Kenakalan remaja

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Kenakalan remaja adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan, atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak ke dewasa.

Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.[1]

Jenis Kenakalan[sunting | sunting sumber]

Masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal pada tahun 1899 di Illinois, Amerika Serikat.[2]

Jenis-Jenis Kenakalan Remaja :

  • Penyalahgunaan narkoba
  • Seks bebas
  • Tawuran antar pelajar

Penyebab kenakalan[sunting | sunting sumber]

Kenakalan remaja itu terjadi karena beberapa faktor, bisa disebabkan dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal).[3]

Faktor Internal

  • Krisis identitas: Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.
  • Kontrol diri yang lemah: Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.

Faktor Eksternal

  • Keluarga dan Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.
  • Teman sebaya yang kurang baik
  • Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.

Mengatasi kenakalan[sunting | sunting sumber]

Hal-hal yang bisa dilakukan cara mengatasi kenakalan remaja :

  1. Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
  2. Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama.
  3. Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.
  4. Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul.
  5. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.

Bacaan lebih lanjut[sunting | sunting sumber]

  1. Kalra, Michelle (1996). Juvenile delinquency and adult aggression against women (M.A. thesis). Wilfrid Laurier University. 
  2. E. Mulvey, MW Arthur, ND Reppucci, "The prevention and treatment of juvenile delinquency: A review of the research", Clinical Psychology Review, 1993.
  3. Edward P. Mulvey, Michael W. Arthur, & N. Dickon Reppucci, "Prevention of Juvenile Delinquency: A Review of the Research", The Prevention Researcher, Volume 4, Number 2, 1997, Pages 1-4.
  4. Regoli, Robert M. and Hewitt, John D. "Delinquency in Society", 6th ed., 2006.
  5. Siegel, J Larry. "Juvenile Delinquency with Infotrac: theory, practices and law", 2002.
  6. United Nations, Research Report on Juvenile Delinquency (pdf).
  7. Zigler E, Taussig C, Black K., "Early childhood intervention. A promising preventative for juvenile delinquency", Am Psychol. 1992 Aug;47(8):997-1006.
  8. Gang Cop: The Words and Ways of Officer Paco Domingo (2004) by Malcolm W.Klein
  9. The American Street Gang: Its Nature, Prevalence, and Control (1995), by Malcolm W. Klein
  10. American Youth Violence (1998) by Franklin Zimring
  11. Street Wars: Gangs and the Future of Violence (2004) by Tom Hayden
  12. Fist, Stick, Knife, Gun (1995) by Geoffrey Canada
  13. Violence: Reflections on a National Epidemic (1996) by James Gilligan
  14. Lost Boys: Why Our Sons Turn Violent and How We Can Save Them (1999) by James Gabarino
  15. Last Chance in Texas: The Redemption of Criminal Youth (2005) by John Hubner
  16. Breaking Rank: A Top Cop’s Expose of the Dark Side of American Policing (2005) by Norm Stamper
  17. Peetz P., "Youth, Crime, and the Responses of the State: Discourses on Violence in Costa Rica, El Salvador, and Nicaragua", GIGA Working Papers, Number 80, 2008.
  18. Harnsberger, R. Scott. A Guide to Sources of Texas Criminal Justice Statistics [North Texas Crime and Criminal Justice Series, no.6]. Denton: University of North Texas Press, 2011. ISBN 978-1-57441-308-3

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kenakalan Remaja /belajarpsikologi.com
  2. ^ Bentuk Kenakalan Remaja hukum.unmuhjember.ac.id
  3. ^ Kenakalan Remaja Makin Mencemaskan megapolitan.kompas.com

Pranala luar[sunting | sunting sumber]