Pencet Sana Pencet Sini: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
60 bita ditambahkan ,  8 tahun yang lalu
== Sinopsis ==
Dono (Wahyu Sardono), Indro (Indrojoyo Kusumo) dan Kasino (Kasino Hadiwibowo) sangat ingin mempunyai mobil, tapi mereka tidak mempunyai uang. Maka kedatangan paman Dono, Dewo Sastro (Tisna S. Brata), dimanfaatkan untuk meminta mobil. Sayang Dewo Sastro sangat pelit, permintaan Dono tidak dikabulkan. Mereka ridak kehabisan akal. Dengan bantuan teman-temannya, diaturlah sandiwara penculikan Dono oleh penjahat sungguhan, Mata Satu (S. Parya) yang kebetulan kenalannya Indro. Penjahat meminta tebusan pada Dewo Sastro yang jumlahnya cukup untuk membeli mobil. Tapi oleh Mata Satu, tebusan yang diminta jauh lebih besar dari yang disepakati semula. Dono bahkan diculik sungguhan dan benar-benar akan dibunuh bila permintaannya tidak dikabulkan. Namun Dewo Sastro tetap tak mau menebus Dono. Terpaksa Kasino, Indro dan para teman wanitanya berusaha menyelamatkan Dono. Belakangan Dewo Sastro justru menghadiahkan mobil mewah pada Dono karena telah berhasil meringkus Mata Satu.<ref>[http://perfilman.pnri.go.id/filmografi.php?1=1&a=view&recid=FILM-M1997 Pencet Sana Pencet Sini], diakses pada 13 September 2009</ref>
 
Ketika Dono, Kasino & Indro bersama para wanita mereka untuk merayakan keberhasilan, tiba-tiba mereka dihalangi 2 orang polisi ([[Pak Tile]] & [[Diding Boneng]]) yang sebenarnya merupakan orang gila dan # orang pemuda justru mengambil seragam polisi & mereka dihalangi 1 orang polisi yang diketahui juga merupakan orang gila. & Dono, bersama Kasino & Indro ditahan di Rumah Sakit Jiwa dan metekamereka berusaha kabur dan akhirnya petugas RSJ menangkap 2 orang gila yang menyamar sebagai polisi tersebut dan 3 orang itu tadi yang tak lain adalah Trio DKI sudah dibebaskan.
 
== Referensi ==
Pengguna anonim

Menu navigasi