Goliat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Daud dan Goliat: Ilustrasi Yahudi pada abad ke-13 asal Perancis.

Goliat atau Jalut (Ibrani: גָּלְיָת, Golyat, Golyāṯ, Arab جالوت , Ǧālūt (istilah Al-Qur'an), جليات Ǧulyāt (istilah Kristen), Inggris Goliath) adalah seorang prajurit Filistin, terkenal karena pertempurannya dengan Daud muda. Nama Goliat disebut dalam kitab Perjanjian Lama dan Al-Qur'an[1].

Tradisi Yahudi pasca-klasik menekankan bahwa tradisi Yahudi Goliat berstatus sebagai wakil dari paganisme, berbeda dengan Daud, juara dari Allah Israel. Dalam tradisi Kristen memberikannya keistimewaan yang terlihat dalam pertempuran Daud dengan Goliat yang berarti perjuangan Gereja melawan setan.[2]

Pertempuran dengan Daud[sunting | sunting sumber]

Pertempuran Daud dan Goliat dicatat dalam Alkitab Ibrani (atau bagian Perjanjian Lama dari Alkitab Kristen) dalam kitab nabi Samuel pasal 17 demikian:

  • Lalu tampillah keluar seorang pendekar dari tentara orang Filistin. Namanya Goliat, dari Gat. Tingginya enam hasta sejengkal (kira-kira 3,2 meter). Ketopong tembaga ada di kepalanya, dan ia memakai baju zirah yang bersisik; berat baju zirah ini 5000 syikal tembaga (~57 kg). Dia memakai penutup kaki dari tembaga, dan di bahunya ia memanggul lembing tembaga. Gagang tombaknya seperti pesa tukang tenun, dan mata tombaknya itu 600 syikal besi beratnya (~7 kg). Dan seorang pembawa perisai berjalan di depannya. Ia berdiri dan berseru kepada barisan Israel, katanya kepada mereka: "Mengapa kamu keluar untuk mengatur barisan perangmu? Bukankah aku seorang Filistin dan kamu adalah hamba Saul? Pilihlah bagimu seorang, dan biarlah ia turun mendapatkan daku. Jika ia dapat berperang melawan aku dan mengalahkan aku, maka kami akan menjadi hambamu; tetapi jika aku dapat mengungguli dia dan mengalahkannya, maka kamu akan menjadi hamba kami dan takluk kepada kami." Pula kata orang Filistin itu: "Aku menantang hari ini barisan Israel; berikanlah kepadaku seorang, supaya kami berperang seorang lawan seorang."[3] Orang Filistin itu maju mendekat pada pagi hari dan pada petang hari. Demikianlah ia tampil ke depan 40 hari lamanya.[4]
  • Ketika Saul, raja Israel, dan segenap orang Israel mendengar perkataan orang Filistin itu, maka cemaslah hati mereka dan sangat ketakutan.[5]

Saat itu ketiga abang tertua Daud juga berperang mengikuti Saul. Maka Isai ayah mereka menyuruh Daud pergi mengunjungi mereka: "Ambillah untuk kakak-kakakmu bertih gandum ini seefa dan roti yang sepuluh ini; bawalah cepat-cepat ke perkemahan, kepada kakak-kakakmu. Dan baiklah sampaikan keju yang sepuluh ini kepada kepala pasukan seribu. Tengoklah apakah kakak-kakakmu selamat dan bawalah pulang suatu tanda dari mereka. Saul dan mereka itu dan semua orang Israel ada di Lembah Tarbantin tengah berperang melawan orang Filistin."[6]

  • Lalu Daud bangun pagi-pagi, ditinggalkannyalah kambing dombanya pada seorang penjaga, lalu mengangkat muatan dan pergi, seperti yang diperintahkan Isai kepadanya. Sampailah ia ke perkemahan, ketika tentara keluar untuk mengatur barisannya dan mengangkat sorak perang. Orang Israel dan orang Filistin itu mengatur barisannya, barisan berhadapan dengan barisan. Lalu Daud menurunkan barang-barangnya dan meninggalkannya di tangan penjaga barang-barang tentara. Berlari-larilah Daud ke tempat barisan; sesampai di sana, bertanyalah ia kepada kakak-kakaknya apakah mereka selamat. Sedang ia berbicara dengan mereka, tampillah maju pendekar itu. Namanya Goliat, orang Filistin dari Gat, dari barisan orang Filistin. Ia mengucapkan kata-kata yang itu-itu juga, dan Daud mendengarnya. Ketika semua orang Israel melihat orang itu, larilah mereka dari padanya dengan sangat ketakutan.[7]
  • Lalu berkatalah Daud kepada orang-orang yang berdiri di dekatnya: "Apakah yang akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan orang Filistin itu dan yang menghindarkan cemooh dari Israel? Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan dari pada Allah yang hidup?" Rakyat itupun menjawabnya dengan perkataan : "Orang yang mengalahkan dia akan dianugerahi raja kekayaan yang besar, raja akan memberikan anaknya yang perempuan kepadanya dan kaum keluarganya akan dibebaskannya dari pajak di Israel."[8] Daud menanyakan yang sama kepada orang-orang lain dan rakyat memberi jawab kepadanya seperti tadi.[9]
  • Abang tertuanya, Eliab, memarahi Daud karena pertanyaan-pertanyaan itu: "Mengapa engkau datang? Dan pada siapakah kautinggalkan kambing domba yang dua tiga ekor itu di padang gurun? Aku kenal sifat pemberanimu dan kejahatan hatimu: engkau datang ke mari dengan maksud melihat pertempuran." Tetapi jawab Daud: "Apa yang telah kuperbuat? Hanya bertanya saja!"[10]

