Kami Bukan Malaikat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kami Bukan Malaikat
Format Sinetron
Pembuat MD Entertainment
Penulis Hilman Hariwijaya
Sutradara Akbar Bhakti
Pemeran Oka Antara
Donita
Reza Pahlevi
Niken Anjani
Dinda Kanyadewi
Rama Michael
Desy Ratnasari
Dicky Chandra
Joehana Sutisna
Dicky Wahyudi
Ayu Andriana
Ferdiyan
Lagu tema Sholawat, Wali
Lagu pembuka Sholawat, Wali
Lagu penutup Sholawat, Wali
Negara  Indonesia
Bahasa Bahasa Indonesia
Jumlah musim 2
Jumlah episode 60 (Daftar episode)
Produksi
Produser Dhamoo Punjabi
Manoj Punjabi
Lokasi Jakarta
Durasi 60 menit (03.00 - 04.00)
Siaran
Stasiun televisi MNCTV
Format audio Stereo
Dolby Digital 5.1
Siaran perdana Sabtu, 21 Juli 2012
Siaran sejak Sabtu, 21 Juli 2012Kamis, 8 Agustus 2013
Kronologi
Diawali oleh Cinta Bersemi di Putih Abu-Abu The Series
Dilanjutkan oleh Si Cemong
Tayangan terkait Putih Abu-Abu
Anak-Anak Manusia
Emak Ijah Pengen ke Mekah

Kami Bukan Malaikat adalah sebuah Sinetron yang tayang di MNCTV.

Pemain[sunting | sunting sumber]

Season 1[sunting | sunting sumber]

Season 2[sunting | sunting sumber]

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Season 1[sunting | sunting sumber]

Kami Bukan Malaikat
Berkas:-
Jumlah episode 30
Produksi
Durasi 60 menit (3:00-4:00 WIB)
Siaran
Stasiun televisi MNCTV
Siaran perdana Sabtu, 21 Juli 2012
Siaran sejak Sabtu, 21 Juli 2012–Senin, 20 Agustus 2012
Kronologi
Diawali oleh Cinta Bersemi di Putih Abu-Abu The Series
Dilanjutkan oleh Ustad Fotocopy

Dua orang pencopet dan penipu bernama Fadil (Oka antara) dan Najib (Reza Pahlevi), nekat menyamar menjadi ustad dan tinggal di pesantren demi menemukan harta yang terkubur di sana. Mereka menggunakan identitas palsu sebagai Ustad Rasyid dan Ustad Solihin. Belum juga menemukan harta yang terpendam, Fadil malah menemukan cinta dengan seorang muslimah bernama Jihan (Donita), anak dari pemilik Pesantren itu. Sedangkan Najib malah dikejar-kejar oleh saudara Jihan yang bernama Zahra (Niken Anjani).

Perjalanan hidup mereka di pesantren tidaklah mudah karena Abbad (Ferdiyan), salah satu pengajar di Pesantren itu curiga kalau mereka adalah ustad palsu. Belum lagi ada Jaelani, orang kaya yang terpandang di desa itu. Dia ingin sekali menikahi Jihan, tetapi Jihan lebih memilih bersama Ustad Rasyid/Fadil, karena itu Jaelani sangat memusuhi Fadil.

Fadil dan Najib juga harus menghindari Barok (Joe Project Pop), penjahat yang dendam kepada dua ustad palsu itu yang telah menggagalkan pernikahannya dengan Siti (Ayu Andriana), hingga Siti malah suka kepada Najib. Barok pasti bertambah marah jika tau kalau Ustad Rasyid dan Ustad Solihin adalah Fadil dan Najib, karena sebenarnya harta yang dikubur di pesantren itu adalah hasil rampokan Barok yang dicuri oleh Najib.

Berhasilkah Fadil dan Najib mendapatkan harta, ataukah mereka lebih memilih cinta..... Saksikan, Romantika, Kehebohan dan kelucuan Ustad Gadungan di “Kami Bukan Malaikat”!!!

