Daftar merah IUCN

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Daftar merah IUCN bagi spesies yang terancam
Redlist50.png
TipeOrganisasi Internasional
Kantor pusatInggris
Wilayah layanan
Internasional
Bahasa resmi
Bahasa Inggris
Organisasi induk
International Union for Conservation of Nature
Situs webwww.iucnredlist.org

Daftar merah IUCN (bahasa Inggris: IUCN Red List, atau dikenal juga dengan Red Data List) pertama kali digagas pada tahun 1964 untuk menetapkan standar daftar spesies, dan upaya penilaian konservasinya.[1] IUCN Red List bertujuan memberi informasi, dan analisis mengenai status, tren, dan ancaman terhadap spesies untuk memberitahukan, dan mempercepat tindakan dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati.[2]

Berdasarkan asesmen yang telah dilakukan, terjadi peningkatan jumlah spesies yang masuk ke daftar merah dari waktu ke waktu.[3] Pada 2019, dari 105.000 spesies yang disurvei, 28.338 dianggap berisiko punah disebabkan oleh aktivitas manusia, khususnya penangkapan ikan yang berlebihan, perburuan liar, dan pengembangan lahan.[4]

Kriteria dan kriterium[sunting | sunting sumber]

Kriteria[sunting | sunting sumber]

  1. Kriteria A, C dan D: Populasi, dan ukuran populasi
  2. Kriteria B dan C: Subpopulasi
  3. Kriteria A, B, C, dan D: Jumlah individu dewasa
  4. Kriteria A, C dan E: Keturunan
  5. Kriteria B dan C: Penurunan terus-menerus
  6. Kriteria B dan C: Fluktuasi ekstrem
  7. Kriteria A dan B: Taraf kejadian
  8. Kriteria A, B dan D: Luas hunian
  9. Kriteria B dan D: Wilayah

Kriterium[sunting | sunting sumber]

  1. Kriterium A: Penurunan
  2. Kriterium B: Terfragmentasi parah
  3. Kriterium E: Analisis kuantitatif

Kategori[sunting | sunting sumber]

Punah[sunting | sunting sumber]

Harimau jawa (Panthera tigris sondaica) yang dipercaya telah punah sejak pertengahan 1970-an [5]

Suatu takson dinyatakan "punah" (bahasa Inggris: extinct (EX)) jika tidak ada keraguan lagi bahwa individu terakhir telah mati setelah survei penuh gagal merekam satu individu yang masih hidup. Survei penuh dilakukan di habitatnya yang diketahui, dan diharapkan, pada waktu yang tepat (diurnal, musiman, tahunan) di semua riwayat wilayahnya, berdasarkan siklus hidup, dan bentuk kehidupan takson tersebut.[6]

Punah di alam liar[sunting | sunting sumber]

Suatu takson dinyatakan "punah di alam liar" (bahasa Inggris: extinct in the wild (EW)) jika diketahui hanya hidup dalam pembiakan, penangkaran, maupun sebagai populasi naturalisasi di luar wilayah penyebaran aslinya. Pernyataan dikeluarkan setelah survei penuh yang dilakukan di habitatnya yang diketahui, dan diharapkan, pada waktu yang tepat (diurnal, musiman, tahunan) di semua riwayat wilayahnya, berdasarkan siklus hidup, dan bentuk kehidupan takson tersebut.[6]

Terancam kritis[sunting | sunting sumber]

Suatu takson dinyatakan "terancam kritis" (bahasa Inggris: critically endangered (CR)) jika bukti-bukti yang tersedia mengindikasikan bahwa takson tersebut telah memenuhi kriteria A hingga E untuk kategori kritis, salah satunya jika populasi diperkirakan berjumlah kurang dari 50 individu dewasa (kriteria D). Oleh karena itu dianggap menghadapi risiko kepunahan yang sangat tinggi di alam liar.[6]

Genting[sunting | sunting sumber]