Terdengarlah kepada orang perkataan yang diucapkan oleh Daud, lalu diberitahukanlah kepada raja Saul. Dan Saul menyuruh memanggil dia. Berkatalah Daud kepada Saul: "Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu." Tetapi Saul berkata kepada Daud: "Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit."[11]

  • Tetapi Daud berkata kepada Saul: "Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya. Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup." Pula kata Daud: "TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu."[12]
  • Kata Saul kepada Daud: "Pergilah! TUHAN menyertai engkau." Lalu Saul mengenakan baju perangnya kepada Daud, ditaruhnya ketopong tembaga di kepalanya dan dikenakannya baju zirah kepadanya. Lalu Daud mengikatkan pedangnya di luar baju perangnya, kemudian ia berikhtiar berjalan, sebab belum pernah dicobanya. Maka berkatalah Daud kepada Saul: "Aku tidak dapat berjalan dengan memakai ini, sebab belum pernah aku mencobanya." Kemudian ia menanggalkannya.[13]

Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu.[14]
[Catatan: dalam bagian Alkitab lain (2 Samuel 21:22) dicatat bahwa ada lagi 4 orang raksasa lain di Gat, kota asal Goliat. Rupanya Daud bersiap-siap seandainya mereka berlima maju bersama-sama.][15]

  • Orang Filistin itu kian dekat menghampiri Daud dan di depannya orang yang membawa perisainya. Ketika orang Filistin itu menujukan pandangnya ke arah Daud serta melihat dia, dihinanya Daud itu karena ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya. Orang Filistin itu berkata kepada Daud: "Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?" Lalu demi para allahnya orang Filistin itu mengutuki Daud. Pula orang Filistin itu berkata kepada Daud: "Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang."[16]
  • Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami."[17]

Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu.

  • Lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah. Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.[18]
  • Daud berlari mendapatkan orang Filistin itu, lalu berdiri di sebelahnya; diambilnyalah pedangnya, dihunusnya dari sarungnya, lalu menghabisi dia. Dipancungnyalah kepalanya dengan pedang itu. Ketika orang-orang Filistin melihat, bahwa pahlawan mereka telah mati, maka larilah mereka. Maka bangkitlah orang-orang Israel dan Yehuda, mereka bersorak-sorak lalu mengejar orang-orang Filistin sampai dekat Gat dan sampai pintu gerbang Ekron. Dan orang-orang yang terbunuh dari orang Filistin bergelimpangan di jalan ke Saaraim, sampai Gat dan sampai Ekron. Kemudian pulanglah orang Israel dari pemburuan hebat atas orang Filistin, lalu menjarah perkemahan mereka.[19]
  • Dan Daud mengambil kepala orang Filistin yang dipancungnya itu (dan kemudian membawanya ke Yerusalem, tetapi senjata-senjata orang itu ditaruhnya dalam kemahnya). Ketika Daud kembali, maka Abner, panglima tentara raja Saul, memanggilnya dan membawanya menghadap Saul, sedang kepala orang Filistin itu masih ada di tangannya. Kata Saul kepadanya: "Anak siapakah engkau, ya orang muda?" Jawab Daud: "Anak hamba tuanku, Isai, orang Betlehem itu."[20] Pada hari itu Saul membawa dia dan tidak membiarkannya pulang ke rumah ayahnya.[21] Saul kemudian mengangkat Daud mengepalai para prajurit[22] dan memberikan Mikhal, anaknya perempuan, menjadi isteri Daud[23]. Daud pun bersahabat baik dengan Yonatan, putra Saul.[24]

Senjata Goliat[sunting | sunting sumber]

