Luntang Lantung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Luntang Lantung
Luntang lantung.jpg
Poster film
Sutradara Fajar Nugros
Produser Novita Sumargo
Pemeran Dimas Anggara
Muhadkly Acho
Dhea Seto
Kimberly Ryder
Soleh Solihun
Joe Project P
Perusahaan
produksi
Tanggal rilis
08 Mei 2014 (2014-05-08)
Negara Indonesia
Bahasa Bahasa Indonesia

Luntang Lantung adalah film drama Indonesia yang dirilis pada tanggal 8 Mei 2014. Film ini disutradarai oleh Fajar Nugros dan diproduseri oleh Novita Sumargo. Film ini dibintangi oleh Dimas Anggara, Muhadkly Acho, Dhea Seto, Kimberly Ryder, Soleh Solihun, dan Joe Project P. Film ini diangkat dari novel komedi karya Roy Saputra.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Jangan kacaukan hidupmu karena satu keputusan yang salah. Inilah yang dihadapi Ari Budiman (Dimas Anggara). Bersama dua sahabatnya, Togar Simanjutak (Lolox) dan Suketi (Muhadkly Acho), mereka berhadapan dengan urusan klasik setelah selesai kuliah: cari kerja. Suketi diterima dan Ari malah tidak, sementara Togar memilih untuk membuka bengkel.

Luntang lantung membuat Ari terpuruk. Tiur (Dhea Seto), adik Togar yang manis, terus memberi semangat. Hingga akhirnya Ari menerima kerja di Glory Oil. Ari kira ini perusahaan minyak besar. Tak tahunya, cuma distributor oli yang dulunya toko bernama Oli Jaya. Jadilah ia sales oli. Masuk bengkel keluar bengkel menawarkan oli jualannya.

Setelah mengalami sulitnya jadi sales oli, Ari dipanggil untuk mengisi posisi Manager IT. Ternyata, HRD perusahaan itu salah menghubungi orang. Seharusnya Ari Budiman yang lain. Kesalahan yang tidak disengaja ini dimanfaatkan oleh Ari.

Sebagai Manager IT, kini Ari punya anak buah, gaji besar, ruang kerja, dan yang lebih penting lagi: gadis cantik bernama Bella (Kimberly Ryder) yang selalu menggodanya di kantor. Tanpa disadarinya, semua itu membuat seorang Ari Budiman menjadi berubah. Tiur yang selama ini selalu mendampinginya, memilih pulang ke Medan. Persahabatan dengan Togar dan Suketi perlahan mulai menjauh. Hingga Ari Budiman memutuskan untuk mengembalikan hidupnya yang hilang.[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]