Jangka sorong

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Jangka sorong digital dengan ketelitian 0.01 mm
Jangka sorong manual

Jangka sorong adalah alat ukur yang ketelitiannya dapat mencapai seperseratus milimeter. Terdiri dari dua bagian, bagian diam dan bagian bergerak. Pembacaan hasil pengukuran sangat bergantung pada keahlian dan ketelitian pengguna maupun alat. Sebagian keluaran terbaru sudah dilengkapi dengan display digital. Pada versi analog, umumnya tingkat ketelitian adalah 0,005 cm untuk jangka sorong di bawah 30 cm dan 0,01 cm untuk yang di atas 30 cm.

Fungsi jangka sorong[sunting | sunting sumber]

Kegunaan jangka sorong adalah:

  • untuk mengukur suatu benda dari sisi luar dengan cara diapit;
  • untuk mengukur sisi dalam suatu benda yang biasanya berupa lubang (pada pipa, maupun lainnya) dengan cara diulur;
  • untuk mengukur kedalamanan celah/lubang pada suatu benda dengan cara "menancapkan/menusukkan" bagian pengukur. Bagian pengukur tidak terlihat pada gambar karena berada di sisi pemegang.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Jangka sorong paling awal ditemukan di bangkai kapal Yunani Giglio di dekat pantai Italia. Dari data yang didapatkan, kapal tersebut berasal dari abad ke-6 SM. Potongan kayu tersebut sudah memiliki rahang yang tetap dan dapat digerakkan. Meskipun jarang ditemukan, jangka sorong tetap digunakan oleh orang Yunani dan Romawi. [1][2]

Sebuah jangka sorong perunggu, yang berasal dari 9 M, digunakan untuk pengukuran benda-benda kecil selama Dinasti Xin di Cina.[3] Jangka sorong ini memiliki catatan prasasti yang menyatakan bahwa alat itu "dibuat pada hari gui-you[n 1], hari pertama[n 2] bulan pertama tahun pertama Shijianguo [n 3]." Jangka sorong termasuk "slot dan pin" dan "ketelitiannya dalam inci dan sepersepuluh inci".[4]

Jangka sorong yang saat ini kita lihat ditemukan oleh Pierre Vernier, sebagai perkembanggan dari skala vernier (skala nonius) dari Pedro Nunes.

Bagian-bagian jangka sorong[sunting | sunting sumber]

  • Sekrup pengunci, Bagian ini berfungsi sebagai pengunci hasil pengukuran, sehingga hasil pengukuran tidak akan berubah ketika dipegang sehingga hasil pengukuran tetap akurat
  • Rahang luar, untuk mengukur satuan panjang, diameter luar sebuah silinder atau untuk mengukur ketebalan bentuk dimensi lainnya.
  • Rahang dalam, sebagai pengukur bagian diameter dalam.
  • Skala utama, nilai yang menunjukkan hasil pengukuran yang satuannya dalam mm, cm dan inci.
  • Skala vernier (skala nonius), sebagai skala pengukuran fraksi.
  • Pengukur kedalaman, bagian ini berada di ujung dari Jangka Sorong yang berfungsi untuk mengukur bagian kedalaman suatu benda atau kedalaman sebuah lubang.[5]

Penggunaan jangka sorong[sunting | sunting sumber]

Cara menggunakan jangka sorong

Jangka sorong sering digunakan dalam banyak bidang pekerjaan seperti bidang teknik mekanika, pandai besi, forestry, pertukangan kayu, sains, obat-obatan, dan laboratorium fisika.

Cara menggunakan jangka sorong[sunting | sunting sumber]

  • Geser rahang luar Sejauh Ukuran Benda, setelah meletakkan objek pada rahang luar jangka sorong, rahang harus tepat digeser sejauh ukuran benda, lakukan hingga benda yang diukur tidak ada jarak atau celah sehingga kedua rahang luar jangka sorong menyentuh dan menjepit benda.
  • Rapatkan sekrup pengunci, setelah posisi rahang sudah menyentuh benda, langkah selanjutnya adalah mengunci screw lock. Tujuannya adalah agar hasil ukuran yang dilakukan ini tidak berubah jika ada getaran, tersenggol dan dapat kita catat dengan nilai yang sesuai.
  • Langkah selanjutnya membaca jangka sorong.

Cara membaca jangka sorong[sunting | sunting sumber]

  • Catat nilai pada skala utama yang dihasilkan dari pengukuran.
  • Perhatikan nilai pada skala nonius yang tepat sejajar dengan skala utama, kemudian tentukan nilainya dengan mengalikan hasil skala nonius dengan 0,1 mm
  • Jumlahkan nilai pada skala utama dengan skala nonius.[5]

Jenis[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Roger B. Ulrich (2007). "Roman woodworking", Yale University Press, New Haven, Conn., ISBN 0-300-10341-7, hal.52f.
  2. ^ "hand tool." Encyclopædia Britannica dari Encyclopædia Britannica 2006 Ultimate Reference Suite DVD. [Diakses 7 November 2020]
  3. ^ Colin A. Ronan; Joseph Needham (24 June 1994). The Shorter Science and Civilisation in China: 4. Cambridge University Press. hal. 36. ISBN 978-0-521-32995-8. "adjustable outside caliper gauge... self-dated at AD 9". Versi kutipan.
  4. ^ "Bronze Caliper of the Wang Mang Regime". Cultural-China.com. Diarsipkan dari web asli pada 2014-08-31. Diambil 2013-11-26.
  5. ^ a b Achmadi (2020): "Jangka Sorong : Cara Menggunakan, Bagian Bagiannya dan Contoh Soal | Pengelasan.net" (dalam bahasa Inggris). 2020-01-20. Diakses tanggal 2020-10-07. 

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Hari ke-10 dari siklus 60 hari
  2. ^ Lit. "hari di bulan baru"
  3. ^ Shijianguo adalah nama era pertama Wang Mang, kaisar pertama dan satu-satunya dari dinasti Xin, lit. "awal berdirinya suatu bangsa."