Hasduk Berpola

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Hasduk Berpola
Sutradara Harris Nizam
Produser Aletta Pictures & Squareapple
Penulis Bagas D. Bawono
Kirana Kejora
Pemeran Idris Sardi
Iga Mawarni
Petra Sihombing
Alisia Rininta
Calvin Jeremy
Musik Thoersi Argeswara
Penyunting Sastha Sunu
Distributor Aletta Pictures
Tanggal rilis
21 Maret 2013
Durasi
100 menit
Negara Indonesia

Hasduk Berpola adalah film yang mengangkat isu nasionalisme dan patriotisme bangsa Indonesia yang dirilis pada tahun 21 Maret 2013. Film ini dibuat berdasarkan sebuah cerpen berjudul sama, Hasduk Berpola, karya Bagas D. Bawono, seorang arsitek yang juga penulis. Sedangkan skenarionya ditulis oleh Bagas D. Bawono bersama Kirana Kejora (novelis). Proses kreatif dan perjuangan kedua penulis ini memakan waktu selama 3 tahun, sebelum akhirnya mereka bertemu Sarjono Sutrisno yang bersedia membiayai film ini, dan mempercayakan Harris Nizam sebagai sutradara. Hasduk Berpola dibintangi antara lain oleh Idris Sardi, Niniek L. Karim, Iga Mawarni, Petra Sihombing, Alisia Rininta, Calvin Jeremy dan masih banyak lagi. Film ini tayang perdana pada 21 Maret 2013.

Film ini terpilih sebagai Film Inspiratif Kemendikbud tahun 2013, Film Favorit di Apresiasi Film Indonesia 2013 mengalahkan 3 nominator lainnya (Habibie & Ainun, 5 Cm dan Tampan Tailor), dan juga terpilih di Educational Screening Program IFF Merlbourne 2015

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Film ini bercerita bahwa perjuangan bertaruh nyawa demi bangsa dan negara pada zaman kemerdekaan, ternyata tak ada harganya. Ini yang dirasakan oleh Masnun, veteran mantan pejuang ’45. Di Surabaya, yang konon terkenal sebagai kota pahlawan, hidup Masnun (yang sering dielu-elukan sebagai pahlawan) justru terlunta-lunta. Sangat ironis. Ia bersama anaknya, Rahayu, janda beranak 2 (Budi dan Bening), akhirnya menyerah, dan pindah ke kota asalnya, Bojonegoro. Berharap kehidupannya bisa membaik. Namun apa daya, kehidupan pria renta yang terkenal sebagai saksi hidup peristiwa penyobekan bendera di Surabaya ini, justru semakin terpuruk.

Sang cucu, Budi (12 tahun), tertantang untuk mengalahkan rivalnya, Kemal, yang aktif di kegiatan Pramuka. Maka ia juga berusaha untuk mengikuti kegiatan tersebut. Tapi karena kondisi keuangan yang tidak memungkinkan, Budi tidak bisa membeli semua perlengkapan kepramukaan. Film ini menceritakan bagaimana Budi berjuang memenuhi kewajibannya, hingga akhirnya membuat iba Bening (10 tahun) adiknya yang rela mengorbankan seprei kesayangannya demi dibuat hasduk untuk kakaknya.

Film sederhana penuh pesan-pesan moral dan kebangsaan ini ditutup dengan adegan yang sangat menggetarkan sisi nasionalisme bangsa Indonesia.

Film Hasduk Berpola memenangi kategori "Film Favorit Pilihan Pemirsa" di festival Apresiasi Film Indonesia 2013, mengalahkan 3 nominator lainnya, Habibie & Ainun, 5 cm dan Tampan Tailor.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]