Hans Eysenck

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Hans Eysenck
Hans.Eysenck.jpg
Hans Jürgen Eysenck
Lahir4 Maret 1916
Berlin, Jerman
Meninggal4 September 1997
London
KebangsaanJerman
Warga negaraInggris
AlmamaterUniversity College London (UCL)
Dikenal atasintelegensi, Kepribadian, Ilmu Politik,
psikiatri, terapi behavioris
Karier ilmiah
BidangPsikologi
InstitusiInstitute of Psychiatry
Pembimbing doktoralCyril Burt
Mahasiswa doktoralJeffrey Alan Gray, Donald Prell

Hans Eysenck adalah seorang psikolog terkenal yang memakai pendekatan behaviorisme dalam melihat kepribadian manusia.[1] Teori Eysenck sebagian besar didasarkan pada fisiologi dan genetika.[1] Meskipun dia seorang behavioris, namun Eysenck melihat perbedaan kepribadian lebih disebabkan oleh faktor keturunan atau genetika.[1]

Salah satu metode yang dipakai Eysenck adalah teknik statistik yang disebut analisis faktor.[1] Caranya adalah responden diberikan daftar berisi sifat-sifat manusia untuk mereka pilih sesuai kepribadian mereka.[1] Misalnya saja, ada kata-kata "malu", "introvert", "ekstrovert", "liar", dan lain sebagainya.[1] Orang yang pemalu pasti akan memilih kata "introvert" dan "malu" ketimbang "ekstrovert" dan "liar".[1] Data-data tersebut menjadi bahan mentah bagi peneliti analisis faktor tersebut.[1]

Eysenck lahir di Jerman pada tanggal 4 Maret 1916.[1] Ketika NAZI berkuasa, ia pindah ke Inggris dan menerima gelar doktor dalam bidang psikologi dari Universitas London pada tahun 1940.[1] Setelah Perang Dunia II usai, ia mengajar di Universitas London.[1] Ia menulis 75 buku dan lebih dari 700 artikel.[1]

Kebanyakan orang mengenal istilah ekstrovert dan introvert dari psikiater Swiss bernama C. G. Jung, seorang bekas murid Sigmund Freud. Namun yang mengembangkan ekstrovert dan introvert lebih lanjut secara mendetail adalah Eysenck (Eysenck, 1980 : 10).[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g h i j k l (Indonesia)George Boeree. 2008. Personality Theories: Melacak Kepribadian Anda Bersama Psikolog Dunia. Yogyakarta: Prismasophie. Hal. 207-208.
  2. ^ [1]