk mengukur kecerdasan individu, bakat, dan tipe kepribadian seseorang.[3] MBTI merupakan instrumen yang paling banyak digunakan.[4] Telah diperbarui dan divalidasi secara ketat selama lebih dari tujuh puluh tahun.[4] MBTI didasari pada jenis dan preferensi kepribadian dari Carl Gustav Jung, yang menulis Psychological Types pada tahun 1921.[4] Tujuan dari MBTI adalah membuat teori tipe psikologis dijelaskan oleh Carl Jung dapat dimengerti dan berguna dalam kehidupan manusia.[3][5] Sampai saat ini tes MBTI adalah tes kepribadian yang paling banyak dipakai di dunia selain tes enneagram.[6] Tes ini juga dipakai untuk mengetahui karakter kepribadian karyawan perusahaan agar dapat ditempatkan pada bidang-bidang yang membuat potensi karyawan tersebut optimal.[6] Selain itu, tes ini juga dapat digunakan konselor sekolah untuk mengarahkan siswa pada jalan belajar yang cocok sesuai dengan tipe kepribadiannya.[7] Terkadang MBTI juga digunakan para psikolog untuk membantu klien mengenali diri sendiri.[8]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

MBTI dikembangkan oleh Katherine Cook Briggs dan puterinya, Isabel Briggs Myers sejak Perang Dunia II (1939-1945).[6] Mereka percaya bahwa pengetahuan akan kepribadian dapat membantu perempuan yang akan memasuki dunia kerja di bidang industri.[6] Setelah mengalami pengembangan, akhirnya Tes MBTI ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 1962.[6]

MBTI didasarkan dari teori tipologi yang diusulkan oleh Carl Gustav Jung dalam bukunya berjudul "Psychological Type" yang diterbitkan pada tahun 1921.[6] Dalam bukunya, Jung berteori bahwa ada empat fungsi psikologis utama yang digunakan manusia dalam menjalani kehidupan, yaitu: sensasi (sensation), intuisi (intuition), perasaan (feeling), dan pemikiran (thinking).[9]

Dimensi dasar[sunting | sunting sumber]

CognitiveFunctions.png

Dalam mengembangkan MBTI, Isabel Briggs Myers dan Katharine Briggs Myers membahas dua tujuan terkait dalam perkembangan dan penerapan instrumen MBTI, yaitu:

  • Identifikasi dari dasar preferensi yang tersirat dalam Teori Carl Jung.[3]
  • Identifikasi dan deskripsi dari 16 tipe kepribadian yang merupakan hasil dari interaksi dan preferensi.[3]

Dalam Tes MBTI ini, ada 4 dimensi kecenderungan sifat dasar manusia:

1. Dimensi pemusatan perhatian: Introvert (I) vs. Ekstrovert (E)[6][sunting | sunting sumber]

Dimensi ini mengukur bagaimana kita berinteraksi dengan dunia dan dimana kita menyalurkan engergi kita.[10] Berikut adalah penjelasan dari ciri-ciri Introvert dengan Ekstrovert:[10]

Introvert (I)[sunting | sunting sumber]

- Merasa berenergi jika menghabiskan waktu sendiri

- Cenderung menghindar untuk menjadi pusat perhatian

- Cenderung berpikir lama terlebih dahulu sebelum menyampaikan ide-idenya

- Sangat menghargai privasi, tidak mudah menyebarkan informasi pribadi

- Lebih banyak mendengarkan daripada berbicara

- Menyimpan antusiasnya terhadap sesuatu untuk diri sendiri

- Merespon segala hal setelah berpikir

- Memiliki minat yang sedikit tetapi mendalam

Ekstrovert (E)[sunting | sunting sumber]

- Merasa berenergi jika bersama dengan banyak orang

- Suka menjadi pusat perhatian

- Cenderung "thing out loud", yaitu langsung menyampaikan ide-idenya

- Mudah "dibaca" oleh orang lain

- Mudah menyebarkan informasi pribadi

- Lebih banyak berbicara daripada mendengarkan

- Berkomunikasi secara antusias

- Cenderung memiliki minat pada banyak hal tetapi tidak sampai mendalam

2. Dimensi memahami informasi dari luar: Sensing (S) vs. Intuition (N)[6][sunting | sunting sumber]

Dimensi ini membahas tentang jenis informasi yang kita tangkap.[10] Berikut adalah penjelasan dari ciri-ciri Sensing dengan Intuition:[10]

Sensing (S)[sunting | sunting sumber]

