Kesakralan hidup

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Dalam agama dan etika, kesakralan hidup (atau kesucian hidup) atau inviolabilitas kehidupan (bahasa Inggris: sanctity of life, inviolability of life) merupakan suatu prinsip perlindungan tersirat dalam kaitannya dengan aspek-aspek kehidupan yang dapat dirasakan yang dipandang suci dan sakral, sehingga di luar nilai tersebut aspek-aspek itu tidak untuk dilanggar.

Konsep inviolabilitas (hal yang tak dapat diganggu gugat) adalah suatu ikatan penting antara etika agama dan etika hukum, karena masing-masing mencari pembenaran untuk prinsip-prinsipnya berdasarkan konsep alam maupun kemurnian, serta dalam universalitas penerapannya.

Dalam Kekristenan[sunting | sunting sumber]

Frasa sanctity of life merujuk pada gagasan bahwa kehidupan manusia adalah sakral dan suci, utamanya menjadi argumentasi pihak pro-kehidupan dalam perdebatan moral dan politik atas isu-isu kontroversial seperti aborsi, kontrasepsi, eutanasia, penelitian sel punca embrionik, dan "hak untuk mati" di Amerika Serikat, Kanada, Britania Raya, dan negara-negara berbahasa Inggris yang lain. (Frasa yang sebanding digunakan dalam bahasa-bahasa lainnya.) Meskipun frasa ini utamanya digunakan pada abad ke-19 dalam diskursus Protestan, frasa ini setelah Perang Dunia II telah disesuaikan penggunaannya untuk teologi moral Katolik dan, setelah kasus Roe v. Wade, retorika moral Kristen Evangelikal.[1]

Prinsip kesakralan hidup, yang sering dikontraskan dengan "kualitas hidup" sampai batas tertentu, merupakan dasar dari semua ajaran Katolik mengenai perintah kelima dalam Sepuluh Perintah Allah.[2][3][4][5]

Dalam agama-agama Timur[sunting | sunting sumber]

Dalam pemikiran Barat, kesakralan hidup biasanya diterapkan semata-mata untuk manusia (antroposentrisme, terkadang disebut dominionisme). Hal ini berbeda dengan banyak mazhab dari filsafat Timur, yang sering berpegang pada pandangan bahwa semua kehidupan hewan adalah sakral; dalam beberapa kasus sampai pada taraf di mana, sebagai contoh, para praktisi Jainisme membawa sapu untuk menyapu serangga dari jalan yang mereka lalui karena secara tidak sengaja menginjak serangga-serangga tersebut.[butuh rujukan] George Carlin menentang sudut pandang ini dalam Back in Town, albumnya yang ke-15 dan HBO special ke-9.[6]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (Inggris) Drutchas, Geoffrey Gilbert (1996). Is Life Sacred? The Incoherence of the Sanctity of Life as a Moral Principle within the Christian Churches. Lancaster Theological Seminary. 
  2. ^ (Inggris) Ronald M. Green (1999). "Jewish Teaching on the Sanctity and Quality of Life". Dalam Edmund D. Pellegrino; Alan I. Faden. Jewish and Catholic Bioethics: An Ecumenical Dialogue. Georgetown University Press. hlm. 25–26. ISBN 9781589013506. 
  3. ^ (Inggris) Anthony Fisher (2011). Catholic Bioethics for a New Millennium. Cambridge University Press. hlm. 238–239. ISBN 9781139504881. 
  4. ^ (Inggris) David F. Kelly; Gerard Magill; Henk ten Have (2013). Contemporary Catholic Health Care Ethics. Georgetown University Press. hlm. 32–38. ISBN 9781589019614. 
  5. ^ (Inggris) Scaria Kanniyakonil (2007). The Fundamentals of Bioethics: Legal Perspectives and Ethical Aproches. Oriental Institute of Religious Studies India. hlm. 229–230. ISBN 9788188456284. 
  6. ^ (Inggris) "George Carlin: Pro Life, Abortion, And The Sanctity Of Life". 

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

  • (Inggris) Barry, Robert Laurence (2002). The Sanctity of Human Life and Its Protection. Lanham: University Press of America. 
  • (Inggris) Bayertz, Kurt (ed.) (1996). Sanctity of Life and Human Dignity. Philosophy and Medicine; v. 52. Dordrecht; Boston: Kluwer Academic. 
  • (Inggris) Bernardin, Joseph Louis; et al. (1988). Consistent Ethic of Life. Kansas City, MO: Sheed & Ward. 
  • (Inggris) Kass, Leon R. (March 1990). "Death with Dignity and the Sanctity of Life". Commentary. New York: American Jewish Committee. 89 (3): 33–43. ISSN 0010-2601. 
  • (Inggris) Keyserlingk, Edward W. (1979). Sanctity of Life: or, Quality of Life in the Context of Ethics, Medicine, and Law: A Study. Protection of Life Series. Ottawa: Law Reform Commission of Canada. 
  • (Inggris) Kohl, Marvin (1974). The Morality of Killing; Sanctity of Life, Abortion, and Euthanasia. New York: Humanities Press. 
  • (Inggris) Kuhse, Helga (1987). The Sanctity-of-Life Doctrine in Medicine: A Critique. Oxford: Oxford University Press. 
  • (Inggris) McCormick, Richard A. (1981). "The Quality of Life and the Sanctity of Life". How Brave a New World?: Dilemmas in bioethics. New York: Doubleday: 383–402. 
  • (Inggris) Singer, Peter (2002). Unsanctifying Human Life: essays on ethics. Oxford: Blackwell. 
  • (Inggris) Wildes, Kevin Wm.; Francesc Abel; John C. Harvey (1992). Birth, Suffering, and Death: Catholic Perspectives at the Edges of Life. Dordrecht; Boston: Kluwer Academic.