  • Rupanya senjata-senjata Goliat kemudian disimpan oleh imam-imam di kota Nob, tempat Kemah Suci dimana orang Israel beribadah dan bertanya kepada TUHAN. Suatu saat Daud tiba di Nob ketika melarikan diri dari kejaran raja Saul yang hendak membunuhnya karena dengki. Di sana Daud berpura-pura mengemban tugas rahasia dari Saul dan meminta makanan serta senjata kepada imam kepala, Ahimelekh bin Ahitub. Berkatalah imam itu: "Pedang Goliat, orang Filistin, yang kaupukul kalah di Lembah Tarbantin, itulah yang ada di sini, terbungkus dalam kain di belakang efod itu. Jika engkau hendak mengambilnya, ambillah; yang lain tidak ada, hanya ini." Kata Daud: "Tidak ada yang seperti itu; berikanlah itu kepadaku."[25] Maka imam itu menanyakan TUHAN bagi Daud dan memberikan bekal kepadanya; juga pedang Goliat, orang Filistin itu, diberikannya kepadanya.[26]

Saudara-saudara Goliat[sunting | sunting sumber]

  1. Yisbi-Benob, yang termasuk keturunan raksasa--berat tombaknya 300 syikal tembaga dan ia menyandang pedang yang baru--menyangka dapat menewaskan Daud. Tetapi Abisai, anak Zeruya, datang menolong Daud, lalu merobohkan dan membunuh orang Filistin itu.[27]
  2. Sesudah itu terjadi lagi pertempuran melawan orang Filistin di Gob; pada waktu itu Sibkhai, orang Husa, memukul kalah Saf atau Sipai, yang termasuk keturunan raksasa.[28]
  3. Dan terjadi lagi pertempuran melawan orang Filistin, di Gob; Elhanan bin Yaare-Oregim (atau Yair), orang Betlehem itu, menewaskan Lahmi saudara Goliat, orang Gat itu, yang gagang tombaknya seperti pesa tukang tenun.[29]
  4. Lalu terjadi lagi pertempuran di Gat; dan di sana ada seorang yang tinggi perawakannya, yang tangannya dan kakinya masing-masing berjari enam: 24 seluruhnya; juga orang ini termasuk keturunan raksasa. Ia mengolok-olok orang Israel, maka Yonatan, anak Simea kakak Daud, menewaskannya.[30]

Keempat orang ini termasuk keturunan raksasa di Gat; mereka tewas oleh tangan Daud dan oleh tangan orang-orangnya.[31]

Tinggi Goliat[sunting | sunting sumber]

Dalam Kitab 1 Samuel pasal 17:4 pada Alkitab bahasa Indonesia versi Terjemahan Baru tercatat bahwa ukuran tinggi Goliat adalah "6 hasta sejengkal" (3,2 meter; atau 9 kaki 6 inci), yang diterjemahkan dari sumber Teks Masoret (bahasa Ibrani). Namun, sumber-sumber tua lainnya menyebutkan tingginya "4 hasta sejengkal" (2 meter; atau 6 kaki 9 inci). Berikut adalah tabel dari sumber-sumber tersebut:[32][33]

Textual witnesses Sumber Bahasa Perkiraan tarikh Tinggi
(naskah asli)
Tinggi
(meter)
Tinggi
(kaki + inci)
Gulungan Laut Mati
4QSama
Yahudi Ibrani 50 SM 4 hasta sejengkal 2 6 kaki 9 inci
Flavius Yosefus,
Antiquities 6.171
Yahudi Yunani 80 M 4 hasta sejengkal 2 6 kaki 9 inci
Symmachus (disadur oleh Origen
pada abad ke-3 M)
Yahudi Yunani ~ 200 M 6 hasta sejengkal 3,2 9 kaki 6 inci
Lucian Greek recension Kristen Yunani 200-300 M 4 hasta sejengkal 2 6 kaki 9 inci
Codex Vaticanus (LXX) Kristen Yunani 300-400 M 4 hasta sejengkal 2 6 kaki 9 inci
Codex Alexandrinus (LXX) Kristen Yunani 400-500 M 4 hasta sejengkal 2 6 kaki 9 inci
Vulgata (Hieronimus) Kristen Latin 400 M 6 hasta sejengkal 3,2 9 kaki 6 inci
Codex Aleppo (Masoret) Yahudi Ibrani 935 M 6 hasta sejengkal 3,2 9 kaki 6 inci
Codex Leningrad (Masoret) Yahudi Ibrani 1010 M 6 hasta sejengkal 3,2 9 kaki 6 inci

