Joko Tingkir (sinetron)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Joko Tingkir
PembuatMD Entertainment
PemeranSulaiman Andryan Bima
Akbar Kurniawan
Attar Syah
David Chalik
Arthur Tobing
Adam Jordan
Lagu pembukaJoko Tingkir, NN
Lagu penutupJoko Tingkir, NN
Negara Indonesia
BahasaIndonesia
Jumlah musim1
Jumlah episode36 (daftar episode)
Produksi
ProduserDhamoo Punjabi
Manoj Punjabi
LokasiBendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Durasi90 menit (20:00 - 21:30 WIB)
Rilis
Jaringan penyiarMNCTV
Format audioStereo
Dolby Digital 5.1
Tayang perdanaSenin, 25 November 2013
Tanggal rilisSenin, 25 November –
Senin, 2 Desember 2013
Kronologi
Diawali olehJendral Kancil
Dilanjutkan olehJuna Cinta Juni
Pranala luar
[www.mdentertainment.net Situs web]

Joko Tingkir adalah sebuah sinetron yang ditayangkan di MNCTV.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Pemeran Peran
Sulaiman Andryan Bima Joko Tingkir
Akbar Kurniawan Joko Tingkir Dewasa
Attar Syah
David Chalik Sunan Kalijaga
Arthur Tobing
Adam Jordan
Marcell Domits Ki Ageng Tingkir
Metha Yunatria
Ali Zaenal
Omo Kucrut
Ade Pastelo
Ki Prana Lewu
Shinta Putri
Roy Sungkono
Robby Shine

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Dalam sebuah pertempuran, Nyi Growong dikalahkan oleh Pangeran Jayaningrat dan mengucap sumpah akan membunuh semua keturunannya. Berpuluh tahun kemudian beredar ramalan bahwa mustika naga akan muncul. Siapapun yang memilikinya, kelak akan menjadi raja besar di tatar Jawa. Dalam pertapaannya, Syekh Siti Jenar mendapat wangsit bahwa muridnya, Ki Kebo Kenanga yang masih keturunan Pangeran Jayaningrat, akan mendapat anugerah berupa mustika naga. Saat Nyi Pengging, istri Ki Kebo Kenanga melahirkan seorang bayi laki-laki terjadi gempa besar, petir menyambar-nyambar lalu berubah menjadi seekor ular naga raksasa yang masuk ke dalam tubuh bayi Ki Kebo Kenanga. Akhirnya Ki Kebo Kenanga menyadari arti ramalan bahwa mustika naga itu telah menitis dalam darah putranya yang baru lahir. Tiba-tiba muncul Nyi Growong dan terjadi pertarungan hebat yang menewaskan Ki Kebo Kenanga dan istrinya. Namun Sunan Kalijaga berhasil menyelamatkan bayi itu yang kemudian diberi nama Joko Tingkir. Sunan Kalijaga mengajarkan Joko Tingkir berbagai ilmu agama dan ilmu kanuragan, ia pun diberikan ajian Kalimasada. Sunan Kalijaga juga mengajarkan Joko Tingkir ibadah sholat, puasa serta dzikir untuk menghadapi penjahat dan mahluk halus. Setelah berhasil menguasai ilmu kanuragan, Joko Tingkir pun kembali melanjutkan perjalanannya

Pranala luar[sunting | sunting sumber]