Lompat ke isi

Ipratropium bromida

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ipratropium bromida
Data klinis
Nama dagangAtrovent, Apovent, Ipraxa, Midatro, dll
AHFS/Drugs.comInhaled: monograph
Nose: monograph
MedlinePlusa618013
License data
Kategori
kehamilan
    Rute
    pemberian
    Inhalation, nasal
    Status hukum
    Status hukum
    Data farmakokinetika
    Pengikatan protein0 to 9% in vitro
    MetabolismeLiver
    Waktu paruh eliminasi2 hours
    Pengenal
    • [8-methyl-8-(1-methylethyl)- 8-azoniabicyclo[3.2.1] oct-3-yl] 3-hydroxy-2-phenyl-propanoate
    CompTox Dashboard (EPA)
    ECHA InfoCard100.040.779 Sunting di Wikidata
    Data sifat kimia dan fisik
    RumusC20H30BrNO3
    Massa molar412,37 g·mol−1
    Model 3D (JSmol)
    • CC(C)[N+]1(C2CCC1CC(C2)OC(=O)C(CO)C3=CC=CC=C3)C.[Br-]
    • InChI=1S/C20H30NO3.BrH/c1-14(2)21(3)16-9-10-17(21)12-18(11-16)24-20(23)19(13-22)15-7-5-4-6-8-15;/h4-8,14,16-19,22H,9-13H2,1-3H3;1H/q+1;/p-1/t16-,17+,18+,19?,21?;
    • Key:LHLMOSXCXGLMMN-WDTICOSOSA-M

    Ipratropium bromida (Ipratropium bromide), adalah obat yang bronkodilator. [1] Obat ini digunakan untuk mengatasi gejala penyakit paru obstruktif kronik dan asma . [1] Rute pemberian obat melalui oral, sediaan yang tersedia yang ada yakni inhaler atau nebulizer . [1] Onset terapi obat membutuhkan waktu 15 hingga 30 menit dan berlangsung selama 3 hingga 5 jam. [1]

    Kejadian efek samping yang umum dalam penggunaan obat ini seperti mulut kering, batuk, dan bronkitis. [1] Kejadian efek samping serius dalam penggunaan obat ini yakni retensi urin, kejang saluran napas yang memburuk, dan anafilaksis. [1] Penggunaan obat ini aman untuk ibu hamil dan ibu menyusui. [1] [2] Ipratropium masuk golongan obat antagonis muskarinik, memiiliki efek antikolinergik, yang memiliki mekanisme kerja dengan cara mengendurkan otot polos . [1]

    Ipratropium bromida pertama kali dipatenkan di tahun 1966, dan disetujui dalam penggunaan medis di tahun 1974.[3] Obat ipratropium bromida masuk kedalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia . [4] Ipratropium juga sudah tersedia dalam bentuk obat generik dan tidak mahal. [5]

    Referensi

    [sunting | sunting sumber]
    1. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Ipratropium Bromide". The American Society of Health-System Pharmacists. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-12-08. Diakses tanggal Dec 2, 2015.
    2. Yaffe, Gerald G. Briggs, Roger K. Freeman, Sumner J. (2011). Drugs in pregnancy and lactation : a reference guide to fetal and neonatal risk (Edisi 9th). Philadelphia: Wolters Kluwer Health/Lippincott Williams & Wilkins. hlm. 763. ISBN 978-1-60831-708-0. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 March 2016. Diakses tanggal 5 December 2015. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
    3. Fischer, Jnos; Ganellin, C. Robin (2006). Analogue-based Drug Discovery. John Wiley & Sons. hlm. 446. ISBN 978-3-527-60749-5. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 March 2019. Diakses tanggal 28 February 2019.
    4. World Health Organization (2019). World Health Organization model list of essential medicines: 21st list 2019. Geneva: World Health Organization. hdl:10665/325771. WHO/MVP/EMP/IAU/2019.06. License: CC BY-NC-SA 3.0 IGO.
    5. Hitchings, Andrew; Lonsdale, Dagan; Burrage, Daniel; Baker, Emma (2019). The Top 100 Drugs: Clinical Pharmacology and Practical Prescribing (dalam bahasa Inggris) (Edisi 2nd). Elsevier. hlm. 72–73. ISBN 978-0-7020-7442-4. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 May 2021. Diakses tanggal 9 November 2021.