Merbau Pantai
| Merbau Pantai | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Rosid |
| Ordo: | |
| Famili: | |
| Subfamili: | |
| Tribus: | |
| Genus: | |
| Spesies: | I. bijuga |
| Nama binomial | |
| Intsia bijuga | |
| Sinonim[2] | |
| |
Merbau Pantai (Lat.: Intsia bijuga (Colebr) adalah jenis tumbuhan yang termasuk johar-joharan (Caesalpiniaceae).[3] Pohon berbanir bagian bawahnya, tinggi dapat mencapai 45 meter, diameter 150 – 180 cm.[3] Daun majemuk, terdiri atas 4 - 6 anak daun, berbentuk bundar atau bundar telur.[3] Perbungaan berbentuk malai, bunga berwarna putih dan harum baunya.[3] Buah berbentuk polong, setiap polong mengandung 3 - 8 biji.[3] Tumbuh pada tanah berpasir atau berbatu, dekat pantai, dalam hutan payau atau di tepi sungai dan di hutan primer sampai pada ketinggian 50 meter di atas permukaan laut.[3] Kayunya mempunyai kelas kekuatan I - II, kelas keawetan I - II dan berat jenis 0,84.[3] Merbau pantai dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, alat-alat rumah tangga, papan, bantalan, tiang listrik, tiang telpon, dan jembatan.[3] Pepagannya megandung tanin dan digunakan sebagai zat pewarna coklat untuk kain dan kertas.[3] Berkembang biak dengan biji dan stek batang.[3]
Penyebaran jenis ini meliputi kawasan Malaysia, Kepulauan Caroline dan Fiji.[4] Di Indonesia jenis ini dijumpai hampir di semua pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa, Timor, Sulawesi, Maluku dan Irian.[4]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Barstow, M. (2020). "Intsia bijuga". 2020: e.T32310A2813445. doi:10.2305/IUCN.UK.2020-3.RLTS.T32310A2813445.en. ;
- 1 2 "Intsia bijuga". International Legume Database & Information Service (ILDIS). Diakses tanggal 2016-11-15 – via The Plant List.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 (Indonesia) Hassan Shadily Ensiklopedi Indonesia Jilid ke-4. 1984. Jakarta: Ictiar Baru- Van Hoeve dan Elsevier Publishing Projects. hal 2207.
- 1 2 (Indonesia) "Jenis-jenis Kayu Indonesia" (PDF). Merbau Pantai [Intsia bijuga (Colebr)]. Diakses tanggal 13 Juni 2014. [pranala nonaktif permanen]