Kartu undangan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Campuran undangan pernikahan gaya Cina dan barat

Undangan pernikahan' adalah sebuah surat biasanya dalam bentuk kartu yang meminta penerimanya untuk menghadiri suatu acara pernikahan. Namun kini undangan pernikahan juga disebarkan melalui media sosial dalam bentuk gambar atau video yang biasa disebut undangan digital.

Umumnya undangan pernikahan dicetak pada sebuah kertas, meskipun ada juga pada media lain seperti kain atau akrilik.

Sistem pencetakan pada kertas biasanya menggunakan sistem cetak offset maupun digital printing, dalam dunia percetakan undangan pernikahan dikenal dengan 2 tipe : Softcover & Hardcover.

Undangan pernikahan softcover adalah undangan yang dibuat dari 1 lembar kertas, biasanya menggunakan kertas art carton, aster, jasmine atau BC.

Sedangkan undangan pernikahan hardcover adalah undangan yang dibuat dengan berlapis karton di dalamnya, sehingga undangan akan menjadi tebal dan keras.

Selain dari bahan, undangan pernikahan juga tak lepas dari desain, kini para vendor undangan pernikahan berlomba-lomba untuk memunculkan desain-desain yang unik dan menarik.

Bahkan sekarang ada undangan pernikahan yang dicetak pada media akrilik menggunakan mesin grafir.

Dari semua perkembangan undangan pernikahan ini, tentunya para pengantinlah yang akan menentukan undangan mana yang cocok untuk acaranya, karena jika ingin undangan yang mewah maka harus mengeluarkan biaya yang mahal.

Pesan undangan pernikahan kunjungi instagram @tintaundangan atau whatsapp 087738159115

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Abad Pertengahan dan sebelumnya[sunting | sunting sumber]

Sebelum penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg pada tahun 1447, pernikahan di Inggris biasanya diumumkan di jalanan dengan suara keras. Secara tradisional, orang yang ada dalam jangkauan pengumuman tersebut menjadi bagian dari perayaan pernikahan ini.

Pada tahun 1642, penemuan pelat logam ukiran engraving (atau Mezzotint) oleh Ludwig von Siegen membawa kualitas yang lebih tinggi pada undangan pernikahan untuk kalangan kelas menengah.

Engraving membutuhkan tenaga khusus untuk "menulis tangan" teks secara terbalik pada pelat logam dengan menggunakan alat ukiran, dan pelat itu kemudian digunakan untuk mencetak undangan. Hasil ukiran undangan dilindungi dari noda dengan selembar kertas tisu, yang merupakan tradisi yang tetap ada sampai hari ini.

Pada saat itu, kata-kata undangan pernikahan lebih rumit dari hari ini; biasanya, nama masing-masing tamu dicetak secara individual pada setiap undangan.

Revolusi Industri[sunting | sunting sumber]

Setelah penemuan Litografi oleh Alois Senefelder pada tahun 1798, menjadi sangat memungkinkan untuk menghasilkan tulisan yang sangat tajam dan khas secara automatis tanpa memerlukan alat pengukir. Ini membuka jalan bagi munculnya pasar-massal di undangan pernikahan.

Namun undangan pernikahan masih dikirmkan secara langsung, karena sistem pos saat itu belum bisa diandalkan. Amplop ganda dipergunakan untuk melindungi kartu undangan dari kerusakan saat disampaikan ke penerimanya.

Zaman Modern[sunting | sunting sumber]

Pertumbuhan alat cetak kartu pernikahan juga didukung oleh perkembangan termografi. Meskipun tidak memiliki kehalusan dan kekhasan ukiran, termografi adalah metode yang lebih murah untuk membuat tulisan jenis timbul. Dengan adanya teknik ini, undangan pernikahan - baik dicetak atau di-engrave - akhirnya menjadi terjangkau bagi semua kalangan.

Belakangan ini, banyak percetakan yang mengkhususkan diri dalam pembuatan kartu undangan pernikahan. Biasanya mereka justru pengusaha skala kecil dan bukan perusahaan percetakan besar.

Selama beberapa tahun terakhir ini, teknologi laser memberikan kemajuan dan keunikan tersendiri dalam pasar undangan pernikahan. Teknologi pengukiran atau pemotongan dengan laser - yang biasa disebut dengan laser cutting - mulai banyak digunakan bukan hanya pada undangan berbahan kertas saja, tetapi juga pada undangan dari bahan kayu triplek, kayu MDF, akrilik, dan bahkan metal.[1] Undangan laser cutting mempunyai kesan yang sangat unik, elegan dan mewah sehingga banyak digemari oleh mereka yang sedang berburu kartu undangan pernikahan. Namun sayangnya, untuk mendapatkan kemewahan ini diperlukan biaya yang boleh dibilang tidak murah.

Selain tren undangan laser, pemesanan kartu undangan secara online juga mulai banyak dipergunakan. Internet menjadikan pengaturan dan pemesanan undangan pernikahan suatu tugas yang mudah. Ada ratusan situs yang menawarkan undangan pernikahan sehingga memungkinkan pelanggan untuk memesan dari mana saja.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Kartu Undangan Pernikahan Laser Cutting". VB Card - Kartu Undangan Laser Cutting & Beludru Flocking. 2016-05-16. Diakses tanggal 2016-10-15.