Penyunting buku

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Editor buku dalam arti sempit adalah orang yang bertugas melakukan penyuntingan atau pemeriksaan bahasa pada sebuah teks (buku). Dalam pandangan profesional  penerbitan, editing lebih dari sekadar masalah kebahasaan, memperbaiki  ejaan dan tanda baca. Editing mencakup satu unit kerja yang disebut editorial dengan tujuan menyeleksi, memeriksa, memperbaiki, dan menyajikan sebuah tulisan dengan prinsip mudah dibaca, mudah dipahami, benar secara data dan fakta, serta elok untuk dipandang.

Karena itu editor [1] banyak menggunakan disiplin ilmu dalam menyelesaikan pekerjaannya. Ilmu utama memang ilmu kebahasaan dan kepenulisan.  Ilmu pendukung adalah ilmu dalam bidang tertentu  seperti: sains, ekonomi, akuntansi, sosial, keterampilan, seni, ataupun sastra. Ilmu pelengkap adalah ilmu desain (perwajahan) atau desktop publishing.  Ilmu tipografi (penggunaan huruf), serta wawasan pengetahuan umum.

Tugas seorang editor[sunting | sunting sumber]

[2] Adapun tugas seorang editor adalah:

  1. Mempelajari naskah (buku) secara keseluruhan, isinya, wawasannya, tingkatannya, panjangnya, ilustrasinya perlu/cocok penyajiannya, dan merundingkan dengan penulis jika revisi dianggap perlu.
  2. Menghilangkan hambatan-hambatan antara pembaca dengan apa yang ingin disampaikan penulis.
  3. Pembaca yang cerdas, seorang kritikus yang taktis dan peka, ia harus memperhatikan kesempurnaan hal-hal kecil.
  4. Tidak menantang penulis dengan membuat perubahan-perubahan yang tidak perlu.
  5. Menghilangkan kekurangan dari karya penulis.
  6. Membuat dirinya berminat dengan isi naskah (buku) supaya dapat menempatkan diri sebagai pembaca yang dituju naskah (buku) itu, karena penulis biasanya tidak bisa melihat dari sudut pandang orang lain.

Seorang editor buku yang baik adalah apabila dia memahami dan menguasai ilmu tersebut secara sungguh-sungguh. Pekerjaan editor tidak diketahui oleh orang lain, tetapi kalau ada yang salah, misalnya salah cetak, letak gambar terbalik, keterangan gambar keliru, maka yang paling dulu kena cacian adalah editor.

Editor adalah wakil penerbit, jarang sekali editor mendapatkan naskah yang sempurna. Editor mengevaluasi naskah dengan dasar yang kuat, dan ilmu yang relatif luas. Editor juga harus memikirkan segi bisnisnya. Editor tidak membaca naskah tersebut baris demi baris. Dia tidak menilai apa adanya, tetapi melihak kemungkinan atau prospek naskah tersebut.

Filosofi Editing[sunting | sunting sumber]

Editor sebagai profesi adalah mitra kerja bagi penulis untuk bersama-sama menghasilkan karya terbaik dan bermanfat untuk pembaca.  Prinsip lain yang juga sangat filosofis dalam dunia editor adalah 3M: memperbaiki, menerima, memberi.  Editing daah menemukan kesalahan dan memperbaikinya sesuai dengan apa yang dimaksud penulis. Editing juga menerima suatu kebenaran dari naskah ataupun argumen yang disampaikan penulis, sehingga editor  tidak melakukan perubahan yang tidak perlu. Editing pada akhirnya juga memberi, dalam arti kerelaan editor untuk melakukan penambahan apabila ada bagian naskah yang perlu ditambahkan ataupun yang lebih berat yaitu melakukan penulisan ulang.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Trim, Bambang (2013). Tak Ada Naskah yang Tak Retak. Cimahi, Bandung: TrimKom Publishing House. hlm. 2. ISBN 9786029750621. 
  2. ^ Trim, Bambang (2009). Saatnya Jadi Editor Taktis. Bandung: Maximalis Imprint Salamadani. hlm. 7. ISBN 6028164054.