Karmaphala

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Artikel ini adalah bagian dari seri
Agama Hindu
HINDUISME
Topik
Sejarah • Mitologi • Kosmologi • Dewa-Dewi
Keyakinan
Brahman • Atman • Karmaphala • Samsara • Moksa • Ahimsa • Purushartha • Maya
Filsafat
Samkhya • Yoga • Mimamsa • Nyaya • Waisesika • Wedanta (Dwaita • Adwaita • Wisistadwaita)
Pustaka
Weda (Samhita • Brāhmana •
Aranyaka • Upanishad) • Wedangga • Purana • Itihasa • Bhagawadgita • Manusmerti • Arthasastra • Yogasutra • Tantra
Persembahyangan
Puja • Meditasi • Yoga • Bhajan • Upacara • Mantra • Murti
Hari Raya
Dipawali • Nawaratri • Siwaratri • Holi • Janmashtami • Durgapuja • Nyepi
OM Portal agama Hindu

Karmaphala atau karmapala adalah salah satu dari lima keyakinan (Panca Sradha) dari Agama Hindu agama Dharma. Berakar dari dua kata yaitu karma dan phala. Karma berarti "perbuatan", "aksi", dan phala berarti "buah", "hasil". Karmaphala berarti "buah dari perbuatan", baik yang telah dilakukan maupun yang akan dilakukan.

Karmaphala memberi optimisme kepada setiap manusia, bahkan semua makhluk hidup. Dalam ajaran ini, semua perbuatan akan mendatangkan hasil. Apapun yang kita perbuat, seperti itulah hasil yang akan kita terima. Yang menerima adalah yang berbuat, dan efeknya kepada orang lain. Karma Phala adalah sebuah Hukum kausalitas bahwa setiap perbuatan akan mendatangkan hasil. Dalam konsep Hindu, berbuat itu terdiri atas: perbuatan melalui pikiran, perbuatan melalui perkataan, dan perbuatan melalui tingkah laku, Ketiganya lah yang akan mendatangkan hasil bagi yang berbuat.Kalau perbuatannya baik, hasilnya pasti baik, demikian pula sebaliknya.

Karma Phala terbagi atas tiga, yaitu:

  1. Sancita Karma Phala (Phala/Hasil yang diterima pada kehidupan sekarang atas perbuatannya di kehidupan sebelumnya)
  2. Prarabdha Karma Phala (Karma/Perbuatan yang dilakukan pada kehikupan saat ini dan Phalanya akan diterima pada kehidupan saat ini juga)
  3. Kryamana Karma Phala (Karma/Perbuatan yang dilakukan pada kehidupan saat ini, namun Phalanya akan dinikmati pada kehidupan yang akan datang)