Lusofon

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Orang Lusofon (bahasa Portugis: Lusofonia) adalah orang-orang yang berbicara bahasa Portugis, baik yang memang menggunakannya sebagai bahasa ibu, maupun yang sedang mempelajarinya. Dunia Lusofon biasanya merupakan warisan dari Imperium Portugal (bekas jajahan Portugal), walaupun komunitas diaspora Brasil dan diaspora Portugis juga berperan dalam penyebaran bahasa Portugis. Bahkan setelah bubarnya imperium, negara-negara penerusnya tetap menunjukkan kesamaan budaya dan politiknya, yang diekspresikan dalam Komunitas Negara-Negara berbahasa Portugis, yang dibentuk pada tahun 1996.

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Istilah Lusofon adalah gabungan dari kata "Luso-", yang diambil dari istilah bahasa Latin untuk wilayah yang kira-kira merujuk kepada wilayah Portugal modern, yang dulu disebut sebagai Lusitania. Akhiran "-fon" diambil dari istilah bahasa Yunani Kuno, yaitu φωνή (phōnē), yang berarti "suara". Penggunanan istilah Lusofon mencerminkan istilah-istilah lain yang hampir sama, seperti Anglofon untuk orang yang berbicara bahasa Inggris, Frankofon untuk orang yang berbicara bahasa Prancis, dan Rusofon untuk ornag yang berbicara bahasa Rusia. Istilah Lusofon kadang-kadang digunakan untuk merujuk pada Komunitas Negara-Negara berbahasa Portugis, serupa dengan istilah Frankofoni (merujuk pada "Organisasi Frankofoni Internasional).

Negara-Negara Lusofon[sunting | sunting sumber]

Peta negara-negara yang berbahasa Portugis
Negara Populasi (perkiraan tahun 2014)
Bendera BrasilBrasil 202.656.788
Bendera MozambikMozambik 24.692.144
Bendera AngolaAngola 24.300.000
Bendera PortugalPortugal 10.813.834
Bendera Guinea-BissauGuinea-Bissau 1.693.398
Bendera Timor LesteTimor Leste 1.201.542
Bendera MakauMakau 587.914
Bendera Tanjung VerdeTanjung Verde 538,535
Bendera São Tomé dan PríncipeSão Tomé dan Príncipe 190.428
Total 266.674.583

Catatan:

  1. Beberapa ahli bahasa memperdebatkan bahwa bahasa Galisia, bahasa yang dituturkan di Galisia, hanya sebuah dialek dari bahasa Portugis; ini membuat bagian barat laut Spanyol menjadi bagian dari Dunia berbahasa Portugis juga.
  2. Makau bukanlah negara berdaulat. Melainkan merupakan salah satu dari dua Daerah Administratif Khusus Republik Rakyat Tiongkok (satunya lagi adalah Hong Kong, bekas jajahan Britania Raya, yang merupakan negara Anglofon (berbicara bahasa Inggris)).
  3. Guinea Khatulistiwa membuat bahasa Portugis sebagai salah satu dari bahasa resminya pada tahun 2007, dan dimasukkan ke dalam Komunitas Negara-Negara berbahasa Portugis pada tahun 2014. Penggunaan bahasa Portugis di negara ini masih terbatas. Tetapi, kreol bahasa Portugis digunakan secara intensif di negara ini, terutama di Pulau Annobón dan Pulau Bioko.