Season 2[sunting | sunting sumber]

Kami Bukan Malaikat
Berkas:-
Jumlah episode 30
Produksi
Durasi 60 menit (3:00-4:00 WIB)
Siaran
Stasiun televisi MNCTV
Siaran perdana Rabu, 10 Juli 2013
Siaran sejak Rabu, 10 Juli 2013–Kamis, 8 Agustus 2013
Kronologi
Diawali oleh Love In Paris Season 2
Dilanjutkan oleh Si Cemong

Ternyata kembalinya Fadil (OKA ANTARA) dan Najib (REZA PAHLEVI) ke pesantren menimbulkan masalah baru. Orang-orang tidak percaya dengan mereka, terutama Muzdalifah (DESY RATNASARI) dan Abbad (FERDIYAN). Hanya Ustad Abdul Rasyid (RAMA MICHAEL) dan Haji Mail (DICKY CHANDRA) yang percaya kalau Fadil dan Najib ingin bertaubat. Perjalanan taubat pun dimulai, yang banyak mendapat tantangan dan ketidakpercayaan dari Muzdalifah dan Abbad. Meski begitu Fadil dan Najib tetap berusaha membuktikan kalau mereka benar-benar bertaubat. Dukungan dari Haji Mail dan Abdul Rasyid menyemangati mereka. Perjalanan taubat belum selesai, berita duka datang, ibu Fadil meninggal dunia karena tak kuasa menahan sedih mengetahui Fadil selama ini berdusta. Fadil dan Najib datang ke sana, tapi Hamdani (TASMAN TAHER) mengusirnya mentah-mentah dan tidak mau memaafkan. Fadil menangis. Kepedihan itu terus merambatinya. Abdul Rasyid menyemangatinya lagi dan Fadil berjanji akan berusaha berada di jalan taubat dan menjadi seorang ustad. Abbad dan Muzdalifah tetap tidak percaya meski Fadil sudah berhasil membuktikan diri kalau dia layak menjadi seorang ustad. Ketika perseteruan dua kampung terjadi, Fadil berhasil mendamaikan mereka. Kejadian itu diliput oleh televisi dan orang-orang mulai percaya pada mereka. Fadil pamit izin ingin datang makam ibunya.

Kejadian yang terpendam satu tahun lalu muncul kembali, Jaelani datang dengan konconya yang bernama Mijan (JODY BEJO), mengusir semua orang-orang pesantren, karena sertifikat pesantren ada padanya. Muzdallifah mengobarkan api kebencian, kalau ini pasti semua ulah Fadil dan Najib. Mereka pura-pura pergi padahal tau kalau Jaelani akan menjalankan aksi makarnya. Yang dilakukan oleh Fadil dan Najib akhirnya sia-sia. Begitu mereka kembali ke pesantren yang sudah porakporanda, orang-orang termasuk orang-orang kampung menimpuki, menghakimi dan mencacimaki mereka. Perjalanan baru dimulai, bagaimana Fadil dan Najib berusaha untuk mengembalikan kepercayaan mereka.

Semua kaget ketika Fadil dan Najib bergabung dengan Jaelani dan Mijan. Haji Mail yang biasanya membela Fadil dan Najib murka luar biasa. Jihan (Donita) sedih. Zahra (NIKEN ANJANI) marah. Semua muak, hanya Abdul Rasyid yang tetap yakin kalau Fadil tidak seperti prasangka mereka. Hal mengejutkan pun diputuskan oleh Haji Ismail, kalau pertunangan Abdul Rasyid dan Jihan akan dilakukan sekarang juga! Kisah selanjutnya adalah upaya yang dilakukan Fadil dan Najib dalam meyakinkan dan menarik hati orang-orang pesantren yang tidak percaya pada mereka. Sementara itu musuh-musuh mereka terus mencari peluang untuk “menghakimi” mereka, pada waktu-waktu itu mereka terus berupaya untuk merebut kembali hati dan kepercayaan Jihan dan Zahra.

Akankah Fadil dan Najib bisa mendapatkan kembali cinta Jihan dan Zahra, akankah Fadil dan Najib bisa kembali dipercaya oleh orang-orang pesantren? Berhasilkah Fadil membuat ayahnya bangga, mau memaafkan dan mengakui kembali Fadil sebagai anaknya? Ini semua akan kita temui jawabannya di Kami Bukan Malaikat Season 2, tayang selama Bulan Ramadhan di MNC TV.

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]