Golongan kawula negara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Ilustrasi naskah Prancis dari Abad Pertengahan yang menampilkan tiga golongan masyarakat Abad Pertengahan, yakni Oratores (golongan yang berdoa), Bellatores (golongan yang berperang), dan Laboratores (golongan yang bekerja)

Golongan kawula negara atau Trigolongan adalah tatanan besar hierarki sosial yang dipakai di dunia Kristen (Kristen Eropa) dari Abad Pertengahan sampai Eropa modern awal. Berbagai macam tatanan lain yang memilah-milah rakyat menjadi golongan-golongan warga negara juga muncul dan berkembang seiring zaman.

Sistem yang paling terkenal adalah Ancien Régime (Rezim Lama) di Prancis, tatanan trigolongan yang digunakan sampai dengan meletusnya Revolusi Prancis (1789–1799). Kerajaan adalah hak raja dan ratu, sementara tatanan ini terdiri atas kaum rohaniwan (golongan kawula pertama), kaum ningrat (golongan kawula kedua), serta kaum tani dan kaum borjuis (golongan kawula ketiga). Di beberapa kawasan, terutama di Skandinavia dan Rusia, warga kota terkemuka (golongan saudagar perkotaan) dan rakyat jelata pedesaan dibedakan menjadi golongan-golongan yang terpisah, sehingga tercipta tatanan caturgolongan di mana rakyat jelata pedesaan menjadi golongan kawula yang keempat. Selain itu, warga miskin yang tidak memiliki tanah sendiri dibiarkan tidak tercakup dalam golongan-golongan kawula yang ada, dan dengan demikian meniadakan hak politik mereka. Di Inggris, muncul tatanan dwigolongan. Kaum ningrat dan kaum rohaniwan disatukan menjadi "golongan tuan-tuan besar" (golongan kawula pertama), sementara warga negara selebihnya disamaratakan menjadi "golongan rakyat jelata" (golongan kawula kedua). Tatanan ini melahirkan dua majelis parlemen, yakni Majelis Rakyat Jelata (bahasa Inggris: House of Commons) dan Majelis Tuan-Tuan Besar (bahasa Inggris: House of Lords). Di kawasan selatan Jerman, diterapkan tatanan trigolongan yang terdiri atas kaum ningrat (para penguasa swapraja dan rohaniwan tinggi), kaum kesatria, dan kaum borjuis. Di Skotlandia, tatanan trigolongan terdiri atas kaum rohaniwan (golongan kawula pertama), kaum ningrat (golongan kawula kedua), dan para Komisioner Shire atau "para Burghers" (golongan kawula ketiga), yang mewakili kaum borjuis, warga kelas menengah, dan warga kelas bawah. Ketiga golongan ini merupakan unsur-unsur Parlemen Skotlandia.

Catatan[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]