Lala Bohang
(2021) | |
| Biografi | |
|---|---|
| Kelahiran | 9 Maret 1985 Makassar |
| Data pribadi | |
| Pendidikan | Universitas Katolik Parahyangan - arsitektur |
| Kegiatan | |
| Pekerjaan | penulis, kurator |
| Ubud Writers & Readers Festival 2023 (en) |
|
| Situs web | lalabohang.id |
Lala Bohang (lahir 9 Maret 1985) adalah penulis, perupa, dan kurator Indonesia.[1] Pada 2020, ia menerima penghargaan International Ronald McDonald Award 2020 untuk buku The Journey of Belonging (2020) yang ia tulis bersama Lara Nuberg.[2] Karyanya yang lain adalah buku trilogi laris berjudul The Book of Forbidden Feelings (2016), The Book of Invisible Questions (2017), dan The Book of Imaginary Beliefs (2019). Pada 2023, ia merilis buku In The Middle of Everything.[2]
Kehidupan awal dan pendidikan
[sunting | sunting sumber]Lala lahir di Makassar dan besar di Palu.[3] Ia merupakan alumni jurusan Arsitektur Universitas Parahyangan. Hobi membacanya menurun dari kakek atau yang biasa ia panggil opa. Saat masih tinggal di Palu, Lala selalu mendapat oleh-oleh buku dari kakeknya yang terkadang berdinas di Jakarta. Untuk hobi menggambarnya, Lala terinspirasi dari ayahnya yang berprofesi sebagai arsitek. Lala selalu ditemani sang ayah saat menggambar. Dia juga menggunakan kertas-kertas tidak terpakai yang berada di laci meja kerja ayahnya. Sampai saat ini, Lala selalu mengingat tiga objek yang digambar ayahnya yaitu masjid, ikan, dan ibu hamil.[4]
Sejak SMP, Lala bercita-cita sebagai penulis. Saat masih mahasiswa, dia pernah mengirimkan naskah novel ke banyak penerbit di Indonesia, tapi semua menolaknya. Hingga pada 2024, kesempatan menulis itu datang saat Lala menerima tawaran dari salah satu editor penerbit ternama di Indonesia. Berawal dari menulis 10 halaman dan terus berlanjut sampai sekarang.[4]
Karier
[sunting | sunting sumber]Sebagai lulusan arsitektur, Lala pernah berprofesi sebagai arsitek dan menjadi pegawai kantoran. Ia bekerja di tim pengembangan bisnis sebuah pengembang properti. Namun, Lala kemudian merasa bosan dan jenuh. Untuk melepas kepenatannya, ia pun banyak menggambar. Pada 2009, Lala semakin yakin jika menggambar adalah jalan hidupnya. Ia menerima tawaran mengikuti sebuah pameran dan bertemu ilustrator profesional. Momen inilah yang meyakinkan Lala bahwa ia bisa hidup dari kesenangannya menggambar.[5]
Selain menjadi ilustrator dan perupa, Lala juga mengembangkan kariernya sebagai penulis. Berbeda dengan karya seni rupa yang tidak bisa diakses sepanjang waktu, menurutnya, buku adalah kreasi yang tidak terbatas ruang dan waktu dan bisa diakses semua kalangan. Ia pun bertekad menelurkan karyanya melalui buku.[5]
Karya
[sunting | sunting sumber]| Pameran solo | |
| 2016 | The Museum of Forbidden Feelings (Qubicle Center, Jakarta) |
| 2013 | Gendis (LIR Space, Yogyakarta) |
| Pameran kelompok | |
| 2017 | Remember Me (Dattabot Dojo, Jakarta | peserta) |
| 2016 | Slow Living Exhibition (Indoestri, Jakarta)
Pameran Ruang Tunggu (Edwin’s Gallery, Jakarta) Offline (Ciputra Artpreneur, Jakarta) Street Stage (Cicaheum Industrial Area, Bandung) Mereklamekan Pelem (Apa Space, Jakarta) Illunesia (Centralstation, Im Carree, Darmstadt, Germany) |
| 2015 | Xero-Fest 2 (Art Department, The Goods Dept, Pacific Place, Jakarta)
Pameran Gagasan Getok Ular (Omnispace, Bandung) Konser di Cikini Postcard Exhibition (Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta) Medium of Living Martell Contemporary Art Exhibition (Edwins Gallery, Jakarta) Betwixt and Between (Lir Space, Yogyakarta | peserta) |
| 2014 | Redraw Drawing Exhibition (Edwin’s Gallery, Jakarta)
Indonesia Residency Program Exhibition 2014 (Galeri Nasional, Jakarta) |
| 2013 | Begadang Neng Project Exhibition (Ruang Rupa, Jakarta)
New Adjustment ARTE Indonesia (Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Jakarta) Girls Gang of Indonesia Artwork Exhibition (News Agency Gallery, Sydney, Australia) |
| 2012 | Archive AID IVAA 2012 Artjog (Taman Budaya Yogyakarta, Yogyakarta)
Caffeinated Art Exhibition (Inkubator Asia, Jakarta) Fashion Nation 2012 “Noir et Blanc: The Ultimate Style” Fashion Installation (Senayan City, Jakarta) |
| 2011 | Kopi Keliling Vol.1 Illustration Exhibition ( Tornado Coffee, Kemang, Jakarta )
Kopi Keliling Vol. 2 Illustration Exhibition (Kedai, Benda, Jakarta) ACT Charity Exhibition (1/15 Coffee, Jakarta) |
