Lompat ke isi

Industri film

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Industri film atau industri gambar bergerak mencakup berbagai institusi teknologi dan komersial yang terlibat dalam proses pembuatan film, mulai dari rumah produksi film, studio film, sinematografi, animasi, produksi film, penulisan naskah, praproduksi, pascaproduksi, festival film, distribusi, hingga aktor. Meskipun biaya besar yang dibutuhkan dalam pembuatan film pada awalnya membuat produksi film segera terkonsentrasi di bawah naungan perusahaan-perusahaan produksi yang sudah mapan, kemajuan dalam peralatan pembuatan film yang kini lebih terjangkau, serta meluasnya kesempatan untuk memperoleh modal investasi dari luar industri film itu sendiri, telah memungkinkan produksi film independen untuk ikut berkembang.

Pada tahun 2019, pendapatan tiket bioskop secara global (box office) bernilai US$42,2 miliar .[1] Jika pendapatan dari box office dan sektor hiburan rumahan digabungkan, nilai industri film global mencapai US$136 miliar pada tahun 2018.[2] Hollywood adalah industri film nasional tertua di dunia, sekaligus yang terbesar dari segi pendapatan kotor box office.

Industri film modern

[sunting | sunting sumber]

Pasar pemutaran film di bioskop (teater) seluruh dunia mencatatkan pendapatan box office sebesar US$42,2 miliar pada tahun 2019. Tiga benua/kawasan teratas berdasarkan pendapatan kotor box office adalah Asia-Pasifik dengan US$17,8 miliar , Amerika Serikat dan Kanada dengan US$11,4 miliar , serta Eropa, Timur Tengah, dan Afrika Utara dengan US$10,3 miliar .

Hingga 2019, pasar terbesar berdasarkan pendapatan box office secara berurutan adalah Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Britania Raya, Prancis, dan India.[1] Pada tahun yang sama, negara-negara dengan jumlah produksi film terbanyak adalah India, dan Amerika Serikat.[3] Di Eropa, pusat-pusat utama produksi film berada di Prancis, Jerman, Spanyol, Italia, dan Britania Raya.[4]

Catatan kaki

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 "MPA: 2019 Global Box Office and Home Entertainment". Motion Picture Association. 2020.
  2. "Global Movie Production & Distribution Industry: Industry Market Research Report". IBISWorld. August 2018. Diakses tanggal 22 January 2019.
  3. Robinson, Daniel B. (2 April 2018). "The trend shift of the modern film industry". No. April '18. San Fran & co. Lindale Avenue. Diarsipkan dari asli tanggal 16 October 2022. Diakses tanggal 2 April 2018.
  4. "European Audiovisual Observatory" (PDF) (Press release). European Audiovisual Observatory, Council of Europe. Diakses tanggal 11 May 2009.

Daftar Pustaka

[sunting | sunting sumber]
  • Allen J. Scott (2005) On Hollywood: The Place The Industry, Princeton University Press
  • Robertson, Patrick (1988) The Guinness Book of Movie Facts & Feats. London: Guinness Publishing Limited
  • Arnab Jan Deka (27 October 1996) Fathers of Indian Cinema Bhatawdekar and Torney, Dainik Asam
  • Sanjit Narwekar (1995) Marathi Cinema : In Retrospect, Maharashtra Film, Stage & Cultural Development Corporation Ltd
  • Firoze Rangoonwalla (1979) A Pictorial History of Indian Cinema, The Hamlyn Publishing Group Limited
  • Barkin, Jordan. 25 April 2021. "When you enjoy Oscar Night, America Wins". USA Today.