- Lebih percaya dengan data

- Menggunakan 5 indera untuk menangkap informasi

- Percaya dengan apa yang pasti dan konkret

- Suka dengan ide baru hanya apabila memiliki aplikasi praktis

- Realistis

- Suka menggunakan dan mengasah keterampilan yang sudah ada atau dibentuk

- Spesifik dan rinci

- Menyajikan informasi secara bertahap

- Berorientasi pada "masa sekarang"

Intuition (N)[sunting | sunting sumber]

- Sixth sense

- Memiliki imajinasi, inspirasi, serta firasat yang kuat

- Percaya pada inspirasi dan dugaan

- Suka ide dan konsep baru untuk kepentingan sendiri

- Menghargai imajinasi dan inovasi

- Suka belajar kemampuan baru, mudah bosan jikau mendalami satu kemampuan

- Cenderung menggunakan metafora dan analogi

- Menyajikan informasi secara lompat-lompat

- Berorientasi pada "masa depan"

3. Dimensi menarik kesimpulan & keputusan : Thinking (T) vs. Feeling (F)[6][sunting | sunting sumber]

Dimensi ini mengukur tentang bagaimana cara kita membuat keputusan dan menjadi kesimpulan. [10] Berikut adalah penjelasan dari ciri-ciri Thinking vs Feeling:[10]

Thinking (T)[sunting | sunting sumber]

- Objektif dalam menganalisis suatu permasalahan

- Logis, adil, serta menilai dari kelayakan

- Melihat kekurangan, cenderung kritis

- Terlihat seperti tidak memiliki hati, tidak peka, serta tidak peduli

- Percaya dengan feeling apabila hal tersebut logis

- Dimotivasi oleh keinginan untuk berprestasi

Feeling (F)[sunting | sunting sumber]

- Melihat ke depan, mempertimbangkan efek tindakan pada orang lain

- Mementingkan empati dan harmonis, melihat pengecualian dalam suatu aturan

- Menyenangkan orang lain, mudah untuk mengapresiasi

- Terlihat terlalu emosional, tidak logis, dan lemah

- Percaya dengan feeling

- Dimotivasi oleh keinginan untuk diapresiasi

4. Dimensi pola hidup: Judging (J) vs. Perceiving (P)[6][sunting | sunting sumber]

Dimensi ini menjelaskan tentang bagaimana pola hidup seseorang, entah hidup yang terstruktur atau spontan.[10] Berikut adalah penjelasan dari ciri-ciri Judging vs Perceiving:[10]

Judging (J)[sunting | sunting sumber]

- Orang yang terstruktur dan teratur

- Paling tenang setelah keputusan sudah dibuat

- Memiliki 'etos kerja', yaitu berprinsip kerja dulu, bermain kemudian

- Menetapkan tujuan, yaitu upaya mencapai suatu dengan dengan tepat waktu

- Lebih suka mengetahui apa yang sedang dihadapi

- Berorientasi pada "hasil"

- Mendapat kepuasan setelah menyelesaikan tugas

- Melihat waktu sebagai hal yang terbatas

Perceiving (P)[sunting | sunting sumber]

- Orang yang fleksibel

- Memiliki pilihan hidup yang terbuka

- Memiliki "play ethic", yaitu berprinsip menikmati sekarang, selesaikan pekerjaan nanti

- Mengubah tujuan saat informasi baru tersedia

- Suka beradaptasi terhadap situasi yang baru

- Berorientasi pada "proses", yaitu bagaimana suatu tugas itu diselesaikan (cara)

- Mendapat kepuasan dari memulai suatu hal

- Melihat waktu sebagai hal yang dapat diperbaharui


Setiap tipe punya susunan fungsi kognitif yang berbeda-beda. Ada 8 fungsi kognitif yaitu

  1. Se (Extroverted Sensing)
  2. Si (Introverted Sensing)
  3. Ne (Extroverted Intuition)
  4. Ni (Introverted Intuition)
  5. Te (Extroverted Thinking)
  6. Ti (Introverted Thinking)
  7. Fe (Extroverted Feeling)
  8. Fi (Introverted Feeling)

Tipe kepribadian[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan dimensi dasar tersebut dihasilkan 16 tipe kepribadian manusia yang merupakan kombinasi dari 4 dimensi dasar tersebut. Kombinasi kepribadian MBTI ini adalah:[6]