| 2010 | Scream Art Loud! Art Exhibition ( 365 Eco Bar, Jakarta ) |
| 2009 | Love Artually Illustration Exhibition ( Citywalk Sudirman, Jakarta ) |
| Residensi | |
| 2014 | Galeri Nasional Indonesia Residency Program 2014 (August – September 2014) |
| Karya seni publik | |
| 2017 | Mural at Jakarta Creative Hub (Jakarta Creative Hub, Jakarta) |
| 2014 | Mural design for “17th Komnas Perempuan Anniversary” (Komnas Perempuan, Jakarta) |
| Publikasi | |
| 2021 | Waking Up for The First Time (Fiction, PT Simpul Aksara Grup) |
| Perjalanan Menuju Pulang (Lala Bohang & Lara Nuberg, Fiction, Gramedia Pustaka Utama) | |
| 2019 | Susah Payah Mati di Malam Hari, Susah Payah Hidup di Siang Hari (Fiction, Gramedia Pustaka Utama) |
| The Book of Siblings (Fiction, Gramedia Pustaka Utama) | |
| The Book of Imaginary Beliefs (Fiction, Gramedia Pustaka Utama) | |
| 2017 | The Book of Invisible Questions (Fiction, Gramedia Pustaka Utama) |
| 2016 | The Book of Forbidden Feelings (Fiction, Gramedia Pustaka Utama)
Lula Lyfe Art Colouring Book to Save You from Literally Doing Nothing (Coloring Book, Gramedia Pustaka Utama) |
| 2009 | Perkara Mengirim Senja Short story compilation from various writers dedicated to Seno Gumira Ajidarma (Fiction, Serambi) |
| Lain-lain | |
| 2015 | Speaker for CreativeMornings themed Ink |
| 2012 | Selected in 365 project by Adalah Kita (www.adalahkita.com)
Speaker for Pecha Kucha Jakarta Vol. 10 themed Visualize Jakarta |
Karier penulis
[sunting | sunting sumber]Di acara Frankfurt Book Fair di Jerman pada 2019, bukunya yang berjudul The Book of Invisible Questions menjadi salah satu yang menarik perhatian penerbit luar negeri, di antaranya penerbit dari Vietnam. Buku tersebut kini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Vietnam dan dijual di sana.[6]
Di awal pandemi atau pada 2020, Lala mulai menggarap beberapa cerita pendek, dan pada pertengahan tahun, ia mulai merencanakan publikasi beberapa cerpennya yang akan diterbitkan menjadi buku kumpulan cerita pendek bersama penerbit Simpul Grup. Ia juga sudah menentukan judul dari buku yang akan diterbitkannya itu yaitu Waking Up for the First Time. Buku setebal 180 halaman itu kemudian diluncurkan pada Oktober 2021. Melalui buku tersebut, Lala mengajak para pembaca untuk bangun serta berkontemplasi mengenai kehidupan dan menjalaninya dengan baik. Selain menyuguhkan cerita yang ditulis dalam bahasa Inggris, Lala pun menambahkan ilustrasi hasil karyanya sendiri.[7]
Artikel
[sunting | sunting sumber]Selain menulis buku, Lala pun menulis artikel yang telah dipublikasikan secara digital di laman webnya. Buah pemikiran yang sudah ditulisnya berjudul Kepercayaan Itu Nyata Juga Fana (11 Mei 2019), Sebuah Proses Metamorfosis Untuk Tidak Menjadi Kecoa (25 April 2020), Merancang Hari Baru (20 November 2021).[8]
Penghargaan
[sunting | sunting sumber]Lala Bohang mendapatkan penghargaan Ranald MacDonald Award pada tahun 2020 atas bukunya yang berjudul The Journey of Belonging (2020) hasil kolaborasi dengan penulis asal Belanda yang bernama Lara Nuberg.[9]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Lala Bohang". IDWRITERS (dalam bahasa American English). 2017-05-13. Diakses tanggal 2022-03-17.
- 1 2 "Lala Bohang". THE FUTURE IS OUR CANVAS (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-21.
- ↑ Kompas, Tim Harian (2021-08-08). "Lala Bohang, Perempuan Berimajinasi Rindang". Kompas.id. Diakses tanggal 2025-08-21.
- 1 2 saputra, Saliki Dwi (2018). "Lala Bohang Menembus Batasan Ruang dan Waktu Lewat Media Buku serta Gambar". Genmuda. Diakses tanggal 2022-03-17.
- 1 2 Amrin, Donny (7 April 2018). "Lala Bohang, Arsitek yang Menjadi Penulis Buku dan Ilustrator". Home.co.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-04-14. Diakses tanggal 18 Maret 2022.
- ↑ Agnes, Tia (20 Oktober 2019). "Terjual di Frankfurt, Buku Lala Bohang Akan Rilis dalam Bahasa Vietnam". detikcom. Diakses tanggal 19 Maret 2022.
- ↑ Agnes, Tia (25 Oktober 2021). "Buah dari Pandemi, Lala Bohang Rilis Buku Waking Up for the First Time". detikcom. Diakses tanggal 19 Maret 2022.
- ↑ "Articles By This Author". Diakses tanggal 19 Maret 2022.
- ↑ Agnes, Tia (2 November 2022). "Lala Bohang di Antara Dunia Seni Visual dan Industri Buku". detikcom. Diakses tanggal 19 Maret 2022.