Tinggi rata-rata orang di daerah itu pada akhir abad pertama SM, dari kerangka mayat-mayat di sejumlah makam di Timur Tengah dan Laut Tengah, adalah sekitar 3,5 hasta (sedikit lebih dari 150 cm atau 5 kaki) sampai sekitar 175 cm.[34] Karenanya, 4 hasta sejengkal (2 m atau 6 kaki 9 inci) sudah tergolong sangat tinggi, sedangkan 6 hasta sejengkal (3,2 meter atau 9 kaki 6 inci) menunjukkan seseorang yang luar biasa tinggi.[33]

Hampir semua naskah-naskah bahasa Ibrani yang ada saat ini berdasarkan Teks Masoret, di mana naskah terlengkap yang ada sekarang berasal dari tahun 935 M (Kodeks Aleppo), di mana tertulis "6 hasta sejengkal". Nampaknya berasal dari naskah yang lebih tua, misalnya Symmachus, seorang Yahudi yang menerjemahkan naskah-naskah Alkitab Ibrani ke dalam bahasa Yunani pada tahun 200-an untuk komunitas Yahudi di kota Kaisarea. Tulisannya disadur oleh Origen dalam kolom ke-4 karyanya, Hexapla, yaitu enam versi Alkitab dalam bahasa Yunani yang diletakkan kolom-kolom sejajar menurut ayat-ayatnya, termasuk Septuaginta (LXX). Tulisan Symmachus ini diduga mengindikasikan versi "proto-MT" ("pra-Teks Masoret"; atau Vorlage to the MT, di mana MT = Masoretic Text), yaitu tradisi teks Ibrani yang dijadikan standar setelah kejatuhan Yerusalem pada tahun 70 M. Terjemahan Yunani Origen pada kolom ke-5 Hexapla juga menulis "6 hasta sejengkal".[35]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Al Qur'an Al Baqarah ayat 2:249-251
  2. ^ Interpretasi metaforis Daud dan kitab suci Yahudi lainnya tersebar melalui penulis Kristen awal seperti Agustinus. Untuk tinjauan tentang kisah Daud dalam literatur Barat melampaui baik Goliat maupun awal periode patriaki, Raymond-Jean Frontain dan Jan Wojcik (ed.), "The David Mitos dalam Sastra Barat" (1979). Buku ini agak jarang ditemukan: untuk on-line review, (pemesanan diperlukan).
  3. ^ 1 Samuel 17:4-10
  4. ^ 1 Samuel 17:16
  5. ^ 1 Samuel 17:11
  6. ^ 1 Samuel 17:13-19
  7. ^ 1 Samuel 17:20-24
  8. ^ 1 Samuel 17:24-27,30
  9. ^ 1 Samuel 17:30
  10. ^ 1 Samuel 17:28-29
  11. ^ 1 Samuel 17:31-33
  12. ^ 1 Samuel 17:34-37
  13. ^ 1 Samuel 17:37-39
  14. ^ 1 Samuel 17:40
  15. ^ "Apakah Daud berperang melawan Goliat dan empat saudara laki-lakinya?" di BibleStudy.org
  16. ^ 1 Samuel 17:41-44
  17. ^ 1 Samuel 17:45-47
  18. ^ 1 Samuel 17:48-50
  19. ^ 1 Samuel 17:51-53
  20. ^ 1 Samuel 17:54-58
  21. ^ 1 Samuel 18:2
  22. ^ 1 Samuel 18:5
  23. ^ 1 Samuel 18:20-27
  24. ^ 1 Samuel 18:1-4
  25. ^ 1 Samuel 21:1-9
  26. ^ 1 Samuel 22:10
  27. ^ 2 Samuel 21:16-17
  28. ^ 2 Samuel 21:18; 1 Tawarikh 20:4
  29. ^ 2 Samuel 21:19; 1 Tawarikh 20:5
  30. ^ 2 Samuel 21:20-21; 1 Tawarikh 20:6
  31. ^ 2 Samuel 21:22; 1 Tawarikh 20:7
  32. ^ "Berapa tinggi Goliat?" di Bible Apologetics.
  33. ^ a b "Tinggi Goliat sebenarnya" di Remnant of Giants
  34. ^ ‘Arkeologi telah menunjukkan bahwa para pahlawan yang dimakamkan di "makam kerajaan" di Mycenae tingginya 1,76-1,80 meter, sedangkan tinggi rata-rata laki-laki pada periode tersebut, berdasarkan tulang kerangka yang digali, adalah 1,64 meter, baik di tanah Aegea maupun tanah Kanaan.’, Margalith, ‘The Sea Peoples in the Bible’, hlm. 49 (1994).
  35. ^ Hays, ‘Reconsidering the Height of Goliath’, Journal of the Evangelical Theological Society (48.5.705), (2005).

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]