Suatu takson dinyatakan "genting" (bahasa Inggris: endangered (EN)) jika bukti-bukti yang tersedia mengindikasikan bahwa takson tersebut telah memenuhi kriteria A hingga E untuk kategori genting, salah satunya jika populasi diperkirakan berjumlah kurang dari 250 individu dewasa (kriteria D). Oleh karena itu dianggap menghadapi risiko kepunahan yang sangat tinggi di alam liar.[6]

Rentan[sunting | sunting sumber]

Suatu takson dinyatakan "rentan" (bahasa Inggris: vulnerable (VU)) jika bukti-bukti yang tersedia mengindikasikan bahwa takson tersebut telah memenuhi kriteria A hingga E untuk kategori rentan, salah satunya jika populasi diperkirakan berjumlah kurang dari 1.000 individu dewasa atau memiliki jumlah dan luas area habitat yang sangat terbatas (kurang dari 20 km²) sehingga rentan terhadap dampak-dampak aktivitas manusia atau peristiwa stokastik yang mungkin terjadi di masa depan (kriteria D). Oleh karena itu dianggap menghadapi risiko kritis atau bahkan punah dalam periode waktu yang sangat singkat.[6]

Hampir terancam[sunting | sunting sumber]

Suatu takson dinyatakan "hampir terancam" (bahasa Inggris: near threatened (NT)) jika telah dievaluasi berdasarkan kriteria risiko dan tidak memenuhi syarat sebagai kategori kritis, genting, maupun rentan saat ini. Tetapi kategori ini mendekati persyaratan kategori terancam (kritis, genting, atau rentan) dalam waktu dekat.[6]

Risiko rendah[sunting | sunting sumber]

Suatu takson dinyatakan "risiko rendah" (bahasa Inggris: least concern (LC)) jika telah dievaluasi berdasarkan kriteria risiko, dan tidak memenuhi syarat sebagai kategori kritis, genting, rentan, maupun hampir terancam. Taksa yang luas, dan berlimpah termasuk dalam kategori ini.[6]

Kekurangan data[sunting | sunting sumber]

Suatu takson dinyatakan "kekurangan data" (bahasa Inggris: data deficient (DD)) jika tidak ada informasi yang memadai untuk dilakukan evaluasi, baik secara langsung maupun tidak langsung, mengenai status kepunahannya berdasarkan distribusi (persebaran) dan/atau status populasinya. Meski demikian, kategori ini tidak termasuk dalam kategori ancaman.[6]

Tidak dievaluasi[sunting | sunting sumber]

Suatu takson dinyatakan "tidak dievaluasi" (bahasa Inggris: not evaluated (NE)) jika memang belum dilakukan evaluasi berdasarkan kriteria yang ada.[6]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ IUCN. The IUCN Red List of Threatened Species. http://www.iucn.org/about/work/programmes/species/our_work/the_iucn_red_list Diakses 7 Februari 2014
  2. ^ The IUCN Red List of Threatened Species. Red List Overview. http://www.iucnredlist.org/about/red-list-overview Diakses 7 Februari 2014
  3. ^ Lovejoy, Thomas E. (2017-08-08). "Extinction tsunami can be avoided". Proceedings of the National Academy of Sciences (dalam bahasa Inggris). 114 (32): 8440–8441. doi:10.1073/pnas.1711074114. ISSN 0027-8424. PMC 5559057alt=Dapat diakses gratis. PMID 28747527. 
  4. ^ "'The Numbers Are Just Horrendous.' Almost 30,000 Species Face Extinction Because of Human Activity". Time (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-11-09. 
  5. ^ Jackson, P. & Nowell, K. (2008). " Panthera tigris ssp. sondaica ". IUCN Red List of Threatened Species. Version 3.1. International Union for Conservation of Nature. Diakses tanggal 7 Februari 2014. 
  6. ^ a b c d e f g h i IUCN (2012). IUCN Red List Categories and Criteria: Version 3.1. Second Edition (PDF). Gland dan Cambridge: IUCN. ISBN 978-2-8317-1435-6.