Keunggulan kompetitif

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Keunggulan kompetitif atau keunggulan bersaing (competitive advantage) adalah kemampuan yang diperoleh melalui karakteristik dan sumber daya suatu perusahaan untuk memiliki kinerja yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan lain pada industri atau pasar yang sama. Istilah ini berasal dari judul buku Michael Porter, Competitive Advantage (1985), yang dibuat sebagai jawaban atas kritik terhadap konsep keunggulan komparatif. Porter merumuskan dua jenis keunggulan kompetitif perusahaan, yaitu biaya rendah atau diferensiasi produk.[1]

Konseptualisasi[sunting | sunting sumber]

Keunggulan kompetitif diperkenalkan pertama kali sebagai konsep pada tahun 1985 oleh Michael E. Porter dalam tulisannya berjudul "Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance." Menariknya, Porter telah lebih dulu menggunakan istilah strategi kompetitif pada tahun 1980 melalui tulisannya berjudul "Competitive Strategy: Techniques for Analyzing Industries and Competitors". Porter (1980) dalam tulisan sebelumnya mengusulkan strategi-strategi generik untuk keunggulan kompetitif.[2] Kemudian pada tahun 1985, barulah Porter memberikan gambarannya tentang keunggulan kompetitif sebagai berikut:

"Keunggulan kompetitif adalah jantung dari kinerja perusahaan dalam pasar yang kompetitif ... Keunggulan kompetitif adalah tentang bagaimana sebuah perusahaan benar-benar menempatkan strategi-strategi generik ke dalam praktik." (Porter, 1985, p.xv) [1]

Lebih lanjut menurut Porter (1985, p. 3), keunggulan kompetitif bertumbuh secara fundamental dari nilai yang memungkinkan perusahaan untuk menciptakan nilai itu bagi para pembelinya melebihi biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menciptakannya.

Fred David mendefinisikan keunggulan kompetitif sebagai “apa pun yang perusahaan lakukan lebih baik dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan saingan”. Ketika perusahaan dapat melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan perusahaan saingan atau memiliki sesuatu yang diinginkan perusahaan saingan, maka itu dapat merepresentasikan keunggulan kompetitif (David, 2011, p. 9).[3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Porter, M. E. (1985). Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance (1st ed.). New York, NY: Free Press.
  2. ^ Porter, M. E. (1980). Competitive Strategy: Techniques for Analyzing Industries and Competitors (1st ed.). New York, NY: Free Press.
  3. ^ David, F. R. (2011). Strategic Management: Concepts and Cases (13th ed.). New Jersey, NJ: Prentice Hall.

Pustaka[sunting | sunting sumber]

  • Porter, M. (1979). How Competitive Forces Shape Strategy. Harvard Business Review.
  • Porter, M. (1980). Competitive Strategy: Techniques for Analyzing Industries and Competitors. New York: Free Press.
  • Porter, M. (1985). Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance. New York: Free Press.
  • Porter, M. (1990). The Competitive Advantage of Nations. Macmillan.
  • Stalk, G. (1988). Time: The Next Source of Competitive Advantage. Harvard Business Review.