Magnetisme binatang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Poster iklan magnetisme pada tahun 1857

Magnetisme binatang (bahasa Prancis: magnétisme animal; bahasa Latin: magnetismus animalis), dalam penggunaan modern, mengacu kepada daya tarik seksual seseorang atau kharisma. Awalnya istilah ini mengacu kepada cairan magnetik atau elemen klasik Aither yang berada dalam tubuh mahluk bernyawa atau bernapas, sebagaimana yang didalilkan oleh Franz Anton Mesmer. Oleh Mesmer,kondisi ini dinamai magnetisme binatang. Mesmer memilih istilah binatang untuk membedakan kekuatan magnetik yang dimaksudkannya dari acuan pada masa itu tentang magnetisme mineral, magnetisme kosmik, dan magnetisme planet.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Franz Anton Mesmer, seorang dokter asal Wina, dan lebih dikenal lagi ketika di berada di Paris, Prancis menemukan teknik magnetisme binatang, yakni sebuah teknik terapi dengan menginduksi pasie dengan daya megnetis, melalui teknik ini pasien akan mengalami kerasukan dan mengalami penyembuhan setelah kerasukan tadi. Teknik mesmer ini menimbulkan kontroversi di kalangan pemerintahan dan gereja di Prancis, bahkan Mesmer diminta untuk menghentikan praktik penyembuhannya setelah ada rekomendasi sebuah komisi yang dibentuk untuk menilai apakah metode Mesmer dengan Animal Magnetisme nya bisa dibuktikan secara ilmiah sebagai sebuah ilmu dan teknik yang bisa dipertanggungjawabkan.

Mesmer meyakini bahwa di dalam tubuh manusia ada aliran magnetik fluida yang merupakan aliran energi untuk membuat manusia tetap hidup dan menjaga kesehatanya. Orang yang mengalami sakit atau gangguan kesehatan menurut Mesmer, akibat adanya gangguan dalam aliran magnetis tadi, sehingga untuk menyembuhkannya bisa dilakukan dengan menginduksi daya magnetis teknik Mesmerisme ini merupakan cikal bakan hipnosis modern, sehingga Mesmer juga dikenal sebagai bapa hipnosis (English, Hypnosis). Adalah James Braid yang memperkenalkan istilah hipnosis, yang berasal dari bahasa Yunani Hipnos yang artinya dewa tidur dan mimpi. Braid mengungkapkan bahwa fenomena magnetisme terjadi akibat sugesti yang diterima subjek sehingga mengalami trance, sejak saat itulah hipnosis berkembang terpisah dari mesmerisme, yang mengalami penurunan popularitas semenjak itu.