Kapal penjelajah Jepang Furutaka

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Japanese cruiser Furutaka.jpg
Furutaka pada tahun 1926
Karier (Kekaisaran Jepang)
Nama: Furutaka
Asal nama: Gunung Furutaka
Dipesan: 1923 (Tahun Fiskal)
Pembangun: Mitsubishi shipyards, Nagasaki
Pasang lunas: 5 Desember 1922
Diluncurkan: 25 Februari 1925
Mulai berlayar: 31 Maret 1926[1]
Mogok: 20 Desember 1944
Nasib: Koordinat: 02°28′LU 152°11′BT / 2,467°LS 152,183°BT / -2.467; 152.183
Ciri-ciri umum
Kelas dan jenis: Kapal penjelajah kelas-Furutaka
Berat benaman:
  • 7.950 long ton (8.080 t) (standar)
  • 9.150 long ton (9.300 t) (setelah dimodifikasi)
Panjang: 1.768 m (5.800 ft 6,3 in)
Lebar: 158 m (518 ft 4,5 in)
Sarat air: 56 m (183 ft 8,7 in)
Tenaga: 102.000 shp (76.100 kW)
Pendorong:
  • 4 × Turbin bergir Parsons
  • 12 × pendidih Kampon
  • 4 × poros
Kecepatan: 345 kn (639 km/h; 397 mph)
Jangkauan: 7.000 nmi (13.000 km; 8.100 mi) pada 14 kn (26 km/h; 16 mph)
Awak kapal: 616 orang
Senjata:
Pelindung:
Pesawat yang
diangkut:
Fasilitas penerbangan: 1 × katapel pesawat terbang (sejak 1933)

Furutaka (古鷹?) merupakan kapal pemimpin dalam kelas kapal penjelajah kelas-Furutaka milik Angkatan Laut Kekaisaran Jepang. Ia dinamai dari Gunung Furutaka, yang berlokasi di Etajima, Hiroshima, tepat dibelakang Akademi Angkatan Laut Kekaisaran Jepang. Dia mulai ditugaskan pada 1926 dan tenggelam 12 Oktober 1942 oleh USS Salt Lake City dan Duncan dalam Pertempuran Tanjung Esperance.

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Furutaka dan saudarinya, Kako adalah kapal penjelajah berat generasi pertama yang memiliki kecepatan tinggi dalam Angkatan Laut Kekaisaran Jepang. Dibangunnya mereka berdua dimaksudkan oleh Angkatan Laut Jepang untuk menandingi kapal penjelajah intai kelas-Omaha milik US Navy dan kapal penjelajah berat kelas-Hawkins milik Royal Navy.

Konstruksi[sunting | sunting sumber]

Furutaka lahir pada 25 Februari 1925 di Nagasaki, dan merupakan kakak dari Kako sebagai bagian dari kelas Furutaka. Namun, peresmian kelahiran mereka berdua terlambat tujuh sampai delapan tahun kemudian karena belum dipasangnya hangar pesawat laut di badan mereka. Kelas ini sendiri merupakan kapal penjelajah berat berkecepatan tinggi generasi pertama milik IJN dengan menggabungkan dasar desain eksperimental milik Yūbari dan cetak biru desain serta bahan material yang awalnya akan digunakan untuk membuat kapal keempat dan kelima kapal penjelajah ringan kelas Sendai. Oleh karenanya, mereka berdua sering disebut sebagai "saudari jauh dari kelas Sendai".

Karier[sunting | sunting sumber]

Pada masa penyerangan ke Pearl Harbor, Furutaka membentuk Divisi Penjelajah 6 bersama dengan Aoba, Kako, dan Kinugasa serta melakukan invasi ke Guam. Sepanjang awal tahun 1942, mereka berempat ditugaskan untuk membantu pendaratan tentara Jepang di Rabaul, New Britain, dan Kaveing serta berpatroli ke arah Kepulauan Marshall. Selain itu mereka membantu Divisi Penjelajah 6 untuk membantu pendaratan tentara Jepang dari Rabaul ke Kepulauan Solomon dan Papua Nugini.

Sepanjang sejarah Perang Dunia 2, Furutaka hanya sempat berpartisipasi dalam tiga perang laut. Pertama, pada saat Pertempuran Laut Koral, dimana ia dan Kinugasa mengawal Shōkaku kembali ke Truk setelah terluka akibat konfrontasi melawan USS Yorktown dan USS Lexington, yang juga menyebabkan Shōhō gugur. Kedua, pada saat Pertempuran Pulau Savo dan sebagai bagian dari Armada Mikawa, dimana ia juga menjadi saksi kehebatan strategi iluminasi pertempuran malam dari Choukai dan memimpin kemenangan IJN di area tersebut.

Nasib[sunting | sunting sumber]

Pertempuran ketiganya, yaitu pada Pertempuran Tanjung Esperance, merupakan pertempuran terakhirnya sekaligus merupakan bukti bahwa salah satu alasan kekalahan Jepang di Perang Dunia 2 adalah inferiornya perlengkapan perang seperti Radar dibandingkan dengan Sekutu. Setelah pihak Amerika berhasil membuat pihak Jepang berada dalam kondisi "T-cross Disadvantage", mereka mulai membombardir Aoba dengan meriam sampai rusak sangat parah dan memaksa Furutaka mengambil alih posisi kapal bendera dan untuk berhadapan dengan USS Salt Lake City. Sekitar 90 peluru meriam mengenai tubuh Furutaka dan diantaranya memantik percikan api dari torpedo "Long Lance"-nya. Akhirnya Furutaka tenggelam pada tanggal 12 Oktober 1942 dini hari akibat ledakan torpedo tersebut.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Lacroix, Japanese Cruisers, hal. 794

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Brown, David (1990). Warship Losses of World War Two. Naval Institute Press. ISBN 1-55750-914-X. 
  • D'Albas, Andrieu (1965). Death of a Navy: Japanese Naval Action in World War II. Devin-Adair Pub. ISBN 0-8159-5302-X. 
  • Dull, Paul S. (1978). A Battle History of the Imperial Japanese Navy, 1941-1945. Naval Institute Press. ISBN 0-87021-097-1. 
  • Howarth, Stephen (1983). The Fighting Ships of the Rising Sun: The drama of the Imperial Japanese Navy, 1895-1945. Atheneum. ISBN 0-689-11402-8. 
  • Jentsura, Hansgeorg (1976). Warships of the Imperial Japanese Navy, 1869-1945. Naval Institute Press. ISBN 0-87021-893-X. 
  • Lacroix, Eric; Linton Wells (1997). Japanese Cruisers of the Pacific War. Naval Institute Press. ISBN 0-87021-311-3. 
  • Whitley, M.J. (1995). Cruisers of World War Two: An International Encyclopedia. Naval Institute Press. ISBN 1-55750-141-6.