  1. ESTJ: Extrovert, Sensing, Thinking, Judging
  2. ENTJ : Extrovert, Intuition, Thinking, Judging
  3. ESFJ : Extrovert, Sensing, Feeling, Judging
  4. ENFJ : Extrovert, Intuition, Feeling, Judging
  5. ESTP : Extrovert, Sensing, Thinking, Perceiving
  6. ENTP : Extrovert, Intuition, Thinking, Perceiving
  7. ESFP : Extrovert, Sensing, Feeling, Perceiving
  8. ENFP : Extrovert, Intuition, Feeling, Perceiving
  9. INFP : Introvert, Intuition, Feeling, Perceiving
  10. ISFP : Introvert, Sensing, Feeling, Perceiving
  11. INTP : Introvert, Intuition, Thinking, Perceiving
  12. ISTP : Introvert, Sensing, Thinking, Perceiving
  13. INFJ : Introvert, Intuition, Feeling, Judging
  14. ISFJ : Introvert, Sensing, Feeling, Judging
  15. INTJ: Introvert, Intuition, Thinking, Judging
  16. ISTJ : Introvert, Sensing, Thinking, Judging

Kritik[sunting | sunting sumber]

Secara psikometri, MBTI memiliki beberapa kekurangan yaitu tidak "sahih" (tidak mengukur yang seharusnya diketahui dari individu) dan tidak memiliki reliabilitas (hasil tes yang tidak konsisten, jika tes dilakukan berulang kali terhadap individu yang sama).[11][12][13] Selain itu, MBTI tidak bisa mengukur hal yang konsisten pada diri individu karena pada saat pengisian tes hal ini bergantung pada suasana hati individu.[14]

Banyak dari penelitian yang mendukung MBTI mempunyai metodologi yang lemah dan tidak saintifik.[15]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (Inggris) Isabel Briggs Myers & Peter B. Myers (1995). "Gifts Differing: Understanding Personality Type". Davies-Black Publishing. 
  2. ^ Robbins, Stephen P.; Judge, Timothy A. (2013). Organizational Behavior. England: Pearson Education. 
  3. ^ a b c d e (Inggris) Myers Briggs Foundation. "MBTI Basics". Diakses tanggal 3 Mei 2014. 
  4. ^ a b c (Indonesia) Psikologi Zone. "Tes Kepribadian MBTI". Diakses tanggal 3 Mei 2014. 
  5. ^ (Indonesia) Human Metric Indonesia. "Mengenali Diri Dengan Menggunakan Myers-Briggs Type Indicator (MBTI)". Diakses tanggal 3 Mei 2014. 
  6. ^ a b c d e f g h i j k (Indonesia) Pusat Kepribadian & Psikologi Indonesia. "Tes Kepribadian MBTI". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-05-03. Diakses tanggal 3 Mei 2014. 
  7. ^ Feist, Jess; Feist, Gregory J. (2009). Theories of Personality. USA: McGraw Hill. 
  8. ^ Putri, Ratih Cahyani (2018-07-17). "Apa itu MBTI? Berikut Penjelasan dan Kritik Terhadap Teori". LadyBird Journal (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2022-03-08. 
  9. ^ (Inggris) Carl Gustav Jung (1971). "Collected Works of C.G Jung". 6. Princeton University Press. 
  10. ^ a b c d e f g h Tieger, P. D., Barron, B., & Tieger, K. (2014). Do what you are: Discover the perfect career for you through the secrets of personality type. Hachette UK.
  11. ^ Pittenger, David J. (November 1993). "Measuring the MBTI ... And Coming Up Short" (PDF). Journal of Career Planning and Employment. 54 (1): 48–52. 
  12. ^ William L. Gardner & Mark J. Martinko (1996). "Using the Myers-Briggs Type Indicator to study managers: A literature review and research agenda". Journal of Management. 22: 45–83. doi:10.1177/014920639602200103. 
  13. ^ Boyle, G J (1995). "Myers-Briggs Type Indicator (MBTI): Some psychometric limitations". Australian Psychologist. 30: 71–74. doi:10.1111/j.1742-9544.1995.tb01750.x. 
  14. ^ Celesta, Nada (2018-02-01). "Tes Kepribadian MBTI yang Tak Perlu Dianggap Serius". Bulaksumur +Plus (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2022-03-08. 
  15. ^ Gardner, William L.; Martinko, Mark J. (1996-02-01). "Using the Myers-Briggs Type Indicator to Study Managers: A Literature Review and Research Agenda". Journal of Management (dalam bahasa Inggris). 22 (1): 45–83. doi:10.1177/014920639602200103. ISSN 0149-2063.